ASI ( Air Susu Ibu )

- more fresh… HEALTHIER and free -

ASI untuk tetes Mata

From: “niar_euy”
Sent: Monday, July 28, 2008 11:48 AM
Subject: [sehat] tanya : ASI bisa u/ tetes mata?

Halo moms..
Sebelumnya salam kenal ya..saya pendatang baru nii di milis ini..
saya baru baca di milis sebelah..yg katanya ASI bisa untuk
menyembuhkan sakit mata pada bayi / anak? apa bner yah? Terus terang
saya baru tau ini..kalo ASI bisa u/ tetes mata…dan Sakit mata yg
seperti apa yg bisa di sembuhkan dgn ASI? apa tdk ada efek
sampingnya? belekan,mata merah,silau thd cahaya,atau berair terus…
atau..atau..yg seperti bagaimana lg? mungkin kira2 ada para moms yg
tau penjelasannya…dan mungkin pengalamannya?
Saya penasaran sekali niih moms….

Sebelumnya Terima Kasih yaa…

Salam
Niar Bundanya Rasyad 11 bln

Jawab :

From: “Purnamawati”
Sent: Monday, July 28, 2008 8:00 PM
Subject: [sehat] Bunga Rampai 80A

4. ASI UNTUK TETES MATA – NIAR EUY – 28.07.08
Wah ya jangan kasih ASI dong
Maaf … bayi baru lahir sampai usia sedikitnya 3 bulan, ada yang saluran airmatanya belum terbuka jadi belekan dan berair. Nanti dengan waktu akan membuka
Sering dibersihkan dengan kapas air hangat

Belekan bisa juga karena konjungtivitis dan kbanyakan sih infeksi virus

Nah ASI tidak bisa untuk tetes mata dan tidak bisa menyembuhkan konjungtivitis
Antibodi yang ada di ASI adalah antibodi SIgA (secretory Imunoglobulin A) … untuk di saluran cerna

July 28, 2008 Posted by Administrator | Q&A/ Sharing ASI | | No Comments Yet

ASI Latih Bayi Kenali Beragam Rasa

ASI makanan terbaik bagi bayi.

Jumat, 25 Juli 2008 | 10:07 WIB

KEUNGGULAN air susu ibu (ASI) sebagai makanan alami bayi pada awal masa kehidupannya memang tidak terbantahkan. Satu bukti lain yang menunjukkan betapa hebatnya ASI adalah rasa air susu alami ini ternyata dibentuk dan dipengaruhi oleh apa yang dimakan sang ibu.

Maka dari itulah, bayi yang memperoleh ASI sejak lahir cenderung lebih sehat karena mereka sudah dapat mengenal bermacam rasa sejak dini, termasuk rasa buah-buahan atau sayuran yang dikonsumsi sang ibu. Dengan begitu, bayi yang mendapatkan aroma ASI bervariasi bukan tidak mungkin akan tumbuh sebagai “petualang” dalam hal makanan ketika menginjak dewasa.

“Ini bukan seperti ketika ibunya makan pai apel lalu si bayi akan berpikir ‘mmmm, inilah pai apel’, tetapi lebih pada suatu penerimaan terhadap rasa makanan lain,” ungkap peneliti Denmark, Helene Hausner. “Menyusui dengan ASI akan membuat bayi menjadi lebih siap terhadap perubahan rasa dan pengalaman baru ketika mereka mulai mengonsumsi makanan cair,” ujarnya.

Untuk membuktikan sejauh mana pengaruh asupan makanan terhadap aroma ASI yang dihasilkan, peneliti dari Universitas Kopenhagen melakukan riset yang melibatkan para ibu menyusui. Para ibu diberi kapsul yang mengandung barmacam-macam aroma atau rasa dan kemudian melacaknya guna mengetahui seberapa lama penanda rasa pada kapsul tersebut muncul dalam air susu ibu.

Riset yang dipublikasikan jurnal New Scientist itu menunjukkan, rasa atau aroma pisang mulai hadir sekitar satu jam setelah dimakan para ibu. Sedangkan aroma mentol atau mint baru hadir delapan jam kemudian. Kadar dari dua jenis rasa lainnya, akar manis dan bumbu caraway, dapat mencapai puncaknya dalam dua jam.

Jumlah aroma yang ditransfer di antara wanita memang bervariasi, tapi semua aroma atau rasa ini akan mulai menghilang dari ASI dalam selang waktu delapan jam. Hasil awal dari penelitian kedua yang dilakukan para ilmuwan Denmark ini mengindikasikan bahwa bayi-bayi yang memperoleh ASI cenderung lebih mudah beradaptasi dengan rasa baru ketimbang mereka yang mendapat susu botol.

Sumber : Kompas

July 25, 2008 Posted by Administrator | Article | | No Comments Yet

Peran Ayah Picu Lancarnya ASI

Sabtu, 19/07/2008 20:03 WIB
Chazizah Gusnita – detikNews


Foto Ilustrasi

Jakarta – Kelancaran air susu ibu (ASI) ternyata bukan hanya dipicu dari asupan makanan sang ibu. Ayah pun punya peran penting untuk lancarnya ASI bagi bayi.

“Ayah membantu ibu bangun tengah malam. Menyediakan bantal atau guling untuk ibu yang akan menyusui. Sehingga ibu merasa diperhatikan, ASI pun lancar,” kata salah satu anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi.

Hal itu dia sampaikan dalam Seminar Bedah ASI di RS Pondok Indah, Jl Metro Duta, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (19/7/2008).

Perempuan yang akrab disapa Tiwi ini menjelaskan, bayi yang baru lahir biasanya tidur dalam waktu yang cukup sebentar. Biasanya, 1 sampai 2 jam sekali bangun. Meski ibu tengah kelelahan, namun saat itulah ibu harus memberikan ASI. Saat itu juga peran ayah dibutuhkan.

Tugas ayah, lanjut Tiwi, salah satunya dengan menyendawakan bayi setelah menyusui. Caranya, ayah menggendong bayi di pundak dan mengelus pelan pinggang bayi dari belakang.

Ayah juga harus bisa saling bergantian dengan ibu untuk mengganti popok dan bisa memijat. “Bisa juga ayah memijat ibu pada saat ibu menyusui si bayi,” imbuhnya.

Menurut Tiwi, ayah harus selalu memberikan dukungan untuk mengatasi gangguan dari lingkungan. Ayah harus selalu memberikan pujian kepada ibu, agar ibu selalu optimis dan percaya diri menyusui bayinya.

“Ini akan mengurangi rasa khawatir, stres, nyeri, dan ragu pada ibu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ayah dan ibu sebaiknya sudah membicarakan soal ASI saat kehamilan. Sehingga ketika ibu sudah melahirkan, ASI pun lancar.
(gus/fiq)

Sumber : Detik

July 19, 2008 Posted by Administrator | Article | | No Comments Yet