Asap Rokok Dapat Menghambat Produksi ASI Hingga 3Bulan
22-11-2008
Jauhkan Bayi dari Asap Rokok
Paparan asap rokok terhadap bayi bisa sangat berbahaya. Perlu diketahui, jika seseorang merokok, dia hanya menghisap asap rokoknya sekitar 15 persen saja, sementara 85 persen lainnya akan dilepaskan dan akhirnya dihisap oleh para perokok pasif.
Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan hampir sekitar 700 juta anak atau sekitar setengah dari seluruh anak di dunia ini, termasuk bayi yang masih menyusu pada ibunya, terpaksa menghisap udara yang sudah terpolusi oleh asap rokok.
Kandungan nikotin di dalam rokok akan terserap dengan cepat dari saluran pernafasan ke aliran pembuluh darah ibu dan langsung ditransfer ke ASI dengan cara difusi. Jadi jika ada orang luar yang merokok di dekat bayi, maka selain nikotin tersebut terserap dari ASI ibu yang terpapar oleh asap rokok, juga akan diserap langsung melalui udara pernafasan si kecil. Nikotin dan bahan beracun asap rokok lainnya akan masuk ke saluran pernafasan bayi. Nikotin tersebut akan berakumulasi di tubuh bayi dan akhirnya membahayakan kesehatan si kecil. Gangguan pada bayi akibat adanya asap rokok antara lain berupa muntah, diare, kolik, denyut jantung meningkat, dan lain-lain.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Dalam waktu tiga bulan, terlihat berat badan bayi dari ibu yang perokok atau menghirup asap rokok, juga tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal.
Asap rokok yang terpaksa dihisap oleh perokok pasif ternyata mempunyai kandungan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok yang diisap oleh si perokok. Asap rokok itu sendiri mengandung sekitar tiga ribu bahan kimia beracun yang di antaranya bersifat karsinogen (penyebab kanker). Jadi, tidak heran jika pengaruh asap rokok pada perokok pasif adalah tiga kali lebih buruk daripada debu dan batu bara.
(Infosehat/dila)
Sumber : Suara Merdeka
Salma Hayek : Kecanduan Menyusui
Menyusui, bagi ibu yang baru melahirkan, memang wajib. Buat aktris Salma Hayek bisa lebih dari itu. Bintang Frida yang melahirkan putrinya, Valentina, pada September tahun lalu ini tak bisa menghentikannya. “Aku seperti alkoholik. Tak peduli menangis, tak peduli gemuk, aku akan melakukannya lebih lama, sebulan lagi, dan lagi. Begitu banyak yang baik buat dia, aku tak bisa menghentikannya. Begitu kuatnya,” ujar Hayek, 42 tahun, terus terang.
Kepada majalah Inggris, Style, Ahad lalu, dia menambahkan, “Waktu pertama kali, betapa sakitnya setelah dua jam menyusui. Omong-omong, mitos bahwa berat badan akan turun saat menyusui tidaklah benar. Tolong jangan katakan demikian karena aku baik-baik saja.” Femalefirst
Sumber : Tempo
Breastfeeding Celebrities
Yet another celebrity is saying that breastfeeding helped her lose the baby weight. Christina Aguilera, who had her first postpartum interview on the Ellen show (you can watch the interview, which is awfully cute, here) sporting an enormous rack and teeny tiny waist told Access Hollywood:
I think they say that when you’re breastfeeding, you know, your weight kind of slims down. It’s a little easier. It’s like a workout within itself. It’s very tiring actually and you find yourself snacking more often.
As much as I find it difficult to believe that breastfeeding is doing all of the work for her, I agree with Monica’s comment yesterday about celebrities who talk about breastfeeding. Monica wrote:
I still like it when celebrities speak about breastfeeding at all just to spread the word. Personally if someone’s breastfeeding for the “wrong” reasons, whether for losing weight or celebrity worship, I don’t really care. It’s still better than if they never tried it at all!
I’m with you Monica. I just wish I had a team to whip me into shape when breastfeeding doesn’t magically make my baby weight disappear.
Here’s a list of some other celebrities who have openly talked about breastfeeding in the past year or so.
Naomi Watts
Nicole Ritchie
Julia Roberts
Jennifer Garner
Helena Bonham Carter
Salma Hayek
Maggie Gyllenhaal
A quick google search turned up this outdated “updated” list from Breastfeeding.com
Tori Amos
Erykah Badu
Cindy Crawford
Elle McPherson
Jerry Hall
Faith Hill
Jodie Foster
Karenna Gore-Schiff
Catherine Zeta-Jones
Lucy Lawless (pictured in an ad for World Breastfeeding Week) proudly breastfed her baby.
Some celebrities who were breastfed include:
Manny Ramirez (from the Red Sox)
Pelé (who they say was breastfed for 5 years!)
The Hansons (of Mmmm Bop fame)
Source : Nursing
Memahami Produksi ASI pada Tubuh
CORBIS.COMKEBUTUHAN: Penuhi kebutuhan bayi terhadap air susu ibu (ASI). Pastikan kebutuhannya terhadap foremilk pada awal menyusu dan hindmilk di waktu akhir menyusu diperoleh dengan jumlah mencukupi.JAKARTA– Seketika saat seorang wanita menyusui anaknya, maka produksi air susu ibu (ASI) akan berdasarkan kebutuhan. Namun, sebenarnya produksi ASI jauh sebelum kehadiran bayi yaitu pada usia kehamilan enam bulan.
ASI yang keluar pertama kali biasa disebut kolostrum. Dengan warna yang keruh dan kental, kolostrum tinggi kandungan kalori untuk menciptakan antibodi di tubuh si kecil pada lima hari pertama.
Hormon progesteron pada tubuh wanita hamil membatasi produksi kolostrum, namun hal sebaliknya terjadi sesaat setelah proses persalinan. Hormon itu secara otomatis turun.
Hormon yang memproduksi ASI yaitu prolaktin tidak lagi terhalang oleh progesteron sehingga ibu bisa menyusui secara optimal. Terutama terasa pada 4-5 hari pertama usia persalinan, payudara akan terasa penuh dan mengeras ketika ASI diprodusi dalam jumlah yang dibutuhkan bayi.
Jika hal itu terjadi, maka sebaiknya segera susui bayi sehingga dapat menstimulasi produk ASI selanjutnya. Hal itu juga berarti, jika bayi tidak cukup menyusu maka produksi ASI juga otomatis akan menurun.
Apabila ibu ingin meningkatkan produksi ASI maka pastikan bayi menyusu hingga payudara terasa kosong. Bila perlu, kosongkan ASI yang tersisa dengan memerahnya.
ASI terdiri dari dua komponen yaitu foremilk yang keluar pada saat awal bayi menyusu yang akan memenuhi rasa haus bayi. Kemudian bagian kedua ASI adalah hindmilk yang lebih kental serta kaya kandungan lemak untuk membantu pertumbuhan bayi.
Sangat penting bayi Anda memperoleh hindmilk. Jadi jangan paksa bayi untuk berhenti menyusu sebelum dia selesai. Biasanya bayi akan mengakhiri dengan tidur atau melepas mulutnya.
Jangan lupa untuk memberikannya ASI dari payudara yang lain. Bila bayi Anda tidak menghabiskan ASI dari payudara itu, segera kosongkan dengan memerahnya.
Bayi yang baru lahir kemungkinan akan membutuhkan 10-12 kali menyusu dalam 24 jam. Artinya, bayi akan menyusu sekitar 3-4 jam. Jika dia disusui lebih dari itu, kemungkinan dia tidak akan menyelesaikan proses menyusu hingga habis.
Ibu bisa menandai hal itu dengan let-down reflex yaitu berupa rasa geli yang mengisyaratkan keluarnya ASI dari payudara Anda. Refleks semacam itu juga bisa terjadi seketika ibu mendengar bayinya menangis. Jika perlu gunakan pad atau lapisan khusus ibu menyusui untuk mencegah ASI bocor pada pakaian.
Ibu perlu mengingat, selama minggu pertama, proses menyusui akan menstimulasi rahim Anda untuk berkontraksi kembali ke kondisi semula. Terkadang hal itu menimbulkan kram sementara pada perut. (mothercare.com/ri)
Sumber : Republika
-
Archives
- December 2009 (5)
- November 2009 (1)
- September 2009 (6)
- August 2009 (10)
- July 2009 (5)
- June 2009 (3)
- May 2009 (5)
- April 2009 (7)
- March 2009 (8)
- February 2009 (2)
- January 2009 (7)
- December 2008 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

