Menyusui, Selamatkan Ibu dari Kanker Payudara

Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto
LAMONGAN, MINGGU – Menyusui dinilai penting untuk kesehatan baik bagi anak dan ibunya. Ketua Gerakan Organisasi Wanita Lamongan, Cicik Rosida Tsalits dalam Sosialisasi Inisiasi Menyusui Dini di Lamongan Minggu (21/12) yang diikuti para wanita dan bidan menyatakan prihatin dengan banyaknya ibu muda yang tidak mau menyusui karena takut payudaranya akan kendor, padahal dengan menyusui juga menyelamatkan ibu dari kanker payudara.
Sementara itu, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, Utami Roesli sebagai pembicara memaparkan beberapa Negara sudah mengenal metode inisiasi menyusui dini (IMD) sejak medio 1987. Namun Indonesia baru mengenal metode IMD dua tahun terakhir.
Utami menyebutkan manfaat dari IMD diantaranya jalinan kasih sayang antara ibu, ayah dan bayi akan lebih baik. Dengan IMD bayi akan mendapat kolostrum yang kaya akan antibody, penting untuk pertumbuhan dan ketahanan infeksi bayi. Bagi ibu, IMD dapat mera ngsang produksi hormon oksitosin yang dapat mengurangi pendarahan, membuat ibu tenang dan rileks serta merangsang pengeluaran ASI, katanya.
Utami menyampaikan pentingnya IMD dilakukan sebab menurut penelitian dengan IMD delapan kali lebih berhasil untuk mensukseskan program enam bulan ASI eksklusif. Yang disiapkan Allah untuk bayi yang baru lahir adalah dada ibunya, bukan incubator. Dada ibu diciptakan untuk memiliki suhu yang lebih hangat dari suhu luar dan bisa menyesuaikan diri dengan suhu yang dibutuhkan bayi atau thermoregulator thermal synchron. Jika suhu dada ibu terlalu dingin untuk bayi, suhu dada ibu akan naik. Demikian pula sebaliknya, papar Utami.
Menurut Utami selama ini banyak orang salah dalam menangani bayi yang baru lahir. Dokter anak senior di RS ST Carolus Jakarta ini menegaskan anak adalah titipan Tuhan untuk ibu, bukan ke bidan. Oleh karena itu ibu-ibu harus minta hak IMD. Metode IMD sanga t sederhana. Bayi begitu lahir diletakkan di dada ibu sehingga ada kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu. Beri waktu selama satu jam bagi bayi untuk mencari sendiri puting ibunya. Dalam usia bayi 20 menit, bayi akan mulai merangkak mencari puting ibun ya dan pada usia 50 menit akan mulai menyusui, katanya.
Namun jika bayi lahir normal langsung dipisahkan dengan ibunya untuk ditimbang, IMD tidak akan bisa dilakukan. Ini juga berarti mengurangi kesuksesan program ASI eksklusif enam bulan. Sebuah penelitian dari Inggris menyebutkan, menunda inisiasi menyusui dapat meningkatkan kematian bayi. Dengan IMD, dapat mengurangi resiko kematian bayi hingga 22 persen. Dan resiko ini akan semakin besar ketika semakin lama menunda permulaan penyusuan, tutur Utami.
Sumber : Kompas
Despite Worries Over Toxins, Breast-Feeding Still Best for Infants
Many mothers who breast-feed have been alarmed and perplexed by reports regarding toxins discovered in breast milk. But a review of data from several studies has found that the benefits of breast-feeding far outweigh these potential risks.
Researchers reviewed data from three studies, among them a Dutch study of 418 infants and mothers, half of whom breast-fed and half of whom used formula; a smaller Dutch study of 38 mothers that assessed the impact of different levels of dioxin exposure; and a German study of 232 mothers and babies who had been exposed to dioxin before birth.
The studies noted minor differences among the exposed babies, such as higher levels of thyroid hormones and lower blood platelet counts, compared to infants who were not exposed to dioxins. But the researchers said these differences did not appear to have any impact on the children’s health and development, and they emphasized that the measures were not abnormal.
At the same time, breast-fed babies scored significantly higher than formula-fed babies on tests of mental development when they were seven months old and again at 18 months, according to the Dutch study.
The review was published in the current issue of Breastfeeding Medicine.
“We are not in a situation where we have to tell people that breast-feeding is going to be a problem. There is no evidence for that — just the contrary,” said Dr. Cheston M. Berlin, an author of the study and a professor of pediatrics and pharmacology at Penn State Hershey Children’s Hospital in Hershey, Penn.
“Breast milk is the best nutritional source for newborn babies up to one year because of its unique composition,” he added.
The journal’s editor, Dr. Ruth Lawrence, said the review was important because many women may have been taken aback by news reports saying that breast milk can be contaminated with chemical pollutants.
“When agencies like the E.P.A. decided to monitor the presence of toxins in the environment through breast milk, people like me said, ’Please don’t do that — it will be misinterpreted’,” Dr. Lawrence said. She noted that there is also a risk of contamination when using baby formula mixed with tap water.
“Babies have to eat,” said Judy LaKind, a risk-assessment specialist and another of the paper’s authors. “What’s consistently been found is that breast-fed babies seem to do better on any number of health-related measures, and that’s been shown over and over again.”
Source : www.nytimes.com
Inisiasi Menyusu Dini, Tekan Kematian Ibu & Bayi
Kamis, 11 Desember 2008 pukul 12:09:00
CORBIS.COMMOTIVASI: Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, Pemerintah provinsi DKI Jakarta gencar memotivasi ibu untuk melaksanakan inisiasi menyusu dini (IMD).JAKARTA– Angka kematian ibu dan bayi di Provinsi DKI Jakarta masih cukup tinggi, sehingga pemerintah provinsi akan lebih serius menjalankan program Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan tujuan utama mengurangi angka kematian ibu dan bayi.
Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Sri Hartati Fauzi Bowo yang juga Ketua Motivator IMD Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan kepada wartawan, di Balaikota, Jakarta, Kamis (11/12), berdasarkan data Pemprov DKI tahun 2003, perbandingan kematian ibu dan dan bayi di DKI masih tergolong tinggi.
Angka kematian ibu dan bayi sebelumnya tercatat 20 kematian per 1.000 kelahiran, kemudian dengan program IMD angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan, sehingga sampai akhir 2008 rasio perbandingan telah menjadi 18 kematian per 1.000 kelahiran.
“Tahun 2009 nanti ditargetkan angka perbandingan bisa ditekan menjadi 10 kematian per 1.000 kelahiran,” kata Tatiek, panggilan akrab Sri Hartati.
Dia juga menambahkan, Pemprov. DKI dalam menjalankan program IMD sudah melakukan sosialisasi, pemantauan dan memberi pelatihan kepada 3.500 kader IMD di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).
“Dengan program ini diharapkan bisa mengurangi angka kematian hingga 23 persen. Kita harapkan pelatihan ini bisa mengurangi angka kematian ibu dan bayi sebesar 23 persen,” tambah istri Gubernur Provinsi DKI Jakarta Fauzi Bowo itu.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan, peran 3.500 kader dalam program IMD ini sangat penting karena memberikan motivasi kepada para ibu yang sedang hamil.
Motivasi tersebut berupa imbauan kepada para ibu hamil agar satu jam pertama setelah proses melahirkan bersedia melakukan IMD bagi bayi mereka dan juga sebaiknya memberikan air susu ibu (ASI) secara langsung selama enam bulan tanpa susu formula.
Menurut Tatiek, program IMD dengan ASI langsung dapat memberikan kesehatan yang lebih baik terhadap bayi dan kebaikan terhadap metabolisme kesehatan ibu.
“Dengan cara ini, rasio angka kematian ibu dan bayi juga akan bisa di kurangi,” katanya. (ant/ri)
Sumber : Republika
-
Archives
- September 2009 (5)
- August 2009 (9)
- July 2009 (5)
- June 2009 (3)
- May 2009 (5)
- April 2009 (7)
- March 2009 (8)
- February 2009 (2)
- January 2009 (7)
- December 2008 (4)
- November 2008 (4)
- October 2008 (16)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
