ASI ( Air Susu Ibu )

- more fresh… HEALTHIER and free -

Persiapkan ASI Berkualitas Sejak Remaja

ASI yang berkualitas diperoleh dari mereka yang sudah mempersiapkan diri dari masa remaja.

Rabu, 7 Desember 2011, 15:11 WIB

Pipiet Tri Noorastuti, Febry Abbdinnah

//

menyusui (inmagine)

//

VIVAnews - Anda mungkin berpikir menyiapkan air susu ibu hanya perlu menjelang persalinan. Nyatanya, pendapat medis mendukung persiapan menyusui sejak dini, bahkan sejak memasuki pubertas.

“ASI yang berkualitas didapatkan dari mereka yang sudah mempersiapkan diri dari masa remaja, ketika pubertas,” ujar Dr dr Saptawati Bardosono, MSc.

Ini untuk menghindari munculnya kendala di masa awal menyusui. Selama ini, banyak ibu yang memproduksi ASI dengan kualitas yang rendah. Bahkan, 15 persen ibu tidak bisa menyusui karena ASI tidak keluar. Padahal, ASI adalah makanan lengkap utama bagi bayi hingga usia enam bulan.

“Banyak faktor dapat terjadi. Bisa karena pertumbuhan kelenjarnya yang tidak baik, atau bahan baku produksi ASI yang kurang. Atau, bisa juga karena puting susunya tidak mau keluar, ini bisa diatasi dengan pijat payudara,” ujarnya.

Pertumbuhan kelenjar payudara dimulai pada saat remaja perempuan menginjak pubertas. “Bisa saja payudara tumbuh besar, tapi hanya merupakan jaringan lemak, bukan kelenjar payudara,” tuturnya.

Kalaupun kelenjar payudara cukup, produksi ASI yang tidak berkualitas masih bisa terjadi ketika payudara tidak memiliki asupan bahan baku untuk memproduksi ASI. “Bahan baku ASI diasup tidak hanya ketika sedang menyusui tetapi ketika dalam persiapan,” kata dia.

Lalu, bagaimana menjaga kesehatan payudara sembari mempersiapkan diri untuk menyusui ketika remaja?

Caranya cukup mudah. Jaga pola makan seimbang sesuai dengan piramida makanan, ditambah gizi mikro. “Saat pubertas, remaja harus mengonsumsi gizi seimbang, makro dan mikro, seperti kalori, protein, karbohidrat, lemak, serta zat besi, kalsium, vitamin A, B, dan C,” ujarnya.

Pada masa pubertas, remaja perempuan umumnya sudah mengalami menstruasi. Untuk menghindari indikasi kurang darah, mereka harus mengonsumsi zat besi. Sebab, kekurangan darah tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga pertumbuhan yang memengaruhi masa depan.

Remaja di masa pubertas juga mengalami pertumbuhan sangat cepat. Itulah mengapa mereka sangat memerlukan kalsium untuk menunjang pertumbuhan sel-sel tubuhnya. “Yang terpenting, asupan yang mereka konsumsi harus lengkap dan bergizi,” kata dia.

Jadi, mulailah memperbaiki asupan gizi lengkap sejak dini untuk mempersiapkan produksi ASI di masa mendatang. (art)

Sumber : VIVAnews

 

About these ads

December 7, 2011 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: