ASI ( Air Susu Ibu )

- more fresh… HEALTHIER and free -

Pemerintah Dituntut Berikan Cuti Menyusui pada Ibu Pekerja

Selasa, 31 Juli 2012 15:43 WIB

 

Go4

AIR susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bayi dalam enam bulan pertama. Lantaran itu, ibu disarankan memberikan ASI eksklusif, tanpa makanan tambahan lain, kepada buah hatinya.

Sayangnya, angka pemberian ASI eksklusif menurun. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) mendata hanya 64,1 persen ibu yang memberikan ASI eksklusif enam bulan pada 2006. Angka itu menurun pada 2007 yaitu 62,2 persen. Penurunan berlanjut pada 2008 hingga ke posisi 56,2 persen.

Salah satu yang menjadi alasan penurunan tersebut yaitu ibu kembali bekerja setelah tiga bulan cuti melahirkan. Padahal pemberian ASI eksklusif enam bulan menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi yang berhubungan dengan infeksi seperti diare dan saluran napas akut.

“Pemberian ASI eksklusif akan semakin baik jika status gizi ibu sewaktu hamil dan menyusui baik, status gizi mikro bayi seperti zat besi, zinc dan vitamin A terpenuhi, dan pemeriksaan rutinbayi di pelayanan kesehatan seperti berat badan dan vaksinasi,” kata Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Dr. Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK, dalam keterangan tulisnya, Selasa (31/7).

Lantaran itu, Tirta meminta pemerintah lebih mendukung dan memberikan perhatian pada ibu-ibu menyusui. Tujuannya, membangun generasi bangsa yang sehat dan cerdas di masa depan.

Namun, tuturnya, pemerintah tampak kurang menyadari posisi ibu menyusui yang berbenturan dengan pilihan kenyataan: memberikan ASI atau tetap bekerja. Sehingga tugas ibu menyusui tak berfungsi optimal.

“Kebanyakan perempuan pekerja tersebut bukan berasal dari kalangan ekonomi kelas menengah atas yang bekerja semata sebagai aktualisasi. Namun mereka berkerja sebagai tuntutan ekonomi keluarga karena suami yang tak memiliki penghasilan  yang memadai,” jelas Tirta.

Tirta menyebutkan sebuah penelitian di Australia menyebutkan alasan ibu menghentikan ASI karena ASInya tak mencukupi, tak diproduksi, puting lecet, dan kembali ke pekerjaan. Pemerintah Australia lalu mengatasi masalah itu dengan memberi jatah cuti maksimal 52 pekan pada ibu menyusui.

Meski tak menerima gaji selama cuti, ibu menyusui tetap menggunakan waktu memberikan ASI pada bayinya. Ada pula aturan yang memberi kelonggaran waktu kerja pada iby menyusui.

Lain lagi dengan Inggris. Di sana, seorang ibu diizinkan mengambil cuti menyusui selama 39 pekan dengan tetap menerima gaji. Sementara di Brasil, ibu bekerja yang menyusui diberi waktu 2,5 jam untuk menyusui bayinya selama enam bulan.

Sementara di Swedia, ibu yang baru melahirkan mendapatkan cuti hingga 18 bulan untuk merawat bayinya. Sedangkan di Republik Ceko ibu mendapat cuti selama 7 bulan (28 minggu).

“Di Indonesia, pemerintah hanya menetapkan cutimelahirkan sesuai UU Tenaga Kerja Nomor 13 tahun 2003 yaitu selama 3 bulan. Cuti menyusui hanya dilakukan oleh sedikit institusi bagi pekerjanya,” kata Tirta.

Dengan masa cuti yang sempit, lanjutnya, kesempatan ibu memberikan ASI eksklusif pun terbatas. Padahal semua orang tahu bahwa ibu yang menyusui memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya.

Lantaran itu, Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi mendesak pemerintah mendukung ASI eksklusif antara lain:
- Mengeluarkan regulasi yang memberi kesempatan kepada ibu pekerja selama pemberian ASI eksklusif untuk cuti menyusui 6 bulan di luar cuti hamil dan melahirkan.
- Membuat regulasi agar ibu menyusui diberi tunjangan menyusui sehingga mampu menyediakan zat gizi untuk keperluan diri ibu dan bayi/anaknya.
- Membuat regulasi yang memberi waktu minimal 2 jam/hari kerja bagi ibu untuk memberi ASI kepada bayi/anaknya.
- Pemerintah dan pemberi kerja membuat program edukasi ASI kepada ibu hamil dan menyusui.
- Mendesak pemerintah untuk segera mensosialisasikan dan menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 tentang Pemberian ASI Eksklusif.

Setiap perempuan dilahirkan dengan kewajiban asasi yang mengharuskannya menjalankan peran dalam reproduksi yang lebih besar daripada mahluk lainnya. Seharusnya, peran itu dihormati dengan proporsi yang semestinya.(Go4/RRN)

Sumber : metrotvnews

About these ads

July 31, 2012 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: