<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ASI ( Air Susu Ibu )</title>
	<atom:link href="http://asiku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asiku.wordpress.com</link>
	<description>- more fresh… HEALTHIER and free -</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Jan 2010 00:05:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='asiku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9cad2480bfd884eced7013b9e1888a79?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ASI ( Air Susu Ibu )</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asiku.wordpress.com/osd.xml" title="ASI ( Air Susu Ibu )" />
		<item>
		<title>Berikan ASI, Bukan Air Susu Ibu Sapi</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com/2009/12/30/berikan-asi-bukan-air-susu-ibu-sapi/</link>
		<comments>http://asiku.wordpress.com/2009/12/30/berikan-asi-bukan-air-susu-ibu-sapi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 00:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiku.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[

Wednesday, 30 December 2009 13:59


Tiap makhluk memiliki karakteristik masing-masing, termasuk bayi manusia. Mengapa bayi  Anda harus diberi susu dari ibu sapi? Hidayatullah.com&#8211;Ide menggunakan botol susu sebagai pengganti ASI merupakan hal yang aneh 80 tahun lalu. Namun sekarang, para wanita harus dibujuk agar mau meninggalkan botol susu dan kembali menyusui anaknya secara alami.
Alasan seperti; wanita ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=613&subd=asiku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>
<div>Wednesday, 30 December 2009 13:59</div>
</div>
</div>
<p>Tiap makhluk memiliki karakteristik masing-masing, termasuk bayi manusia. Mengapa bayi  Anda harus diberi susu dari ibu sapi?<br /> <img class="alignright" src="http://www.hidayatullah.com/images/foto/susu-ibu.jpg" alt="" width="171" height="113" align="right" /><em><strong>Hidayatullah.com&#8211;</strong></em>Ide menggunakan botol susu sebagai pengganti ASI merupakan hal yang aneh 80 tahun lalu. Namun sekarang, para wanita harus dibujuk agar mau meninggalkan botol susu dan kembali menyusui anaknya secara alami.</p>
<p>Alasan seperti; wanita ingin segera kembali bekerja di luar rumah begitu selesai melahirkan, sakit ketika menyusui, atau tidak percaya diri untuk menyusui bayinya, adalah faktor-faktor penyebab berkurangnya jumlah ibu menyusui.</p>
<p>Banyak ahli kedokteran yang selalu mendorong agar para ibu mau memberikan ASI secara alami. Mereka bahkan telah menyodorkan sederet manfaat pemberian ASI, yang baik untuk kesehatan, kecerdasan, dan emosional anak dan ibunya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Manfaat pemberian ASI secara alami bagi ibu, antara lain:</span></p>
<p>1. Tidak memberatkan anggaran belanja. ASI tidak perlu dibeli dengan harga yang sangat mahal seperti susu formula.</p>
<p>2. Menyusui bisa membantu mengurangi berat badan ibu.</p>
<p>3. Ketika bayi menghisap susu ibu, hal itu memicu produksi <em>oxytocin</em> yang bisa membuat rahim berkontraksi sehingga kembali ke ukuran semula.</p>
<p>4. Resiko kanker payudara menurun, sejalan dengan lamanya masa menyusui setiap anak.</p>
<p>5. Ibu akan terlindungi dari penyakit diabetes tipe 2, kanker indung telur, dan depresi, setelah melahirkan (PPD).</p>
<p>6. Kegiatan menyusui memerlukan suasanya tenang, sehingga kontak fisik antara ibu dan bayi menimbulkan rasa nyaman bagi keduanya. Kontak fisik membuat ikatan batin ibu dan anak semakin kuat.</p>
<p>7. ASI tidak merepotkan ibu, karena tidak perlu merebus air dan mensterilkan botol. ASI adalah makanan bayi siap saji.<br /> <span style="text-decoration:underline;"><br /> Manfaat pemberian ASI secara alami bagi bayi, antara lain:</span></p>
<p>1. Ketika bayi menghisap puting ibunya, bukan hanya  susu yang didapat, tapi bayi juga melatih rahangnya. Menyedot puting ibu membantu bayi pada masa transisi dari ASI ke makanan padat.</p>
<p>2. Gerakan menyedot susu ibu juga akan memudahkan si bayi untuk belajar bicara.</p>
<p>3. ASI jauh lebih menyehatkan. <em>Colostrum</em>, yaitu susu pertama yang keluar dari puting ibu, mengandung gizi yang sangat lengkap, protein, dan antibodi. Semuanya itu sangat diperlukan bagi bayi yang belum memiliki sistem pertahanan tubuh mumpuni. Antibodi pada ASI yang tidak dimiliki susu formula melindungi bayi dari berbagai macam infeksi.</p>
<p>4. Bayi terlindungi dari penyakit seperti infeksi telinga, virus-virus di perut, diare, infeksi pernafasan, <em>atopic dermatitis</em>, asma, obesitas, diabetes tipe 1 dan 2, leukimia, sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), penyakit pencernaan.</p>
<p>ASI mengandung jumlah vitamin D dan E lebih banyak daripada susu formula. Penelitian menunjukkan, ASI dua setengah kali lebih ampuh mencegah terjadinya <em>rakhitis</em>.</p>
<p>ASI mengandung mineral yang bermacam dan jumlahnya lebih banyak dari susu formula. Bahkan banyak mineral yang ada pada ASI tidak dimiliki susu formula. Sebut saja <em>selenium</em> dan <em>chromium</em>. <em>Selenium</em> sangat berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara <em>Chromium</em> membantu menyeimbangkan kadar gula dalam darah.</p>
<p>Mineral seperti kalsium, zat besi, dan mangan pada ASI, bisa dengan mudah diserap tubuh. Namun tidak demikian dengan mineral yang ada pada susu formula.</p>
<p>Tidak seperti susu formula, ASI membantu pembentukan bakteri yang bermanfaat seperti <em>Bifido</em>. Bakteri ini menjaga saluran pencernaan bayi dari bakteri berbahaya, serta mencegah terjadinya<em> kolik</em> dan <em>eksema</em>.</p>
<p>Obesitas jarang dijumpai pada bayi yang minum ASI, tidak seperti mereka yang minum susu formula.</p>
<p>ASI juga membuat bayi lebih cerdas, karena DHA yang sangat penting untuk pembentukan otak jumlahnya lebih banyak. Penelitian menunjukkan, bayi ASI mendapatkan nilai 6-10 poin lebih tinggi dalam tes intelejensia dibandingkan bayi-bayi susu formula.</p>
<p>Dan tentunya logika sederhana menyatakan, ASI pasti cocok untuk bayi, karena ASI memang susu untuk anak manusia. Sedangkan susu formula sebenarnya adalah susu sapi yang tentunya paling cocok untuk anak sapi. [<strong>di/bc/illi/</strong></p>
<p><strong>Sumber : <a href="http://www.hidayatullah.com">www.hidayatullah.com</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiku.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiku.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiku.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiku.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiku.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiku.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiku.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiku.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiku.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiku.wordpress.com/613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=613&subd=asiku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiku.wordpress.com/2009/12/30/berikan-asi-bukan-air-susu-ibu-sapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9da8e210ee5bff32f4d4de5b782a899?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hidayatullah.com/images/foto/susu-ibu.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sejuta Manfaat ASI</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com/2009/12/28/sejuta-manfaat-asi/</link>
		<comments>http://asiku.wordpress.com/2009/12/28/sejuta-manfaat-asi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 00:52:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiku.wordpress.com/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Sunday, 27 December 2009				 			 					 			 				SELAIN membantu perkembangan otak,ASI ekslusif juga bagus untuk mempersiapkan sitem pencernaan bayi,karena pada saat lahir pencernaan bayi belum lengkap dan hanya bisa mencerna ASI.
ASI mengandung nutrisi yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain long chain polyunsaturated fatty acid (DHA dan AA) untuk pertumbuhan otak dan retina, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=611&subd=asiku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sunday, 27 December 2009				 			 					 			 				SELAIN membantu perkembangan otak,ASI ekslusif juga bagus untuk mempersiapkan sitem pencernaan bayi,karena pada saat lahir pencernaan bayi belum lengkap dan hanya bisa mencerna ASI.</p>
<p>ASI mengandung nutrisi yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain long chain polyunsaturated fatty acid (DHA dan AA) untuk pertumbuhan otak dan retina, kolesterol untuk myelinisasi jaringan syaraf,taurin untuk neurontransmitter inhibitor dan stabilisator membran, laktosa untuk pertumbuhan otak, koline yang mungkin meningkatkan memori.</p>
<p>ASI juga mengandung lebih dari 100 macam enzim yang membantu penyerapan zat gizi yang terkandung di dalam ASI. Proses menyusui ASI tidak hanya sekadar memberi makan tapi juga mendidik dan memberikan kebutuhan psychososial. Proses menyusui itu merupakan stimulasi bagi pendidikan anak karena ada kontak mata,diajak bicara, dipeluk dan dielus-elus oleh sang ibu. Di luar negeri telah banyak dilakukan penelitian terhadap anak yang menyusui ASI lebih dari setengah abad yang lalu.</p>
<p>Mulai dari Douglas tahun 1950 yang menemukan bahwa anak ASI lebih cepat bisa berjalan,sampai penelitian oleh Lucas (1996) dan Riva (1998) yang menemukan bahwa nilai IQ anak ASI lebih tinggi beberapa poin. Berdasarkan hasil studi Horwood &amp; Fergusson tahun 1998 terhadap 1000 anak berusia 13 tahun di Selandia Baru, tampak kecenderungan kenaikan lama pemberian ASI sesuai dengan peningkatan IQ, hasil tes kecerdasan standar, peningkatan rangking di sekolah dan peningkatan angka di sekolah.</p>
<p>Tidak hanya itu,penelitian lain yang dilakukan di negara yang berbeda pada tahun 2002 juga seiya sekata dengan hasil studi Horwood &amp; Fergusson. Richards dkk di Inggris menemukan bahwa anakanak yang diberi ASI secara bermakna menunjukkan hasil pendidikan yang lebih tinggi. Semua hasil penelitian tersebut menyakinkan manfaat positif memberikan ASI bahwa anak ASI lebih cerdas.</p>
<p>Anak yang diberi ASI akan lebih sehat, IQ lebih tinggi, EQ dan SQ lebih baik bahkan soleh dan soleha. Penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya.</p>
<p>Menurut hasil penelitian itu, yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Circulation, bayi yang diberi ASI berkemungkinan lebih kecil mengidap penyakit jantung. Telah diungkap bahwa keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) yang dengannya tidak mengalami penambahan berat badan berlebihan, merupakan beberapa di antara manfaat ASI bagi jantung.</p>
<p>Selain itu, kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI.Kadar Adiponectinyang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya risiko serangan jantung. Kadar adiponectin yang rendah dijumpai pada orang yang kegemukan dan yang memiliki risiko besar terkena serangan jantung.</p>
<p>Oleh karena itu telah diketahui bahwa risiko terjadinya kelebihan berat badan pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini.Lebih dari itu,mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Leptin dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh.</p>
<p>Sementara itu,pemberian susu formula memang tidak dianjurkan. Bayi yang diberi susu formula terancam obesitas. Kebanyakan susu formula berbasis susu sapi yang mengandung protein jauh lebih banyak dari protein manusia. Kita tahu bahwa hewan cenderung lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan manusia.</p>
<p>Tidak heran sebuah penelitian menyebutkan bahwa bayi yang mendapat ASI tidak segemuk bayi yang mendapat susu formula. Pertumbuhannya lebih bagus dan jarang sakit. Tidak sedikit bayi diare akibat susu formula karena gula susu sapi (laktosa) pada beberapa bayi. Susu formula di pasaran kini banyak mengandung tambahan nutrisi berupa asam lemak seperti AA dan DHA yang dipercaya dapat mencerdaskan anak.</p>
<p>Namun, bayi tidak memiliki kemampuan untuk mencerna semua zat gizi tersebut. Pada bayi produksi enzim belum sempurna untuk dapat mencerna lemak, sedangkan dalam ASI sudah disiapkan enzim lipase yang membantu mencerna lemak, dan enzim ini tidak terdapat pada susu formula atau susu hewan. (rendra hanggara)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/293127/" target="_blank">SINDO</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiku.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiku.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiku.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiku.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiku.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiku.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiku.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiku.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiku.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiku.wordpress.com/611/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=611&subd=asiku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiku.wordpress.com/2009/12/28/sejuta-manfaat-asi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9da8e210ee5bff32f4d4de5b782a899?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sadar ASI Eksklusif Belum Meluas</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com/2009/12/23/sadar-asi-eksklusif-belum-meluas/</link>
		<comments>http://asiku.wordpress.com/2009/12/23/sadar-asi-eksklusif-belum-meluas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 01:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiku.wordpress.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[  Rabu, 23 Desember 2009 &#124; 03:44 WIB
Jakarta, Kompas &#8211; Kesadaran kaum ibu, baik di perkotaan maupun pedesaan, untuk memberikan ASI eksklusif kepada anaknya pada usia 0-6 bulan belum meluas. Promosi susu formula melalui iklan di berbagai media massa dan pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini menjadi dua hambatan utama pemberian ASI eksklusif.
Ketua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=609&subd=asiku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- end judul + lead --> <!-- end headline --> <!-- isi berita -->Rabu, 23 Desember 2009 | 03:44 WIB</p>
<p>Jakarta, Kompas &#8211; Kesadaran kaum ibu, baik di perkotaan maupun pedesaan, untuk memberikan ASI eksklusif kepada anaknya pada usia 0-6 bulan belum meluas. Promosi susu formula melalui iklan di berbagai media massa dan pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini menjadi dua hambatan utama pemberian ASI eksklusif.</p>
<p>Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Mia Sutanto mengemukakan hal itu dalam diskusi AIMI, Senin (21/12) di Jakarta. ”Susu formula dan makanan pendamping ASI berisiko tinggi bagi bayi karena sistem pencernaan mereka masih lemah dan rentan bakteri,” ujarnya.</p>
<p>Susu formula berisiko terhadap kesehatan karena tidak ada jaminan 100 persen bebas bakteri sejak proses pemerasan hingga dikonsumsi. ”Tetapi, kalau ASI, kan langsung dari ibu ke anaknya,” kata Mia.</p>
<p>Wakil Ketua AIMI Nia Umar menambahkan, kaum ibu kerap memberikan makanan tambahan, seperti bubur lembut, karena merasa persediaan ASI-nya tidak mencukupi. Bisa jadi persediaan ASI-nya sebenarnya masih banyak, tetapi karena perawatan kurang tepat, ASI jadi berkurang.</p>
<p>Mia mengakui, kondisi untuk menyusui di Indonesia belum ideal. Selain kurang optimalnya dukungan pemerintah, ketersediaan fasilitas ruangan untuk menyusui (nursery room) di tempat umum atau perkantoran juga masih minim. ”Payung hukumnya sudah ada, tetapi pelaksanaannya belum,” kata Mia.</p>
<p>Jika dukungan pemerintah kuat, kampanye sosialisasi ASI akan lebih mudah, terutama ke posyandu melalui konselor laktasi (proses menyusui mulai dari produksi ASI hingga proses bayi mengisap dan menelan ASI). Lagi pula untuk mencegah gizi buruk dan kematian ibu melahirkan dan bayi, ASI eksklusif ialah cara termudah, termurah, dan terbaik.</p>
<p>Beranggotakan 4.800 orang, AIMI berharap bisa mendorong pemerintah berpihak kepada ASI eksklusif dan menekan konsumsi susu formula. ”Susu formula masih sampai pedesaan, apalagi ketika terjadi bencana. Sayangnya banyak posyandu justru mendukung pemberian susu formula. Masyarakat harus tahu risiko susu formula dan bukan hanya kelebihannya,” kata Nia. (LUK)</p>
<p>Sumber : <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/23/03441984/sadar.asi.eksklusif.belum.meluas" target="_blank">Kompas</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiku.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiku.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiku.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiku.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiku.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiku.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiku.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiku.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiku.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiku.wordpress.com/609/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=609&subd=asiku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiku.wordpress.com/2009/12/23/sadar-asi-eksklusif-belum-meluas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9da8e210ee5bff32f4d4de5b782a899?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemberian ASI Menuntut Peran Laki-laki</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com/2009/12/22/pemberian-asi-menuntut-peran-laki-laki/</link>
		<comments>http://asiku.wordpress.com/2009/12/22/pemberian-asi-menuntut-peran-laki-laki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 08:33:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiku.wordpress.com/2009/12/22/pemberian-asi-menuntut-peran-laki-laki/</guid>
		<description><![CDATA[ 

Selasa, 22 Desember 2009 &#124; 04:10 WIB
Luki Aulia
Salah satu masalah kesehatan yang cukup menonjol di Nusa Tenggara Timur adalah tingginya angka kematian bayi dan kasus gizi buruk. Kuncinya ternyata terletak pada perilaku ibu.
Bayi mestinya mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan. Selama masa itu, bayi sebaiknya tidak mendapat makanan tambahan. Idealnya, bayi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=608&subd=asiku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- end headline --> <!-- isi berita --></p>
<div>
<p>Selasa, 22 Desember 2009 | 04:10 WIB</p>
<p><strong>Luki Aulia</strong></p>
<p>Salah satu masalah kesehatan yang cukup menonjol di Nusa Tenggara Timur adalah tingginya angka kematian bayi dan kasus gizi buruk. Kuncinya ternyata terletak pada perilaku ibu.</p>
<p>Bayi mestinya mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan. Selama masa itu, bayi sebaiknya tidak mendapat makanan tambahan. Idealnya, bayi mendapatkan ASI selama dua tahun.</p>
<p>Namun, kesulitan hidup menyebabkan ibu-ibu harus segera pergi ke ladang membantu perekonomian keluarga. Bayi yang baru berumur dua atau tiga bulan pun ditinggalkan dan terpaksa mendapat makanan tambahan selain ASI.</p>
<p>”Bayi yang baru berumur empat bulan sudah dikasih air putih atau bubur encer. Ini tidak benar,” kata Yakobus Mali (56), salah seorang kader posyandu laki-laki di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>Bukan cuma Mali yang menjadi kader posyandu laki-laki. Di desa tersebut setidaknya ada delapan kader posyandu laki-laki yang bekerja secara sukarela. Mereka merasa tergerak untuk mengampanyekan pemanfaatan ASI demi menurunkan angka kematian bayi dan menekan jumlah kasus bayi gizi buruk.</p>
<p><strong>Sangat paham</strong></p>
<p>Bukan cuma semangat yang mendasari kader posyandu laki-laki mengampanyekan penggunaan ASI. Mereka juga sangat paham, menjelaskan bagaimana cara memberikan ASI yang baik bagi bayi.</p>
<p>Dalam sesi tanya jawab, misalnya, seorang bidan pelatih mengatakan, ”Agar ASI lancar, posisi dan perlekatannya harus benar. Dagu bayi harus menempel di payudara.” Sri Budiati, bidan Puskesmas Wedhi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sengaja didatangkan ke Kabupaten Belu, awal Desember lalu.</p>
<p>Ia kembali mengingatkan pentingnya ASI bagi bayi dan posisi menyusui dengan memasukkan sebagian besar areola (lingkaran berwarna gelap di sekitar puting) ke dalam mulut bayi agar banyak ASI yang keluar. ASI dibentuk di dalam kelenjar-kelenjar susu, jauh di dalam payudara, yang dibawa saluran-saluran kecil ke areola. ”Kalau hanya mengisap puting, ASI tidak banyak keluar,” kata Sri.</p>
<p>Foto-foto mengenai posisi dan peletakan menyusui pun diedarkan agar lebih jelas. ”Saya ingin bantu ibu-ibu dan posyandu timbang dan data bayi. Saya bisa ajari ibu-ibu cara gendong bayi,” kata Bene yang telah menjadi kader posyandu sejak dua tahun lalu.</p>
<p>Bagi Bene, menjadi kader posyandu awalnya sangat sulit. Tidak ada ibu-ibu di Desa Halimodok, tempatnya tinggal, yang percaya kepadanya. Bukan hanya karena Bene berjenis kelamin laki-laki, tetapi juga karena ia dianggap masih kecil, baru 16 tahun saat itu. Meski tidak dipercaya, setiap bulan Bene tetap berkeliling desa mengajak kaum ibu datang ke posyandu. Banyak yang menolak dengan alasan harus ke ladang dari pagi hingga sore hari.</p>
<p>”Saya tetap tunggu di posyandu sampai jam 11. Sedikit yang datang, tetapi itu dulu. Sekarang sudah banyak yang datang,” kata Bene yang sudah lima kali mengikuti pelatihan mengenai kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>Mali juga hanya ingin membantu posyandu agar kaum ibu fokus memberi ASI saja kepada anaknya sampai enam bulan. Mali geregetan setiap kali melihat kaum ibu yang memberi makanan atau minuman kepada bayinya yang baru berusia empat bulan. ”Orangtua sudah kasih makan bubur atau minum air putih. Ini salah satu yang jadi pengaruh anak gizi buruk,” kata Mali.</p>
<p><strong>Kurang gizi</strong></p>
<p>Khusus untuk di Belu, materi pelatihan yang disampaikan lebih fokus pada pentingnya ASI, fungsi ASI, dan kerugian susu formula. Pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan dan pemberian makanan tambahan pada anak kurang dari dua tahun terbukti dapat mengurangi kematian anak balita. Communication Specialist Unicef Indonesia Lely Djuhari mengatakan, sejak tahun 2007 dinas kesehatan provinsi dan kabupaten, Kemitraan Australia dan Indonesia, serta Unicef mengampanyekan ASI eksklusif sebagai program minim biaya dan dampak tinggi dalam menangani masalah kurang gizi di NTT.</p>
<p>Prevalensi bayi gizi kurang di Kabupaten Belu merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi kurang gizi kronis (stunting atau tubuh pendek) di Belu mencapai 43,4 persen.</p>
<p>Di NTT, prevalensi bayi gizi buruk mencapai 9,4 persen atau lebih tinggi dari angka nasional yang hanya 5,4 persen. Adapun prevalensi bayi gizi kurang di NTT mencapai 24,2 persen atau lebih tinggi dari prevalensi nasional yang hanya 24,2 persen.</p>
<p>”Sejak ada pelatihan ASI tahun 2007, masyarakat sudah tahu harus menyusui sampai enam bulan. Anak kurang gizi mulai berkurang. Apalagi setelah ada pengetahuan tentang inisiasi menyusui dini. Sekarang setiap kali ada bayi baru lahir langsung inisiasi menyusui dini, terutama yang melahirkan di puskesmas,” kata Rambu, bidan Puskesmas Wedomu, Desa Manleten.</p>
<p>Namun, lebih dari itu, pemberian ASI eksklusif sulit terwujud jika tidak disertai kesadaran suami. Suami mestinya jangan membiarkan istrinya ke ladang ketika bayinya belum berumur enam bulan. Dengan demikian, bayi bisa mendapatkan ASI eksklusif dan kasus gizi buruk bisa ditekan.</p>
</div>
<p>Sumber : <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/22/04104633/pemberian.asi.menuntut.peran.laki-laki" target="_blank">Kompas</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiku.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiku.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiku.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiku.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiku.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiku.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiku.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiku.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiku.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiku.wordpress.com/608/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=608&subd=asiku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiku.wordpress.com/2009/12/22/pemberian-asi-menuntut-peran-laki-laki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9da8e210ee5bff32f4d4de5b782a899?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air Susu Ibu, 20 Kali Lebih Hebat</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com/2009/12/14/air-susu-ibu-20-kali-lebih-hebat/</link>
		<comments>http://asiku.wordpress.com/2009/12/14/air-susu-ibu-20-kali-lebih-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 15:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiku.wordpress.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[


ASI makanan terbaik bagi bayi.




 


Senin, 14 Desember 2009 &#124; 17:20 WIB
KOMPAS.com &#8211; Pemberian ASI secara eksklusif dan optimal akan membuat bayi tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Bagaimana tidak? ASI mengandung 200 zat gizi dan memberikan kekebalan buat bayi 20 kali lipat.
Menurut Dr. Utami Rusli, Sp.A. MBA IBCLC, spesialis anak di RS St. Carolus Jakarta, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=601&subd=asiku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>
<div id="loadarea"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/21/155024p.jpg" border="0" alt="" width="298" /></div>
<div id="boxtitle">ASI makanan terbaik bagi bayi.</div>
</div>
<p><!--- video --></p>
<div id="boxterkait"><strong></strong></div>
<div>
<div><a href="http://www.gayahidupsehatonline.com/" target="_blank"> </a></div>
</div>
</div>
<div>Senin, 14 Desember 2009 | 17:20 WIB</div>
<p><strong>KOMPAS.com &#8211; </strong>Pemberian ASI secara eksklusif dan optimal akan membuat bayi tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Bagaimana tidak? ASI mengandung 200 zat gizi dan memberikan kekebalan buat bayi 20 kali lipat.</p>
<p>Menurut Dr. Utami Rusli, Sp.A. MBA IBCLC, spesialis anak di RS St. Carolus Jakarta, di dalam ASI terkandung lebih dari 200 unsur zat yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan bayi. Zat-zat itu antara lain putih telur, lemak, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, hormon pertumbuhan, berbagai enzim, zat kekebalan, dan lain-lain.</p>
<p>Sayang sekali masih banyak orang yang tidak paham betul bahwa ASI memiliki nilai yang tiada tandingannya dibandingkan dengan susu formula atau makanan tambahan lain. Kenyataan ini mesti disosialisasikan secara lebih gencar dan terus-menerus.</p>
<p>Kelebihan ASI pertama-tama terletak pada kekhususannya. Susu kuda sangat cocok untuk bayi kuda, susu jerapah bagi bayi jerapah. Bayi manusia juga akan jauh lebih baik jika diberi susu yang paling cocok, yakni ASI, bukan susu hewan.</p>
<p>Karena itu, ASI sering kita kenal dengan sebutan ASI eksklusif (<em>exclusive breast feeding</em>). Selain khusus karena berasal dari spesies yang sama, yakni manusia, kandungan ASI bisa menyesuaikan kebutuhan bayi dengan perkembangan usianya.</p>
<p>ASI yang keluar saat kelahiran sampai hari ke-4 atau ke-7 disebut kolostrum. ASI yang keluar di hari ke-7 sampai ke-10 atau ke-14 setelah kelahiran disebut ASI transisi. ASI yang keluar sesudah hari ke-14 kelahiran disebut ASI matang. Komposisi gizi ketiga jenis ASI tersebut masing-masing berbeda.</p>
<p>“Bahkan terdapat perbedaan komposisi ASI dari menit ke menit,” tutur Ketua Pemasyarakatan Pemberian ASI Eksklusif RS St. Carolus Jakarta ini. Misalnya saja kandungan lemak pada ASI saat bayi berumur 3-5 hari adalah 1,85 g/dl. Pada saat usia bayi 15-18 hari, kandungan lemak itu menjadi 3,06 g/dl.</p>
<p><strong>30 Menit Setelah Lahir </strong><br />
Pada hari pertama setelah melahirkan, kandungan gizi ASI sangat tinggi. Dr. Utami pun selalu menganjurkan agar selambatnya 30 menit atau setengah jam setelah lahir, bayi harus segera disusui ibunya. Pada saat itu susu ibu menghasilkan kolostrum, susu jolong, atau susu awal yang warnanya kekuningan dan encer.</p>
<p>Kolostrum ini kaya zat gizi dan antibodi yang berfungsi untuk melindungi bayi dari infeksi. Kolostrum akan muncul lagi 30 jam kemudian. Itu artinya kalau bayi tidak segera mendapat kolostrum pertama, dia kehilangan zat bergizi tinggi dari ibunya.</p>
<p>Walaupun bayi masih punya kesempatan untuk mendapatkannya, produksi kolostrum selanjutnya hanya 30 mililiter sehari. Itu artinya, kolostrum diproduksi hanya satu mililiter dalam satu jam.</p>
<p>Tentu saja ini sangat kurang. Padahal, kolostrum mengandung protein, mineral, serta vitamin A, E, dan B12. Bahkan kolostrum mengandung lebih sedikit lemak dan gula dibandingkan dengan ASI yang diproduksi pada hari-hari berikutnya.</p>
<p>Secara fungsional, kolostrum berperan membersihkan air empedu dan mucus (meconium) pada saluran pencernaan bayi. Ini sangat penting karena pada masa sesudah kelahiran, bayi sangat rentan terhadap infeksi dan lingkungan yang sangat baru baginya. Kolostrum juga akan menghilangkan rasa lapar pada bayi baru lahir tanpa harus disertai asupan gula atau susu formula.</p>
<p>Menurut Dr. Utami, ASI yang keluar pada lima menit pertama dinamakan <em>foremilk</em>. Komposisinya berbeda dengan ASI yang keluar kemudian atau <em>hindmilk</em>. <em>Foremilk </em>lebih encer, mengandung protein tinggi dan karbohidrat rendah.</p>
<p>Sementara <em>hindmilk </em>mengandung karbohidrat tinggi, protein rendah, dan kandungan lemaknya 4-5 kali lebih banyak dibandingkan dengan <em>foremilk</em>. <em>Hindmil</em>k inilah yang mengenyangkan bayi.</p>
<p><strong>Warisan Zat Kebal</strong><br />
Selain mengenyangkan, kolostrum mengandung zat immunoglobulin atau kekebalan. Jenis protein yang bertugas memerangi infeksi dalam tubuh itu tidak dimiliki oleh susu hewan. Kandungan zat ini dalam kolostrum sekitar 10 hingga17 kali lebih banyak daripada di dalam ASI matang. Itu sebabkan bayi yang mendapat ASI secara optimal memiliki kekebalan tubuh 15 sampai 20 kali lebih baik.</p>
<p>Sebenarnya tubuh bayi sudah mulai membuat antibodi sendiri segera setelah dilahirkan. Namun, antibodi itu baru akan mencapai puncak kekuatannya pada usia bayi sembilan sampai 12 bulan.</p>
<p>Karena itu, ASI merupakan antibodi bantuan yang paling kuat bagi pertumbuhan awal si bayi. Terlebih lagi karena ASI ternyata mengandung berjuta-juta sel darah putih yang bermanfaat untuk membunuh kuman jahat dalam usus bayi.</p>
<p>Kandungan zat kekebalan ini benar-benar menakjubkan. Kekebalan tubuh ibu-ibu terhadap berbagai penyakit akan diturunkan pada bayinya lewat ASI. Seandainya ada seorang ibu mempunyai zat kekebalan terhadap lima penyakit, bayinya juga akan memperoleh warisan yang sama.</p>
<p>Efektivitas pemanfaatan ASI akan terasa sekali bila yang menyusui bayi itu adalah ibunya sendiri. Bila dua orang ibu melahirkan dan bayinya tertukar, ASI yang diberikan oleh keduanya tidak akan cocok walaupun tak memiliki efek samping pada bayi.</p>
<p><strong>Enam Bulan Pertama </strong><br />
Mengingat ASI adalah makanan yang paling cocok bagi bayi, WHO menganjurkan agar selama usia 0 sampai enam bulan bayi hanya diberi ASI sebagai menu utama dan satu-satunya. Anjuran ini sangat beralasan karena selain setipe dan memiliki zat kekebalan, kandungan ASI juga bisa mencerdaskan bayi.</p>
<p>Di dalam ASI terdapat taurine yang sangat penting dalam proses pembentukan sel-sel otak, sel-sel saraf, dan retina. Taurine adalah asam amino yang digunakan untuk membantu penyerapan lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Taurine juga membantu mengatur detakan jantung, menstabilkan membran sel, dan memelihara kelangsungan sel-sel otak.</p>
<p>Selain itu, taurine juga mengandung lemak rantai panjang. Lemak inilah cikal bakal pembentuk Arachidonic Acid (ARA) atau asam linoleat (omega-6) dan Docosa Hexaenoic Acid (DHA) atau asam alfa-linolenat (omega-3). Kedua bahan ini diketahui amat berguna dalam perkembangan sistem saraf otak dan indra penglihatan. Dr. Utami menegaskan bahwa DHA dan ARA ini tidak terdapat dalam susu sapi atau susu hewan lain.</p>
<p>Walaupun dalam susu formula (susu sapi yang dibuat dengan tambahan bahan lain) dikatakan dilengkapi DHA dan ARA, penyerapan pencernaan bayi tidak akan optimal, hanya sekitar 20 persen. Padahal, DHA dan ARA yang terdapat dalam ASI bisa diserap oleh pencernaan bayi sebanyak 100 persen dengan bantuan enzim lipase.</p>
<p>Optimalnya penyerapan DHA dan ARA itu membuat perkembangan otak bayi semakin maksimal. Kecerdasannya akan terus meningkat, apalagi bila sampai usia 12 bulan ia masih diberi ASI, selain makanan tambahan lain yang bemanfaat.</p>
<p><strong>Sehat Jiwa Raga</strong><br />
Manfaat ASI tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Efek pada kesehatan jiwa juga ada. Dr. Utami menyatakan bahwa pemberian ASI eksklusif merupakan bagian dari pendidikan anak. ASI tidak hanya mencerdaskan anak dari segi otak, tetapi juga hati dan spiritualitas.<br />
Walaupun masih perlu penelitian lanjut terhadap kesimpulan itu, uraian sementara ini bisa membantu menjelaskan konsep tersebut. Saat berada dalam kandungan, bayi seolah berada dalam surga yang sungguh menyejukkan dan menenteramkan.</p>
<p>Air ketuban yang silih berganti karena selalu mengalami siklus bagaikan usapan lembut, rahim tempat bayi tidur melindunginya dari bahaya, detak jantung ibu bagaikan senandung merdu yang meninabobokan dia, dan napas ibu seolah ayunan yang menimangnya. Suasana ini benar-benar nyaman dan tiada duanya bagi bayi.</p>
<p>Sewaktu lahir, bayi benar-benar merasa terkejut dengan dunia yang lain sama sekali dengan yang ia rasakan sebelumnya. Banyak hal asing harus dihadapinya. Satu-satunya yang bisa dipercaya adalah sang ibu. Karena itu, menyusui menjadi terapi yang sangat tepat untuk mengembalikan suasana yang dirasakan bayi selama ada dalam kandungan.</p>
<p>Dekapan dan elusan lembut sang ibu saat menyusui membuat bayi merasa aman dan tenteram. Ketenteraman itu ikut mendukung pertumbuhan sang bayi dengan lebih baik.</p>
<p>“Apalagi bila sang ibu membacakan kata-kata bijak seperti dari kitab suci. Bayi akan semakin bertumbuh sesuai harapan sang ibu, menjadi anak baik dan saleh,” tutur Dr. Utami.<strong> @ Abd</strong></p>
<p><strong>Sumber : <a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/12/14/17203189/air.susu.ibu.20.kali.lebih.hebat" target="_blank">Kompas</a><br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiku.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiku.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiku.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiku.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiku.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiku.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiku.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiku.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiku.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiku.wordpress.com/601/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=601&subd=asiku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiku.wordpress.com/2009/12/14/air-susu-ibu-20-kali-lebih-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9da8e210ee5bff32f4d4de5b782a899?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/21/155024p.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ASI Pacu Kecerdasan Anak</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com/2009/11/24/asi-pacu-kecerdasan-anak/</link>
		<comments>http://asiku.wordpress.com/2009/11/24/asi-pacu-kecerdasan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 15:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiku.wordpress.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[


shutterstock.com


Selasa, 24 November 2009 &#124; 15:48 WIB
KOMPAS.com &#8211; Pemenuhan nutrisi yang cukup merupakan syarat utama dalam tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan otaknya. Kekurangan gizi akan menurunkan mutu otak seorang manusia. Oleh sebab itu, bayi butuh makanan yang baik kualitasnya maupun kuantitasnya.
Komponen utama pembentuk otak adalah lemak dan bahan baku untuk membentuk sel-sel saraf baru di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=603&subd=asiku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>
<div id="loadarea"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/11/1023445p.jpg" border="0" alt="" width="298" /></div>
<div id="boxpoto"><a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/11/24/15481727/asi.pacu.kecerdasan.anak#">shutterstock.com</a></div>
</div>
<p><!--- video --></div>
<div>Selasa, 24 November 2009 | 15:48 WIB</div>
<p><strong>KOMPAS.com &#8211; </strong>Pemenuhan nutrisi yang cukup merupakan syarat utama dalam tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan otaknya. Kekurangan gizi akan menurunkan mutu otak seorang manusia. Oleh sebab itu, bayi butuh makanan yang baik kualitasnya maupun kuantitasnya.</p>
<p>Komponen utama pembentuk otak adalah lemak dan bahan baku untuk membentuk sel-sel saraf baru di dalam otak adalah protein. Air susu ibu (ASI) sebagai makanan utama bayi kaya akan asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda yang berpengaruh penting dalam otak dan kecerdasan. Tak heran bila bayi yang mendapat ASI lebih cerdas.</p>
<p>Dalam studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas Colorado, AS terhadap 126 kakak beradik dari 59 keluarga diketahui anak yang mendapat ASI cenderung memiliki nilai akademis lebih baik dibanding yang tidak mendapat ASI.</p>
<p>&#8220;Anak yang semasa kecilnya mendapat ASI cenderung lebih cerdas dan lebih sehat, sehingga nilai akademis mereka di sekolah lebih baik,&#8221; kata peneliti, Daniel Rees, Ph.D.</p>
<p>Penelitian ini merupakan yang pertama yang menggunakan data dengan responden kakak beradik dengan mengesampingkan faktor lain, seperti sosial ekonomi, lingkungan keluarga, dan intelektual orangtua.</p>
<p>Sumber : <a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/11/24/15481727/asi.pacu.kecerdasan.anak" target="_blank">Kompas</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiku.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiku.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiku.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiku.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiku.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiku.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiku.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiku.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiku.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiku.wordpress.com/603/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=603&subd=asiku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiku.wordpress.com/2009/11/24/asi-pacu-kecerdasan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9da8e210ee5bff32f4d4de5b782a899?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/11/1023445p.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ayo, Lakukan Persiapan Menyusui</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com/2009/09/15/ayo-lakukan-persiapan-menyusui/</link>
		<comments>http://asiku.wordpress.com/2009/09/15/ayo-lakukan-persiapan-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 07:02:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiku.wordpress.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[


shutterstock


/


Selasa, 15 September 2009 &#124; 10:35 WIB
KOMPAS.com &#8211; Setiap ibu berpotensi menyusui bayinya. Karena itu, persiapkan sejak dini agar payudara tetap sehat dan prima dalam menjalankan fungsinya kelak.
Payudara milik perempuan sesungguhnya merupakan sarana untuk menyusui bayinya. Oleh sebab itu, setiap calon ibu sebaiknya mempersiapkan diri jauh sebelum kelahiran agar buah hati mendapatkan tetesan ASI yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=599&subd=asiku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="width:300px;float:left;margin-right:10px;">
<div style="width:298px;padding:0 0 5px;">
<div id="loadarea" style="margin-bottom:5px;width:298px;"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/15/1035172p.jpg" border="0" alt="" width="298" /></div>
<div id="boxpoto" style="margin-bottom:0;text-align:right;font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;line-height:normal;color:#666666;"><a style="font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;line-height:normal;color:#666666;text-decoration:none;" href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/15/10352662/ayo.lakukan.persiapan.menyusui.#">shutterstock</a></div>
</div>
<p><!--- video --></p>
<div id="boxpoto" style="margin-bottom:0;text-align:right;font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;line-height:normal;color:#666666;"><a style="font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;line-height:normal;color:#666666;text-decoration:none;" href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/15/10352662/ayo.lakukan.persiapan.menyusui." target="_blank">/</a></div>
<div id="boxterkait" style="width:300px;background-color:#ffffff;margin-bottom:20px;"><strong></strong></div>
</div>
<div>Selasa, 15 September 2009 | 10:35 WIB</div>
<p><strong>KOMPAS.com &#8211; </strong>Setiap ibu berpotensi menyusui bayinya. Karena itu, persiapkan sejak dini agar payudara tetap sehat dan prima dalam menjalankan fungsinya kelak.</p>
<p>Payudara milik perempuan sesungguhnya merupakan sarana untuk menyusui bayinya. Oleh sebab itu, setiap calon ibu sebaiknya mempersiapkan diri jauh sebelum kelahiran agar buah hati mendapatkan tetesan ASI yang berharga itu.</p>
<p>&#8220;Mempersiapkan kehamilan yang sehat harus dimulai sebelum menikah lewat pemeriksaan pra nikah.  Bila sejak hamil ibu sehat, persalinannya sehat, ASI pun akan keluar,&#8221; kata dokter Achmad Mediana, Sp.OG dari rumah sakit Gandaria, Jakarta.</p>
<p>Untuk dapat menyusui dengan baik, persiapan ASI sudah dimulai sejak kehamilan 8 minggu. Pada masa ini terjadi perubahan pada payudara, yaitu payudara menjadi lebih besar, lebih padat, gambaran pembuluh darah merah lebih jelas dan terkadang agak sakit.</p>
<p>Karena itu sebaiknya ibu mulai mengganti kutangnya agar bisa menyangga payudara dengan baik. Hati-hati, jangan kekecilan karena dikhawatirkan akan menekan dan mengganggu saluran ASI, sehingga menghambat produksi ASI kelak.</p>
<p>Lakukan pula persiapan agar puting susu lentur, kuat, dan tidak tersumbat. Persiapan ini dilakukan setiap hari sejak kehamilan 7 bulan. Caranya adalah dengan mengompres puting susu selama 2-3 menit dengan kompres dibasahi minyak atau baby oil. Tarik dan putar puting susu ke arah luar serta pijat daerah sekitar puting untuk membuka saluran susu.</p>
<p>Untuk memudahkan proses menyusui ibu hamil juga bisa mengikuti kursus manajemen laktasi di sentra-sentra laktasi yang ada di rumah sakit.</p>
<p>Selama hamil, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, menjauhi asap rokok, alkohol, atau kopi karena bisa mengurangi daya serap usus untuk menyerap kalsium dan zat besi.</p>
<p>Setelah persalinan, sebaiknya ASI perkenalkan sedini mungkin melalui proses IMD (inisiasi menyusu dini). Menurut dr. Utami Roesli Sp.A dari Sentra Laktasi Indonesia, kontak antara kulit ibu dan kulit bayi segera setelah lahir dan menyusu sendiri dalam satu jam pertama kehidupan bayi sangatlah penting.</p>
<p>&#8220;Bayi juga akan mendapat kolostrum, cairan emas kaya antibodi dan zat-zat penting untuk kelangsungan hidup bayi,&#8221; katanya. Sentuhan dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnya oksitosin yang penting untuk menyebabkan rahim berkontraksi sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan pada ibu.</p>
<p>Sentuhan itu juga merangsang hormon lain yang membuat ibu jadi tenang, relaks dan mencintai bayi, serta merangsang pengaliran ASI dari payudara.</p>
<p>Bila ASI belum keluar, ibu tidak perlu khawatir. &#8220;Bisa saja setelah 2-3 hari ASI baru keluar dan bayi tidak akan kelaparan meski tanpa makanan atau minuman karena ia masih punya cadangan makanan di tubuhnya,&#8221; kata Achmad.</p>
<p>Untuk merangsang pengeluaran ASI, ibu dan bayi sebaiknya menginap dalam satu ruangan yang sama di rumah sakit <em>(rooming in</em>). Meski air susu belum keluar, kontak kulit yang dilakukan ibu kepada bayi akan memperbesar peluang keluarnya ASI.</p>
<p>&#8220;Yang terpenting adalah mengubah <em>mindset</em> para ibu bahwa ia harus yakin bisa menyusui. ASI itu dibuatnya dari otak ibu, karena itu ibu harus siap dan yakin bisa,&#8221; papar Achmad. &#8220;Dari zaman nabi pun setiap bayi mendapat makanan dari ASI, mengapa sekarang kita repot-repot memberi susu formula,&#8221; katanya.</p>
<p>Sumber : <a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/15/10352662/ayo.lakukan.persiapan.menyusui." target="_blank">Kompas</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiku.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiku.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiku.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiku.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiku.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiku.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiku.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiku.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiku.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiku.wordpress.com/599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=599&subd=asiku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiku.wordpress.com/2009/09/15/ayo-lakukan-persiapan-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9da8e210ee5bff32f4d4de5b782a899?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/15/1035172p.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pemberian ASI Eksklusif Tak Bisa Dibantah</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com/2009/09/11/pemberian-asi-eksklusif-tak-bisa-dibantah/</link>
		<comments>http://asiku.wordpress.com/2009/09/11/pemberian-asi-eksklusif-tak-bisa-dibantah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiku.wordpress.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[



Artikel Terkait:

Peduli ASI, Tolak Pengesahan RUU Kesehatan



Jumat, 11 September 2009 &#124; 11:38 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang akan disahkan dalam sidang paripurna tanggal 15 September 2009 tampaknya tak akan mengalami perubahan. Padahal, beberapa pasal di dalamnya masih menuai kontroversi. Salah satunya adalah pasal 88 yang mengatur pemberian air susu ibu (ASI) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=597&subd=asiku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="width:300px;float:left;margin-right:10px;">
<div style="width:298px;padding:0 0 5px;">
<div id="loadarea" style="margin-bottom:5px;width:298px;"><img src="http://ctunnel.com/index.php/1010110A/3ccadec88244224f4a65aef87bad32167e00bb9b6eee05239b5d756cfe0e5ced8eab18e7d29ec2779117b536bae8240f9cff727daa0216012" border="0" alt="" width="298" /></div>
</div>
<div id="boxterkait" style="width:300px;background-color:#ffffff;margin-bottom:20px;"><strong>Artikel Terkait:</strong></p>
<ul id="navlist">
<li><a href="http://ctunnel.com/index.php/1010110A/3ccadec88258304b0166a0e16aa26f537202a6d579a1122dd9026f66eb055ca7d3f70efad296d4699000ab34baf4220b99be6826ef503839f40db36a203c08e9a32eeeedc4e5d516b4e8e780c68f3a9d35c65a22d66080b22810fc464852a4ca16012">Peduli ASI, Tolak Pengesahan RUU Kesehatan</a></li>
</ul>
</div>
</div>
<div>Jumat, 11 September 2009 | 11:38 WIB</div>
<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com</strong> &#8211; Draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang akan disahkan dalam sidang paripurna tanggal 15 September 2009 tampaknya tak akan mengalami perubahan. Padahal, beberapa pasal di dalamnya masih menuai kontroversi. Salah satunya adalah pasal 88 yang mengatur pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif pada bayi.</p>
<p>Dalam Pasal 88 RUU Kesehatan disebutkan, setiap bayi berhak mendapat air susu ibu eksklusif minimal selama 6 bulan kecuali dalam hal kedaruratan medis. Selama ibu memberi ASI, pihak keluarga, pemerintah dan masyarakat harus mendukung penuh berupa penyediaan waktu dan fasilitas khusus pada ibu untuk memberi ASI pada bayinya di tempat kerja dan sarana umum.</p>
<p>Menurut dr.Achmad Mediana, Sp.OG dari Perkumpulan Perinatologi Indonesia, indikasi darurat medis bisa sangat beragam. &#8220;Kondisi seperti apa yang disebut darurat medis, apakah puting lecet, kanker payudara, atau ibu memakai narkoba,&#8221; katanya.</p>
<p>Achmad menilai, tidak jelasnya definisi darurat medis dalam pasal tersebut bisa membuka peluang praktik pemberian susu formula bagi bayi berusia kurang dari 6 bulan. &#8220;Padahal, dalam kondisi apa pun ASI bisa diberikan kepada bayi,&#8221; paparnya.</p>
<p>ASI, menurut Achmad, merupakan makanan yang paling cocok untuk bayi. &#8220;Hal ini tidak bisa didebat lagi dan tak perlu dibandingkan dengan susu formula,&#8221; tegas dokter yang juga menjadi penggagas Jakarta Breastfeeding Center ini.</p>
<p>Selain lebih sesuai dengan kebutuhan bayi, ASI juga mengandung antibodi yang merupakan perlindungan alami bagi bayi baru lahir. Karena itu menurut Achmad ibu yang sakit tetap bisa menyusui bayinya sebab dalam ASI terkandung antibodi untuk melawan penyakit yang bersangkutan.</p>
<p>Menurut draft RUU Kesehatan, bila terjadi praktik pemberian susu formula bagi bayi baru lahir dalam kondisi tidak darurat medis, penyedia layanan kesehatan, baik dokter, bidan atau manajemen rumah sakit bisa dikenai sanksi pidana dan denda hingga 300 juta rupiah.</p>
<p>Sumber : <a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/11/11383894/pemberian.asi.eksklusif.tak.bisa.dibantah." target="_blank">Kompas</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiku.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiku.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiku.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiku.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiku.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiku.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiku.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiku.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiku.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiku.wordpress.com/597/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=597&subd=asiku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiku.wordpress.com/2009/09/11/pemberian-asi-eksklusif-tak-bisa-dibantah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9da8e210ee5bff32f4d4de5b782a899?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ctunnel.com/index.php/1010110A/3ccadec88244224f4a65aef87bad32167e00bb9b6eee05239b5d756cfe0e5ced8eab18e7d29ec2779117b536bae8240f9cff727daa0216012" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bukan karena Menyusui, Payudara tak Indah Lagi</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com/2009/09/05/bukan-karena-menyusui-payudara-tak-indah-lagi/</link>
		<comments>http://asiku.wordpress.com/2009/09/05/bukan-karena-menyusui-payudara-tak-indah-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 23:36:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiku.wordpress.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[


shutterstock
ASI menunjang perkembangan optimal bayi.


/

Sabtu, 5 September 2009 &#124; 09:06 WIB
KOMPAS.com - Anggapan payudara menjadi jelek bila menyusui bayi bukan isu baru. Dari dulu anggapan menyesatkan semacam ini sudah sering beredar, juga di kalangan perempuan berpendidikan. Mereka yakin, itu sebuah keniscayaan.
Lalu, mengapa itu dinilai menyesatkan? Karena memang anggapan itu tidaklah benar. Secara medis tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=595&subd=asiku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="width:300px;float:left;margin-right:10px;">
<div style="width:298px;padding:0 0 5px;">
<div id="loadarea" style="margin-bottom:5px;width:298px;"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/11/1154559p.jpg" border="0" alt="" width="298" /></div>
<div id="boxpoto" style="margin-bottom:0;text-align:right;font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;line-height:normal;color:#666666;"><a style="font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;line-height:normal;color:#666666;text-decoration:none;" href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/05/09064747/bukan.karena.menyusui.payudara.tak.indah.lagi#">shutterstock</a></div>
<div id="boxtitle" style="margin-bottom:0;font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:11px;line-height:normal;color:#333333;">ASI menunjang perkembangan optimal bayi.</div>
</div>
<p><!--- video --></p>
<div id="boxpoto" style="margin-bottom:0;text-align:right;font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;line-height:normal;color:#666666;"><a style="font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;line-height:normal;color:#666666;text-decoration:none;" href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/05/09064747/bukan.karena.menyusui.payudara.tak.indah.lagi" target="_blank">/</a></div>
</div>
<div>Sabtu, 5 September 2009 | 09:06 WIB</div>
<p><strong>KOMPAS.com -</strong> Anggapan payudara menjadi jelek bila menyusui bayi bukan isu baru. Dari dulu anggapan menyesatkan semacam ini sudah sering beredar, juga di kalangan perempuan berpendidikan. Mereka yakin, itu sebuah keniscayaan.</p>
<p>Lalu, mengapa itu dinilai menyesatkan? Karena memang anggapan itu tidaklah benar. Secara medis tidak ada bukti, gara-gara menyusui bayi, payudara jadi berubah jelek.</p>
<p>Sejatinya, dipakai menyusui atau tidak, payudara ibu yang sudah melahirkan pasti jelek. Jadi kalau begitu adanya, mengapa tidak memilih menyusui saja, demi memberi hak kepada anak agar mendapat makanan terbaik?</p>
<p>Kita tahu, selama proses kehamilan, jaringan payudara mengalami perubahan akibat pengaruh hormon. Kelenjar susu jadi aktif berproduksi. Jaringan penunjang payudara meregang, dan itu yang menyebabkan struktur payudara berubah setelahnya.</p>
<p>Payudara tersusun oleh kelenjar susu, selain lemak. Makin besar ukuran payudara, makin memerlukan jaringan penunjang untuk memikul beratnya. Potensi payudara untuk mengendur lebih besar sesuai ukuran. Makin besar payudara, makin besar potensi menggelantung, apalagi kalau tak tepat memilih kutang.</p>
<p><strong>Jadi &#8220;Inem&#8221; Agar Kekar</strong><br />
Kokohnya payudara juga ditentukan oleh kondisi otot dada tempat jaringan payudara melekat. Tergantung seberapa kokok otot dada terbentuk, makin kekar sosok payudara yang didukungnya. Setiap perempuan hendaknya memperkokoh otot dada supaya payudaranya tetap kekar didukung otot-ototnya.</p>
<p>Wanita yang melakukan pekerjaan di rumah (domestik) setiap hari umumnya memiliki otot dada yang kokoh. Otot terbentuk padat, sintal, bernas. Sebagai alas payudara, kekekaran otot dada memengaruhi bentuk payudara juga.</p>
<p>Payudara tak mungkin bertahan sekekar sebelum hamil dan melahirkan. Namun, bila otot dada lebih kekar, tidak akan lebih menggelantung daripada yang otot dadanya kurang kekar. Di situ pentingnya mengekarkan otot dada.</p>
<p>Pekerjaan mencuci pakaian (menggilas), misalnya, mempertebal dan mengokohkan otot dada. Wanita modern sengaja mengencangkan otot dada dengan senam dan fitnes.</p>
<p><strong>Rugi tidak menyusui</strong><br />
Selain ukuran, bentuk dan rupa payudara tidak seragam. Ada yang mungil, ada yang jumbo. Ada yang mancung, ada yang pesek. Itu ditentukan oleh bawaan lahir. Boleh dibilang payudara itu dilahirkan, bukan dibentuk. Kecuali bila direkayasa dengan operasi atau alat khusus.</p>
<p>Kodrat payudara itu untuk menyusui bayi. Bila tidak dipakai sesuai kodratnya, tentu ada yang salah. Kesalahan karena tidak memberi anak hak mendapatkan makanan terbaiknya. Itu berarti anak belum tentu bertumbuh dan berkembang optimal.</p>
<p>Bila diberi ASI, anak akan seunggul warisan yang diterimanya. Bukan saja ASI lebih sesuai untuk tubuh anak, kekebalan tubuh anak pun menjadi prima. Anak yang tidak diberi ASI lebih sering sakit daripada yang mendapat ASI. Penyakit seringan apa pun akan merongrong tumbuh kembang anak.</p>
<p>Lebih dari itu, dengan menyusui perempuan akan merasa sempurna sebagai ibu. Tak cukup hamil lalu melahirkan. Pengalaman menyusui bayi adalah faset dalam kehidupan perempuan. Di balik itu ada sentuhan pada batin ibu, ada jalinan batin.</p>
<p><strong>dr.Handrawan Nadesul, </strong><em>dokter umum dan pengasuh rubrik di Tabloid Gaya Hidup Sehat</em></p>
<p><em>Sumber : <a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/05/09064747/bukan.karena.menyusui.payudara.tak.indah.lagi" target="_blank">Kompas</a><br />
</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiku.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiku.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiku.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiku.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiku.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiku.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiku.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiku.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiku.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiku.wordpress.com/595/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=595&subd=asiku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiku.wordpress.com/2009/09/05/bukan-karena-menyusui-payudara-tak-indah-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9da8e210ee5bff32f4d4de5b782a899?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/11/1154559p.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Laktasi</title>
		<link>http://asiku.wordpress.com/2009/09/05/manajemen-laktasi/</link>
		<comments>http://asiku.wordpress.com/2009/09/05/manajemen-laktasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 06:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiku.wordpress.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[
Menyusui merupakan proses yang cukup kompleks. Dengan mengetahui anatomi payudara dan bagaimana payudara menghasilkan ASI akan sangat membantu para ibu mengerti proses kerja menyusui yang pada akhirnya dapat menyusui secara eksklusif.
Anatomi payudara
Areola
Aerola adalah daerah berwarna gelap yang mengelilingi puting susu. Pada areola terdapat kelenjar-kelenjar kecil yang disebut kelenjar Montgomery, menghasilkan cairan berminyak untuk menjaga kesehatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=593&subd=asiku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="IsiArtikel">
<p>Menyusui merupakan proses yang cukup kompleks. Dengan mengetahui anatomi payudara dan bagaimana payudara menghasilkan ASI akan sangat membantu para ibu mengerti proses kerja menyusui yang pada akhirnya dapat menyusui secara eksklusif.</p>
<p><strong>Anatomi payudara</strong></p>
<p><strong>Areola</strong></p>
<p>Aerola adalah daerah berwarna gelap yang mengelilingi puting susu. Pada areola terdapat kelenjar-kelenjar kecil yang disebut kelenjar Montgomery, menghasilkan cairan berminyak untuk menjaga kesehatan kulit di sekitar areola.<br />
<strong><br />
Alveoli</strong></p>
<p>Alveoli adalah kantong penghasil ASI yang berjumlah jutaan. Hormon prolaktin mempengaruhi sel alveoli untuk menghasilkan ASI.</p>
<p><strong>Duktus laktiferus</strong></p>
<p>Duktus laktiferus merupakan saluran kecil yang yang berfungsi menyalurkan ASI dari alveoli ke sinus laktiferus (dari pabrik ASI ke gudang ASI)</p>
<p><strong>Sinus laktiferus / ampula</strong></p>
<p>Sinus laktiferus merupakan saluran ASI yang melebar dan membentuk kantung di sekitar areola yang berfungsi untuk menyimpan ASI.</p>
<p><strong>Jaringan lemak dan penyangga</strong></p>
<p>Jaringan lemak di sekeliling alveoli dan duktus laktiferus yang menentukan besar kecilnya ukuran payudara. Payudara kecil atau besar mempunyai alveoli dan sinus laktiferus yang sama, sehingga dapat menghasilkan ASI sama banyak. Di sekeliling alveoli juga terdapat otot polos, yang akan berkontraksi dan memeras keluar ASI. Keberadaan hormon oksitosin menyebabkan otot tersebut berkontraksi.<strong></strong></p>
<p><strong>Air susu ibu dan hormon prolaktin</strong></p>
<p>Setiap kali bayi menghisap payudara akan merangsang ujung saraf sensoris disekitar payudara sehingga merangsang kelenjar hipofisis bagian depan untuk menghasilkan prolaktin. Prolaktin akan masuk ke peredaran darah kemudian ke payudara menyebabkan sel sekretori di alveolus (pabrik ASI) menghasilkan ASI.</p>
<p>Prolaktin akan berada di peredaran darah selama 30 menit setelah dihisap, sehingga prolaktin dapat merangsang payudara menghasilkan ASI untuk minum berikutnya. Sedangkan untuk minum yg sekarang, bayi mengambil ASI yang sudah ada.</p>
<p>Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari gudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI. Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI.<br />
Prolaktin umumnya dihasilkan pada malam hari, sehingga menyusui pada malam hari dapat membantu mempertahankan produksi ASI. Hormon prolaktin juga akan menekan ovulasi (fungsi indung telur untuk menghasilkan sel telur), sehingga menyusui secara eksklusif akan memperlambat kembalinya fungsi kesuburan dan haid. Oleh karena itu, menyusui pada malam hari penting untuk tujuan menunda kehamilan.</p>
<p><strong>Air susu ibu dan refleks oksitosin (Love reflex, Let Down Reflex)</strong></p>
<p>Hormon oksitosin diproduksi oleh bagian belakang kelenjar hipofisis. Hormon tersebut dihasilkan bila ujung saraf disekitar payudara dirangsang oleh isapan. Oksitosin akan dialirkan melalui darah menuju ke payudara yang akan merangsang  kontraksi otot di sekeliling alveoli (pabrik ASI) dan memeras ASI keluar dari pabrik ke gudang ASI. Hanya ASI di dalam gudang ASI yang dapat dikeluarkan oleh bayi dan atau ibunya.</p>
<p>Oksitosin dibentuk lebih cepat dibanding prolaktin. Keadaan ini menyebabkan ASI di payudara akan mengalir untuk dihisap. Oksitosin sudah mulai bekerja saat ibu berkeinginan menyusui (sebelum bayi menghisap). Jika refleks oksitosin tidak bekerja dengan baik, maka bayi mengalami kesulitan untuk mendapatkan ASI. Payudara seolah-olah telah berhenti memproduksi ASI, padahal payudara tetap menghasilkan ASI namun tidak mengalir keluar.</p>
<p>Efek penting oksitosin lainnya adalah menyebabkan uterus berkontraksi setelah melahirkan. Hal ini membantu mengurangi perdarahan, walaupun kadang mengakibatkan nyeri.<br />
<strong>Keadaan yang dapat meningkatkan hormon oksitosin</strong></p>
<p>Beberapa keadaan yang dianggap dapat mempengaruhi (meningkatkan) produksi hormon oksitosin :</p>
<ul>
<li>Perasaan dan curahan kasih sayang terhadap bayinya.</li>
<li>Celotehan atau tangisan bayi</li>
<li>Dukungan ayah dalam pengasuhan bayi, seperti menggendong bayi ke ibu saat akan disusui atau disendawakan, mengganti popok dan memandikan bayi, bermain, mendendangkan bayi dan membantu pekerjaan rumah tangga</li>
<li>Pijat bayi</li>
</ul>
<p><strong>Beberapa keadaan yang dapat mengurangi produksi hormon oksitosin</strong></p>
<ul>
<li>Rasa cemas, sedih, marah, kesal, atau bingung</li>
<li>Rasa cemas terhadap perubahan bentuk pada payudara dan bentuk tubuhnya, meniggalkan bayi karena harus bekerja dan ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi.</li>
<li>Rasa sakit terutama saat menyusui</li>
</ul>
<p><strong>Keberhasilan menyusui</strong></p>
<p>Untuk memaksimalkan manfaat menyusui, bayi sebaiknya disusui selama 6 bulan pertama. Beberapa langkah yang dapat menuntun ibu agar sukses menyusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama, antara lain :</p>
<ol>
<li>Biarkan bayi menyusu sesegera mungkin setelah bayi lahir terutama dalam 1 jam pertama (inisiasi dini), karena bayi baru lahir sangat aktif dan tanggap dalam 1 jam pertama dan setelah itu akan mengantuk dan tertidur. Bayi mempunyai refleks menghisap (sucking reflex) sangat kuat pada saat itu. Jika ibu melahirkan dengan operasi kaisar juga dapat melakukan hal ini (bila kondisi ibu sadar, atau bila ibu telah bebas dari efek anestesi umum). Proses menyusui dimulai segera setelah lahir dengan membiarkan bayi diletakkan di dada ibu sehingga terjadi kontak kulit kulit. Bayi akan mulai merangkak untuk mencari puting ibu dan menghisapnya. Kontak kulit dengan kulit ini akan merangsang aliran ASI, membantu ikatan batin (bonding) ibu dan bayi serta perkembangan bayi.</li>
<li>Yakinkan bahwa hanya ASI makanan pertama dan satu-satunya bagi bayi anda. Tidak ada makanan atau cairan lain (seperti gula, air, susu formula) yang diberikan, karena  akan menghambat keberhasilan proses menyusui. Makanan atau cairan lain akan mengganggu produksi dan suplai ASI, menciptakan “bingung puting”, serta meningkatkan risiko infeksi</li>
<li>Susui bayi sesuai kebutuhannya sampai puas. Bila bayi puas, maka ia akan melepaskan puting dengan sendirinya.</li>
</ol>
<p><strong>Keterampilan menyusui</strong></p>
<p>Agar proses menyusui dapat berjalan lancar, maka seorang ibu harus mempunyai keterampilan menyusui agar ASI dapat mengalir dari payudara ibu ke bayi secara efektif. Keterampilan menyusui yang baik meliputi posisi menyusui dan perlekatan bayi pada payudara yang tepat.</p>
<p>Posisi menyusui harus senyaman mungkin, dapat dengan posisi berbaring atau duduk. Posisi yang kurang tepat akan menghasilkan perlekatan yang tidak baik. Posisi dasar menyusui terdiri dari posisi badan ibu, posisi badan bayi, serta posisi mulut bayi dan payudara ibu (perlekatan/ attachment). Posisi badan ibu saat menyusui dapat posisi duduk, posisi tidur terlentang, atau posisi tidur miring.<br />
Saat menyusui, bayi harus disanggah sehingga kepala lurus menghadap payudara dengan hidung menghadap ke puting dan badan bayi menempel dengan badan ibu (sanggahan bukan hanya pada bahu dan leher). Sentuh bibir bawah bayi dengan puting, tunggu sampai mulut bayi terbuka lebar dan secepatnya dekatkan bayi ke payudara dengan cara menekan punggung dan bahu bayi (bukan kepala bayi). Arahkan puting susu ke atas, lalu masukkan ke mulut bayi dengan cara menyusuri langit-langitnya. Masukkan payudara ibu sebanyak mungkin ke mulut bayi sehingga hanya sedikit bagian areola bawah yang terlihat dibanding aerola bagian atas. Bibir bayi akan memutar keluar, dagu bayi menempel pada payudara dan puting susu terlipat di bawah bibir atas bayi.<br />
<strong><br />
Posisi tubuh yang baik dapat dilihat sebagai berikut:</strong></p>
<ul>
<li>Posisi muka bayi menghadap ke payudara (chin to breast)</li>
<li>Perut/dada bayi menempel pada perut/dada ibu (chest to chest)</li>
<li>Seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu hingga telinga bayi membentuk garis lurus dengan lengan bayi dan leher bayi</li>
<li>Seluruh punggung bayi tersanggah dengan baik</li>
<li>Ada kontak mata antara ibu dengan bayi</li>
<li>Pegang belakang bahu jangan kepala bayi</li>
<li>Kepala terletak dilengan bukan didaerah siku</li>
</ul>
<p><strong>Posisi menyusui yang tidak benar dapat dilihat sebagai berikut :</strong></p>
<ul>
<li>Leher bayi terputar dan cenderung kedepan</li>
<li>Badan bayi menjauh badan ibu</li>
<li>Badan bayi tidak menghadap ke badan ibu</li>
<li>Hanya leher dan kepala tersanggah</li>
<li>Tidak ada kontak mata antara ibu dan bayi</li>
<li>C-hold tetap dipertahankan</li>
</ul>
<p><strong>Bagaimana sebaiknya bayi menghisap pada payudara ?</strong></p>
<p>Agar bayi dapat menghisap secara efektif, maka bayi harus mengambil cukup banyak payudara kedalam mulutnya agar lidahnya dapat memeras sinus laktiferus. Bayi harus menarik keluar atau memeras jaringan payudara sehingga membentuk ”puting buatan/ DOT” yang bentuknya lebih panjang dari puting susu. Puting susu sendiri hanya membentuk sepertiga dari ”puting buatan/ DOT”. Hal ini dapat kita lihat saat bayi selesai menyusui. Dengan cara inilah bayi mengeluarkan ASI dari payudara. Hisapan efektif tercapai bila bayi menghisap dengan hisapan dalam dan lambat. Bayi terlihat menghentikan sejenak hisapannya dan kita dapat mendengar suara ASI yang ditelan.</p>
<p><strong>Tanda perlekatan bayi dan ibu yang baik</strong></p>
<ul>
<li>Dagu menyentuh payudara</li>
<li>Mulut terbuka lebar</li>
<li>Bibir bawah terputar keluar</li>
<li>Lebih banyak areola bagian atas yang terlihat dibanding bagian bawah</li>
<li>Tidak menimbulkan rasa sakit pada puting susu</li>
</ul>
<p>Jika bayi tidak melekat dengan baik maka akan menimbulkan luka dan nyeri pada puting susu dan payudara akan membengkak karena ASI tidak dapat dikeluarkan secara efektif. Bayi merasa  tidak puas dan ia ingin menyusu sering dan lama. Bayi akan mendapat ASI sangat sedikit dan berat badan bayi tidak naik dan lambat laun ASI akan mengering.</p>
<p><strong>Tanda perlekatan ibu dan bayi yang tidak baik :</strong></p>
<ul>
<li>Dagu tidak menempel pada payudara</li>
<li>Mulut bayi tidak terbuka lebar-    Bibir mencucu/ monyong</li>
<li>Bibir bawah terlipat kedalam sehingga menghalangi pengeluaran ASI oleh lidah</li>
<li>Lebih banyak areola bagian bawah yang terlihat</li>
<li>Terasa sakit pada puting</li>
</ul>
<p><strong>Perlekatan yang benar adalah kunci keberhasilan menyusui</strong></p>
<ul>
<li>Bayi datang dari arah bawah payudara</li>
<li>Hidung bayi berhadapan dengan puting susu</li>
<li>Dagu bayi merupakan bagian pertama yang melekat pada payudara (titik pertemuan)</li>
<li>Puting diarahkan ke atas ke langit-langit bayi</li>
<li>Telusuri langit-langit bayi dengan putting sampai didaerah yang tidak ada tulangnya, diantara uvula (tekak) dengan pangkal lidah yang lembut</li>
<li>Putting susu hanya 1/3 atau ¼ dari bagian “dot panjang” yang terbentuk dari jaringan payudara</li>
</ul>
<p><strong>Cara bayi mengeluarkan ASI</strong></p>
<ol>
<li>Bayi tidak mengeluarkan ASI dari payudara seperti mengisap minuman melalui sedotan</li>
<li>Bayi mengisap untuk membentuk ’dot’ dari jaringan payudara</li>
<li>Bayi mengeluarkan ASI dengan gerakan peristaltik lidah menekan gudang ASI ke langit-langit sehingga ASI terperah keluar gudang masuk kedalam mulut</li>
<li>Gerakan gelombang lidah bayi dari depan ke belakang dan menekan ’dot buatan’ ke atas langit-langit</li>
<li>Perahan efektif akan terjadi bila bayi melekat dengan benar sehingga bayi mudah memeras ASI</li>
</ol>
<p><strong>Berapa lama sebaiknya bayi menyusu ?</strong></p>
<p>Lamanya menyusu berbeda-beda tiap periode menyusu. Rata-rata bayi menyusu selama 5-15 menit, walaupun terkadang lebih. Bayi dapat mengukur sendiri kebutuhannya. Bila proses menyusu berlangsung sangat lama (lebih dari 30 menit) atau sangat cepat (kurang dari 5 menit) mungkin ada masalah. Pada hari-hari pertama atau pada bayi berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram), proses menyusu terkadang sangat lama dan hal ini merupakan hal yang wajar. Sebaiknya bayi menyusu pada satu payudara sampai selesai baru kemudian bila bayi masih menginginkan dapat diberikan pada payudara yang satu lagi sehingga kedua payudara mendapat stimulasi yang sama untuk menghasilkan ASI.<br />
<strong><br />
Berapa sering bayi menyusu dalam sehari ?</strong></p>
<p>Susui bayi sesering mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi, sedikitnya lebih dari 8 kali dalam 24 jam. Awalnya bayi menyusu sangat sering, namun pada usia 2 minggu frekuensi menyusu akan berkurang. Bayi sebaiknya disusui sesering dan selama bayi menginginkannya bahkan pada malam hari. Menyusui pada malam hari membantu mempertahankan suplai ASI karena hormon prolaktin dikeluarkan terutama pada malam hari. Bayi yang puas menyusu akan melepaskan payudara ibu dengan sendirinya, ibu tidak perlu menyetopnya.<br />
<strong><br />
Bagaimana menilai kecukupan ASI?</strong></p>
<ol>
<li>Asi akan cukup bila posisi dan perlekatan benar</li>
<li>Bila buang air kecil lebih dari 6 kali sehari dengan warna urine yang tidak pekat dan bau tidak menyengat</li>
<li>Berat badan naik lebih dari 500 gram dalam sebulan dan telah melebihi berat lahir pada usia 2 minggu</li>
<li>Bayi akan relaks dan puas setelah menyusu dan melepas sendiri dari payudara ibu</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Sejak awal kelahiran, bayi hanya diberikan ASI dan selanjutnya disusui sesering mungkin tanpa dibatasi. Bayi dapat mengukur sendiri kemampuan dan kebutuhan cairan yang diperlukan. Kita hanya perlu meluangkan waktu dan memberi kesempatan padanya untuk mendapat yang terbaik yang ia butuhkan.<br />
<strong><br />
Daftar bacaan </strong></p>
<ol>
<li>WHO and UNICEF. In 40 hours Breastfeeding Counselling: A Training Course WHO 1993</li>
<li>Roesli U: Petunjuk Praktis Menyusui. Trubus Agriwidya, Jakarta 2005</li>
<li>Roesli U: Mengenal ASI eksklusif. Trubus Agriwidya, Jakarta 2000</li>
<li>Walker Marsha: Breastfeeding Management for the Clinician. Ontario. London. Jones Barlett Publish 2006.</li>
<li>Lawrence AR, Lawrence RM. Breastfeeding: A guide for the Medical Profession. 6th ed. Philadelphia, Mosby Inc, 2005</li>
</ol>
<p>Sumber : Buku Bedah ASI IDAI</p>
<p>Penulis : Utami Roesli dan Elizabeth Yohmi</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.idai.or.id/asi.asp" target="_blank">IDAI</a></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiku.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiku.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiku.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiku.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiku.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiku.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiku.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiku.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiku.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiku.wordpress.com/593/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiku.wordpress.com&blog=4032875&post=593&subd=asiku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiku.wordpress.com/2009/09/05/manajemen-laktasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9da8e210ee5bff32f4d4de5b782a899?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>