ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

ASI Pada Bayi Diare

Beberapa majalah populer/tabloid untuk ibu dan anak yang mempunyai pojok laktasi untuk menjawab pertanyaan para ibu mengenai masalah laktasi. Sebagai dokter anak mungkin anda tidak sempat membaca majalah/tabloid itu padahal tidak jarang kita dihadapkan kepada ibu yang mengalami kesulitan atau gangguan menyusui dan kita diharapkan dapat mengatasi masalah laktasi tersebut dengan baik. Mudah-mudahan pojok laktasi pada Buletin IDAI ini dapat membantu anda mengatasi masalah laktasi pada ibu dan bayi sehingga program ASI eksklusif dapat berhasil.

Sebelum kita mulai dengan pembicaraan masalah laktasi saya ingin menjelaskan apa yang dimaksud dengan pemberian ASI secara eksklusif. Pemberian ASI secara eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak lahir tanpa pemberian makanan lain apapun. Pemberian obat-obatan atau vitamin dibolehkan. Saat ini WHO menganjurkan pemberian ASI secara eksklusif sampai dengan usia 6 bulan dengan alasan bahwa sistem pencernaan bayi (produksi enzim dan sebagainya) belum sempurna sebelum bayi berusia 6 bulan dan pemberian ASI yang baik dan benar dapat memenuhi kebutuhan bayi untuk tumbuh optimal sampai dengan 6 bulan. Untuk Indonesia karena beberapa pertimbangan maka untuk sementara masih dianjurkan pemberian ASI eksklusif sampai dengan usia 4 bulan.

Untuk kali ini saya akan mengemukakan satu masalah yang seringkali dikeluhkan ibu kepada dokter yaitu diare pada bayi yang masih menyusu. Masih ada teman sejawat yang segera menganjurkan penghentian pemberian ASI dan menggantikannya dengan susu formula yang berkadar laktosa rendah. Hal ini akan sangat merugikan oleh karena penghentian pemberian ASI walaupun hanya sementara akan mengurangi produksi ASI, apalagi bila susu formula tersebut diberikan dengan botol. Akhirnya ibu tersebut terpaksa meneruskan pemberian susu formula karena menyangka bahwa ASI menyebabkan diare, karena produksi ASI berkurang (karena jarang disusui) dan karena bayi sudah terlanjur dibiasakan minum dari botol dan menolak menyusu (bingung putting).

Diare bukan alasan untuk menghentikan pemberian ASI
Pada bayi yang masih berusia beberapa hari sampai beberapa minggu pola defekasinya sering. Ini disebabkan oleh karena kolostrum bersifat laksans. Jadi hal ini adalah hal yang normal. Katakan kepada ibu bahwa hal ini adalah normal dan hanya akan berlangsung sementara; jangan menghentikan pemberian ASI dan tidak perlu diberi obat-obatan. Sebaiknya membersihkan buang airnya dengan menggunakan minyak agar daerah perianal tidak sampai lecet. Pada bayi yang lebih besar diare juga bukan alasan menghentikan pemberian ASI oleh karena:

  • ASI yang kandungan airnya adalah 87% dapat digunakan sebagai cairan rehidrasi.
  • ASI mengandung zat gizi yang mudah dicerna untuk memenuhi kebutuhan selama diare.
  • ASI mengandung makrofag dan zat kekebalan spesifik dan aspesifik yang dapat memberantas kuman penyebab diare.
  • ASI mengandung zat untuk pertumbuhan sel mukosa usus yang mungkin rusak karena diare.
  • Diare akan lebih singkat dan lebih ringan bila bayi mendapat ASI.

Telah kita bicarakan masalah diare pada bayi yang menyusu. Barangkali anda mempunyai pertanyaan tentang bagaimana menanggulangi masalah laktasi lainnya, Insya Allah teman-teman dari Satgas ASI IDAI dapat membantu.

Sumber : IDAI

July 19, 2003 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: