ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Air susu ibu (ASI) ekslusif pada bayi di Indonesia

Pada tanggal 7 April 2004 Menteri Kesehatan RI mengeluarkan SK No.450/Menkes/SK/IV/2004 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif pada bayi di Indonesia. Dalam SK tersebut ditetapkan bahwa pemberian ASI eksklusif bagi bayi di Indonesia sejak bayi lahir sampai bayi berumur 6 (enam) bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tambahan yang sesuai. Tenaga kesehatan yang bekerja di sarana pelayanan kesehatan agar menginformasikan kepada ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI eksklusif. Tenaga kesehatan dalam memberikan informasi agar mengacu kepada Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) seperti terlampir di bawah ini:

SEPULUH LANGKAH MENUJU KEBERHASILAN MENYUSUI (LMKM)

  1. Sarana Pelayanan Kesehatan (SPK) mempunyai kebijakan Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (PP-ASI) tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas;
  2. Melakukan pelatihan bagi petugas dalam hal pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan kebijakan tersebut;
  3. Menjelaskan kepada semua ibu hamil tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir sampai umur 2 tahun termasuk cara mengatasi kesulitan menyusui;
  4. Membantu ibu mulai menyusui bayinya dalam 30 menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin. Apabila ibu mendapat operasi Caesar, bayi disusui setelah 30 menit ibu sadar;
  5. Membantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis;
  6. Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir;
  7. Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari;
  8. Membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu, tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui;
  9. Tidak memberikan dot atau kempeng kepada bayi yang diberi ASI;
  10. Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) dan rujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari Rumah Sakit/Rumah Bersalin/Sarana Pelayanan Kesehatan.

Sumber : IDAI

July 19, 2004 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: