ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada berbagai situasi dan kondisi

Penulis: Rulina Suradi

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik yang dapat diberikan ibu kepada bayi yang baru dilahirkannya. Komposisi ASI berubah setiap saat sesuai dengan kebutuhan bayi dan bila diberikan dengan baik dan benar sebagai makanan tunggal dapat memenuhi kebutuhan bayi untuk tumbuh secara optimal sampai 6 bulan. Selain itu ASI mengandung makrofag, limfosit dan antibodi yang dapat mencegah bayi terinfeksi dengan penyakit tertentu. Pemberian ASI mempunyai pengaruh biologis dan emosional yang luar biasa terhadap kesehatan ibu dan anak serta terdapat hubungan yang erat antara menyusui eksklusif dan penjarangan kelahiran. Belum lagi keuntungan secara ekonomi.

Menyadari manfaat ASI maka seharusnya setiap bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan hanya mendapat ASI dari ibunya (ASI eksklusif). Namun kadangkala hal ini tidak terjadi oleh karena ada beberapa kondisi dan situasi yang oleh para petugas kesehatan atau ibu tidak ditatalaksana dengan baik sehingga dapat terjadi kegagalan menyusui.

Pada kesempatan ini akan saya uraikan masalah kurang informasi yang dapat mengganggu keberhasilan laktasi dan apa saja yang dapat diusahakan untuk menanggulanginya. Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula sama baiknya atau malah lebih baik dari pada ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang. Petugas kesehatan pun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada saat pemeriksaan hamil atau saat memulangkan bayi. Sebagai contoh, banyak ibu/petugas kesehatan yang tidak mengetahui bahwa:

  • Bayi pada minggu-minggu pertama defekasinya encer dan sering, sehingga dikatakan bayi menderita diare dan seringkali petugas kesehatan menyuruh menghentikan menyusui. Padahal sifat defekasi bayi yang mendapat kolostrum memang demikian karena kolostrum bersifat sebagai laktans.
  • ASI belum keluar pada hari pertama sehingga bayi dianggap perlu diberikan minuman lain, padahal bayi yang lahir cukup bulan dan sehat mempunyai persediaan kalori dan cairan yang dapat mempertahankannya tanpa minuman selama beberapa hari. Di samping itu pemberian minuman sebelum ASI keluar akan memperlambat pengeluaran ASI oleh karena bayi menjadi kenyang dan malas menyusu.
  • Karena payudara berukuran kecil dianggap kurang menghasilkan ASI padahal ukuran payudara tidak menentukan apakah produksi ASI cukup atau kurang karena ukuran ditentukan oleh banyaknya lemak pada payudara sedangkan kelenjar penghasil ASI sama banyaknya walaupun payudara kecil dan produksi ASI dapat tetap mencukupi apabila managemen laktasi dilaksanakan dengan baik dan benar.

Informasi yang perlu diberikan kepada ibu hamil/ menyusui antara lain meliputi:

  • Fisiologi laktasi
  • Keuntungan pemberian ASI
  • Keuntungan rawat-gabung
  • Cara menyusui yang baik dan benar
  • Kerugian pemberian susu formula
  • Menunda pemberian makanan lainnya setelah 6 bulan.

Sumber : IDAI

August 3, 2005 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: