ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Promosi Susu Formula yang Makin Tidak Beretika

Alia Indardi <aliaindardi@yahoo.com> wrote:
Dear SP’s

Mau curhat subject ini dari kemarin-kemarin mau nulis nggak sempet2x

Senin kemarin, Hafa umurnya 6 bulan, aku ditelpon oleh marketing produsen susu formula “Wyeth” (sory nyebut merk). Setelah basa-basi menanyakan kabarku si telemarketing(W) menanyakan kabar : Hafaku sudah 6 bulan? Apakah sudah dikasih susu formula ? Aku jelaskan bener Hafa sudah 6 bulan, Hafa ASI eksklusif jadi tidak diberi tambahan susu formula.

Awalnya si W menyatakan wah hebat ya ibu bisa ASI eksklusif meski bekerja. NAMUN (kata dia selanjutnya) perlu diperhatikan asupan nutrisi untuk si dedek Hafa. Kalo’ (hanya) ASI kan BB-nya kan sering kurang jadi harus ditambah susu formula supaya asupan nutrisnya bagus dan lengkap sehingga BB-nya bagus. Huh udah mulai sebel daku. Aku bilang kalo’ aku nggak pengin anakku gemuk kok, yang penting sehat!

Selanjutnya W mulai komentar kembali, tapi Bu memang ASI bagus tapikan kualitas ASI sering berkurang mutunya apalagi ibu ASInya kan diperah yang disimpan di kulkas dan diberikan nggak langsung (besoknya). Kan kasihan Bu adik Hafanya, nanti dia malah kekurangan nutrisi. Jadi lebih baik kalo’ diberi tambahan susu formula untuk melengkapinya apalagi susu formula kami sudah lengkap semuanya mineral, vitamin, prebiotik, AA, DHA untuk kecerdasan otak, rasanya pun sudah mirip banget dengan ASI. Apalagi sekarang ada macam-macam rasa, jadi bisa sekalian mengenalkan adik Hafa dengan berbagai macam rasa makanan jadi bisa sekalian buat variasi.

Aduuuuh, aku sebel banget, sok tahu bener sih, kayak dia yang udah expert aja. Kubilang aja saya hanya mau ngasih ASI, itu yang terbaik untuk anak saya. Lagian kalo’ beli susu anda bisa bangkrut saya karena harganya nggak nahanin.

Si W keukeuh, dan minta aku konsultasi dengan ahli gizinya di nomor bebas pulsa, bla bla bla, biar adik Hafa dapat selalu terjamin asupan nutrisinya. Hhhhhh…
Sesampai di rumah, kuinterogasi mbak yang di rumah, ternyata yang namanya W ini sering bangettt telpon selama ini menanyakan Hafa. Minum susu apa, kenapa kok nggak dikasih susu formula, kenapa kok nggak diberi makanan tambahan L. Untung mbak yang dirumah udah aku jejali info soal pentingnya ASI jadi dia cuek, karena itu si W sampai minta nomor agar bisa telpon aku sendiri saat di kantor.

Aku diskusi sama suami. Aku,  diberi kemudahan dan kemauan untuk memperoleh informasi yang benar, jadi tidak mudah terpengaruh oleh berbagai macam promosi begini, Alhamdulillah ketiga anakku bisa ASI eksklusif semua (kedua kakak Hafa pada masa 4 bulan). Lha, ibu-ibu yang lain yang kurang mengerti dan mudah terpengaruh karena berbagai info yang disampaikan sangat menjanjikan akan menjadi segera goyah dan dapat segera terpengaruh. Aduh gemesss…

Apakah tidak ada peraturan yang ketat untuk membatasi perilaku marketing produsen susu formula ini. Setahu aku padahal sudah ada larangan promosi susu formula terutama untuk susu buat bayi < 1 tahun. Tapi memang law enforcement di negara kita itu memprihatinkan, jadi segala celah pun diterobos untuk keuntungan materi L.

Wuah jadi panjang maaf ya para SP’s, daku yang pasif ini sekali muncul langsung ngabisin bandwith L. Thanks for reading, semoga ada pelajaran yang bisa dipetik.

Tq
-alia

Jawab :

From: eka nurfitri
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Friday, December 23, 2005 7:44 AM
Subject: Re: [sehat] Promosi Susu Formula yang Makin Tidak Beretika+RS pendukung ASI eksklusif

Dear all,
promosi susu formula memang heboh ya.... tapi sekedar pengetahuan aja, bahwa susu formula itu ga perlu walaupun bayinya sudah usia 6 bulan, tentunya bila si bayi masih diberikan ASI dan berat badan naik dengan baik. Berat badan naik dengan baik ini juga bukan berarti langsung dikasih formula, tetapi harus dilihat bagaimana makanan padat itu diberikan, apakah jumlahnya sesuai, tehnik kasih makan sudah bener atau belum, jadi jangan hantam kromo diberikan formula. Setelah usia 6 bulan hanya 80% kebutuhan bayi dari susu dan percayalah bahwa ASI sebenarnya masih mampu menyuplai yang 80% tersebut, selama kita dalam proses dan akhirnya bertahap memberikan makanan pendamping ASI.
Mengenai susu, detailer-detailer tersebut mengejar target kok, dan sering juga rumah sakit memberikan susu formula tanpa tanya-tanya dulu ke ortu, karena pabrik susu ini (jujur aja) menyumbang juga buat rumah sakit (ada istilahnya, ikut standarisasi).
Sekalian info buat RS yang pendukung ASI eksklusif, pada dasarnya semua RS, dokter anak, dokter kebidanan dan bidan berdasarkan kode etik adalah pendukung ASI eksklusif....!!! masalah pelaksanaan di lapangan tergantung pribadi masing-masing....hahaha, pilih dokter yang baik dech. Sebaiknya minta sebelum anak tersebut lahir bahwa ingin ASI eksklusif (bisa di ajukan ke komite etik kalo mereka menolak bila ga ada kontraindikasi (mis. AIDS), hehehehe). Kecuali RSCM  (yang ini berdasarkan standar pendidikan adalah pendukung ASI eksklusif, latch on dll yang sesuai buanget ama textbook). dan St. Carolus (motornya prof. Rulina dan dr. Utami Rusli) sebenernya saya ga berani menyebutkan nama rumah sakit pendukung ASI eksklusif, karena kenyataannya jarang yang ada rooming in dan pabrik susu banyak bergentayangan di RS...tapi saya percaya sps mempunyai pengetahuan dan wawasan cukup, hehehe.... wass, eka

December 23, 2005 - Posted by | Q&A/ Sharing ASI

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: