ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Gagal ASI eksklusif karena ga ada bantuan dari pasangan…

From: Indah Kurnia
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Monday, February 27, 2006 2:42 PM
Subject: [sehat] [curhat] gagal ASI eksklusif karena ga ada bantuan dari pasangan…

dear Sps,

bulan ini Asfa menginjak 5 bulan dan yang bikin sedih adalah karena Indah sdh ga bisa lagi memenuhi kebutuhan ASI-nya sampai 6 bulan karena produksi ASI yang "agak" berkurang. Faktornya karena Indah ga dapet "bantuan" dari suami... sedih ya.... ingat pepatah "keberhasilan menyusui itu kan keberhasilan ayahnya dan kegagalan menyusui itu adalah keberhasilan ayahnya"? itulah yang terjadi sama Indah...

semangat Indah buat ngasih yang terbaik untuk Asfa sudah didukung penuh sama keluarga (eyang dan tantenya Asfa yang sampe sekarang sudah sampe 15 bulan anaknya masih ASI), sebenernya suamiku memang mensupport Indah untuk memberikan ASI buat Asfa, tapi tidak membantu bagaimana itu bisa terwujud.

Faktor "berkurangnya" produksi ASI ga jauh dari karena Indah kecapean, siang Indah kerja dan malam kurang tidur karena harus bangun menggantikan popok si kecil dan belum lagi kalau si kecil maunya nyusu terus ke bundanya.

Konsultasi pertama Indah ke klinik laktasi hanya membawa si "mba" bukan suami (itu adalah kesalahan pertama) tapi program ASI eksklusif alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar sampai Asfa usia 4 bulan (tentu saja dengan bantuan eyangnya dan Indah ga tau apa jadinya klo ga ada eyangnya!). Asfa menginjak 4 bulan ASI sudah mulai berkurang dan Indah kali ini konsultasi lagi ke klinik laktasi dengan membawa suami dengan harapan agar suami terbuka matanya untuk lebih memahami bagaimana menjadi "breasfeeding father" (karena sebelumnya udah Indah kasih informasi berdasarkan konsultasi pertama but it didn't work!). Pulang dari konsultasi, suamiku bisa mengerti ternyata yang aku bicarakan dulu itu memang benar (thank God!) dan dia mau mulai bangun malem untuk sekedar gantiin popok atau nemenin Indah nyusuin Asfa (dan efeknya sangat berpengaruh sekali terhadap produksi ASI indah). Tapi itu cuma bertahan selama beberapa minggu saja... dan selebihnya Indah harus berjuang sendiri untuk bisa
ASI Eksklusif tanpa bantuan pasangan! berattttttttt banget d... klo kata orang klo menyusui ga boleh cape tapi Indah kecapean... klo kata orang menyusui ga boleh banyak pikiran tapi Indah banyak pikiran juga... jadilah waktu Asfa 5 bulan Indah konsultasi ke dsanya bagaimana mengantisipasi hal ini? dan dsanya punya 2 pilihan : memberikan MPASI lebih cepat atau dicampur susu formula. Indah akhirnya memilih pilihan pertama karena Indah ga mau mengkontaminasikan Asfa dengan susu formula. yang ada dipikiran Indah cuma gini : lebih baik asfa makan lebih cepat tapi tetep ASI dari pada asfa ditambahin susu formula. karena Indah masih bertekad untuk menyusui Asfa minimal sampai setahun.

maaf kalau curhatku kepanjangan, tapi mungkin ini bisa buat pelajaran ke calon ayah yang lain supaya bisa bersikap helpful ke pasangan kalau memang mau memberikan yang terbaik untuk si kecil.

regards,
Indah

Jawab :

From: heni_nur
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Monday, February 27, 2006 2:52 PM
Subject: [sehat] Re: [curhat] gagal ASI eksklusif karena ga ada bantuan dari pasangan…

dear mbak indah...

hanya mau kasih masukan untuk yg ini ;
====
dan dsanya punya 2 pilihan : memberikan MPASI lebih cepat atau
dicampur susu formula. Indah akhirnya memilih pilihan pertama karena
Indah ga mau mengkontaminasikan Asfa dengan susu formula. yang ada
dipikiran Indah cuma gini : lebih baik asfa makan lebih cepat tapi
tetep ASI dari pada asfa ditambahin susu formula. karena Indah masih
bertekad untuk menyusui Asfa minimal sampai setahun.
====

Kalaupun mbak indah nggak bisa ASI eks, maka sebaiknya dikasih susu
formula sampai 6 bulan, bukan MPASI. Karena pencernaannya belum siap
untuk MPASI.

Jadi sebaiknya distop MPASInya, dan kalau emang nggak cukup, silahkan
ditambah susu formula

heni

From: Dewi Joris (DHL ID)
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Monday, February 27, 2006 2:51 PM
Subject: RE: [sehat] [curhat] gagal ASI eksklusif karena ga ada bantuan dari pasangan…

Dear Mbak Indah,

Completely understand your situation. Memang perjuangan seorang ibu yang
bekerja full time untuk dapet memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan
itu sangat berat. Banyak sekali yang mengalaminya, untuk itulah kenapa
sharing2 seperti ini sangat penting supaya kita bisa saling mendukung
dan menguatkan.  Kalau mbak Indah mencermati setiap e-mail yang masuk,
buka2 file di yahoogroups dan mampir2 ke web sehat, mbak akan memahami
bahwa sampai dengan usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi seorang bayi sudah
cukup didapatkan dari ASI/Formula/ASI+Formula.

Jadi sebetulnya klo mbak udah super lelah dan ASI turun drastic pilihan
akhirnya formula, bukan MPASI. Tetep MPASI nya diberikan saat bayi
berusia 6 bulan karena saat usia 6 bulan itu usia yang sangat tepat,
semua organ tubuh sudah siap menerima MPASI.

Kalau boleh menyarankan, MPASI di stop. Kembali ke ASI kalau mbak masih
bisa..kuatkan hati dan tekad..kami semua disini mendukung mbak apalagi
cuman tinggal 1 bulan lagi...saya pernah ngalamin seperti yang mbak
alami memang sangat berat..solusi saya waktu itu saya ngotot ambil cuti.
Berusaha menenangkan pikiran, focusnya ke bayi saya dan akhirnya bisa
sampai usia 6 bulan anak saya mendapatkan ASI eksklusif.

Take a rest kalau memungkinkan, soothe yourself...supaya produksi ASI
kembali ke sedia kala.

Salam,

Dewi - mom of Ruth & Jonathan.

From: Alida Susanti
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Monday, February 27, 2006 3:15 PM
Subject: RE: [sehat] [curhat] gagal ASI eksklusif karena ga ada bantuan dari pasangan…


mba indah,
aduh jadi terharu ya, Jangan sedih ya,saya jg bisa ngerasain ga enak ya klo suami ga mendukung.
suami saya pun ga mengerti dan ga mendukung, lama2 ngerti tp ttp aja ga ngedukung itu terwujud.
sejak suami saya cuti panjang akhir tahun sejak itulah dia mulai tmbh dkt ama anaknya dan sejak itulah dia jd
care dgn apa yg saya lalkukan buat sasha termasuk kerja samanya menggantikan popok pas saya lg menyusui mlm hari.

emang beraaat bgt dan sedih, tp sabar aja mba pasti ada hasilnya dan hikmahnya atas sgala yg kita lalukan buat anak kita ya mba.klo msh mau coba2 luluhin hati suami, print aja artikel2 ttg ASI dan sharing2 dr SPs disini yg berhasil,insyallah lama2 kan akan terbaca oleh suami. mungkin dia bingung juga hrs gimana.

jangan sedih lagi ya, kita semua disini pasti support jg.

alida
sasha's Mom

From: Rina Kusuma
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Monday, February 27, 2006 4:25 PM
Subject: Re: [sehat] [curhat] gagal ASI eksklusif karena ga ada bantuan dari pasangan…

Mbak Indah, sebelumnya maaf kalau ada tulisan saya yang kurang berkenan.
Saya bunda-nya Nayra (4,5 bln), masih ASI eksklusif dan saya sudah masuk kerja kembali sejak Januari lalu. Kurang lebih saya tau perjuangan Mbak Indah untuk tetap memberikan ASI untuk Asfa.

Cuma saya agak berbeda pandangan dengan Mbak Indah. Suami saya juga bukan tipe yang selalu perhatian. Seringkali kalau malam saya begadang untuk memeras ASI, suami saya tetap saja tidur. Dan saya tidak marah. Karena saya juga tau kalo dia butuh istirahat stelah bekerja seharian. Cuma sebagai gantinya, dia bangun lebih pagi dari saya (sekitar jam 6 pagi) dan bermain dgn Nayra karena biasanya dia juga bangun sekitar jam 6. Nah, saya bisa lanjut tidur sampai jam stengah tujuh (paling lama jam 7 karena saya harus memijat & memandikan Nayra).

Jadwal memeras saya pun "hampir" 4 atau 5 jam sehari. Di kantor saya usahakan memeras minimal satu kali, pulang kerja Nayra menyusu langsung, dan sekitar jam 8 atau 9 mlm saya peras susu lagi. Trus saya tidur, sekitar jam 3 atau 4 subuh bangun untuk memeras. Sebelum berangkat kerja pun saya selalu sempatkan untuk memeras. Total jendral saya harus menyiapkan ASI peras sekitar 380-400cc.

Awalnya saya pikir sulit juga untuk melakukan itu. Apalagi ada aja suara-suara dari keluarga yang kelihatannya membuat sulit melakukan ASI eksklusif. Tapi alhamdulillah, sudah hampir dua bulan saya menjalani ini semua dan saya tetap optimis bisa memberikan ASI eksklusif.

Intinya bukan di siapa/apa mempengaruhi produksi ASI kita. Tapi bagaimana kita bisa mencapai itu. Kunci saya cuma satu : saya ikhlas & berusaha untuk melakukan ini semua. Dan ternyata, saya merasa memeras ASI itu sama dengan proses penenangan diri. Karena saat memeras kita berusaha berfikir positif, pikiran tenang, dan yakin bahwa kita mampu memberikan yang terbaik untuk anak kita.

Saya juga setuju dengan pendapat Mbak Heni. Sebaiknya Mbak Indah memberikan Asfa susu formula saja dulu sampai umurnya 6 bulan. Karena setau saya bayi dibawah umur 6 bulan yang terbaik adalah susu, bukan makanan padat. Jadi tidak masalah kalau harus pakai susu formula, asal pencernaan Asfa tidak dipaksa untuk bekerja lebih keras untuk mencerna makanan padat.

Mbak Indah, in every clouds there must be a silver lining. Jadi jangan putus asa, tetap optimis. Yakin aja dengan kemampuan diri kita sendiri. Jangan sampai dari kegiatan ASI Eksklusif ini justru mendatangkan kesedihan di hati Mbak Indah & keluarga Mbak juga. Alhamdulillah saat ini suami saya jadi mengerti sekali perjuangan saya untuk memberikan ASI Eksklusif, walaupun awalnya dia juga gak punya perspektif ttg itu. Kadang dia bercanda "udah berapa galon ASI perasnya, Bun?" saat saya sedang memeras ASI, tapi saya paham bahwa itu cara dia memberikan perhatian ke saya dan membuat saya tersenyum.

Salam,
Rina Kusuma

February 27, 2006 - Posted by | Q&A/ Sharing ASI

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: