ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

ASI eksklusif dan pengenalan air buah sebelum 6 bulan

From: indah ip
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, March 29, 2006 7:46 AM
Subject: [sehat] tanya ttg ASI eksklusif dan pengenalan air buah sebelum 6 bulan


Halo semuanya,
Saya member baru, tahu mili sini terutama rekomendasi dari kakak ipar yang
udah lama jadi member dan merasakan manfaatnya

Kami memiliki puteri kembar yang berusia hampir 5 bulan
Di usia 4 bulan lebih, berikut data2nya: kira (saat lahir bb=3,150kg, saat 4
bln lebih bb=6,350kg) dan ziya (saat lahir bb=2,450kg, saat 4 bulan lebih
bb=5,9kg), menurut dokter perkembangannya baik, berat badannya juga baik,
kondisi belum pernah sakit alhamdulillah sampai saat ini.

Dokter kami ketika imunisasi kemarin ini menyampaikan bahwa mereka udh bisa
diberi pengenalan air buah 30 cc tiap pagi dan biskuit bayi mulai dari
seperempat bagian dulu diencerkan dengan ASI. Saat saya tanya apakah tidak
sebaiknya eksklusif saja, beliau menyatakan tidak masalah kalau demikian
pun, sebab yang namanya eksklusif memang kan susunya tetap ASI, dan berat
badan hanya diperoleh dari ASI, sementara air buah dan biskuit sebelum 6
bulan hanya untuk mengenalkan pengecapan kepada mereka, melihat nanti gimana
reaksinya, sebab banyak keluhan ibu2 yang memberikan eksklusif ASI sampai 6
bulan bilang anaknya susah makan ketika mulai dikenalkan makanan pendamping
ASI (MPASI).

Dari informasi saudara dan rekan2 yang udah berkeluarga, juga banyak baca
buku ttg besarnya manfaat ASI eksklusif, saya merasa tidak ingin
menginterupsi pemberian ASI eksklusif yang sudah saya berikan sampai saat
ini sampai usia mereka 6 bulan. Memang di awal melahirkan, karena sesar,
mereka oleh rumah sakit sempat diberikan susu formula, tapi di hari kedua
rawat inap, saya paksakan jalan ke ruang inkubator dan ruang bayi untuk
menyusui sendiri mereka karena memang sudah berniat ingin menyusui secara
eksklusif sampai 6 bulan. Sejak kehamilan 7 bulan,saya sudah mengkonsumsi
daun katuk yang dimasak sendiri, juga melakukan pijat payudara yang saya
dapat infonya dari internet maupun buku2. Awalnya memang sempat khawatir
cukup atau tidaknya ASI, tapi menurut dokter jika mereka pipis lebih dari 6
kali sehari masing2, bisa tidur pulas 2-3 jam setiap malam, dan pertumbuhan
berat badannya baik, artinya ASI cukup buat mereka. Selain itu saya merasa
memang secara psikologis saya harus yakin bahwa ASI nya cukup buat mereka,
terutama betul2 mengosongkan persediaan asi setiap menyusui sehingga cairan
ASI yang baru semakin banyak dan setiap selesai menyusui saya minum 1-2
gelas air putih atau jus untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh saya. Niat
berhenti bekerja kantoran sejak tahun ini juga salah satu upaya dan tekad
untuk bisa memantau penuh perkembangan mereka (saya tidak menggunakan babby
sitter sampai saat ini) dan memberikan ASI eksklusif sesuai kebutuhan
mereka. So far, kondisi mereka sehat, bangun tiap 2-3 jam sekali kalau malam
untuk menyusui atau pipis atau pup.

Sempat lihat beberapa buku ttg menyusui, tapi jika dapat memperoleh lebih
detail lagi info langsung dari dr wati yang saya tahu memang mendukung hal
ini, saya akan lebih mudah pula menyampaikan ke rekan2, saudara dan keluarga
ttg pentingnya ASI eksklusif hingga 6 bulan tanpa interupsi apapun (saya
yakin pasti ada alasan kuat kenapa disebut "eksklusif ").

Yang ingin saya tanyakan betulkah yang disebut eksklusif adalah sama sekali
tidak ada makanan apapun selain ASI (selama ini yang ada dalam pikiran saya
demikian)? Apa kira2 dampaknya jika mereka dikenalkan air buah dan biskuit
sebelum 6 bulan? (Mungkinkan mereka kena diare, atau hal lain karena memang
organ pencernaannya belum bisa beradaptasi dan belum cukup kuat untuk
sekalin cairan ASI?)
Karena ragu mengenai pemberian hal tsb, saya dan suami sepakat belum
memberikan apa2 selain ASI, apalagi menurut dokter ok aja kalau saya mau
tetap eksklusif hanya ASI karena toh penambahan berat badan memang hanya
dari ASI, tapi ada kemungkinan mereka akan malas makan setelah 6 bulan spt
keluhan banyak ibu2 (tapi rekan2 saya banyak juga yang berhasil menyusui
eksklusif tanpa interupsi apapun dan anak2 mereka tetap rajin makan dan
malah semakinsenangn makan)

Apabilah hal ini sudah pernah dibahas, saya mohon maaf karena saya baru
bergabung dan belum sempat mencari di file arsip milis, semoga ada yang sudi
mengirimkan info artikel atau file message-nya secara japri ke alamat email
saya, saya sempat mencari info-nya di google, tapi belum ada penjelasan
secara lebih jelas soal alasan utama kenapa disebut eksklusif dan apa alasan
ilmiahnya.

Ok, segitu dulu, jadi kepanjangan,..:)
Terimakasih sebelumnya,...

Salam,
indah

Jawab :

From: mamakavin
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, March 29, 2006 9:35 AM
Subject: [sehat] Re: tanya ttg ASI eksklusif dan pengenalan air buah sebelum 6 bulan

Dear Mbak Indah...

Sependek pengetahuan saya yg namanya ASI ekslusif itu yaa ASI aja smp 6
bln... bahkan air putihpun tidak diperkenankan.
Karena seseuai dg penelitian terbaru bayi smp usia 6 bln kebutuhannya bisa
tercukupi hanya dengan ASI.
ASI mengandung banyak antibodi and sel darah putih yang sangat
membantu melindungi bayi dari berbagai infeksi.
Selain itu ASI juga kaya akan Omega 3, suatu asam lemak yang sangat
penting untuk memenuhi kebutuhan perkembangan otak.

Untuk dampak pemberian MPASI (makanan pendamping ASI) seblm 6 bln..
dampak yg paling keliatan adalah diare ataupun sembelit..dan lagi
pencernaan baby sebelm 6 bln nih blum sempurna utk mencerna makanan
lain selain ASI. Demikian halnya dg bayi yg terpaksa minum susu formula...
wkt terbaik pembverian MPASI adalah saat usia 6 bln.

utk lebih mencerahkan saya ada artikel
Smoga bs membantu yah.. n ditunggu sharing Sps lain trutama Mbak Luluk..
Uci mamakavin
ASI Ekslusif, Hak Setiap Anak

indosiar.com - Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak awal sangat penting,
karena ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman terbaik untuk bayi
dalam
masa enam bulan pertama kehidupannya. Bahkan pemberian ASI secara
ekslusif
diperkirakan dapat menekan angka kematian bayi.
Memperoleh Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif selama 6 bulan pertama
merupakan hak setiap anak. Karena itu, setelah lahir, segerakanlah anak
untuk menyusui langsung dari payudara ibunya, karena ASI yang keluar
pertama
kali (berwarna kekuningan) juga mengandung zat antibodi (colostrum).
Selama
6 bulan pertama, bayi secara ekslusif hanya mendapatkan ASI yang
diberikan
sesering mungkin tanpa perlu memakai jadwal. Jangan berikan makanan
lain
diluar ASI karena akan menyebabkan bayi merasa kenyang dan kurang ingin
menyusu.
Tak dapat dipungkiri, banyak ibu yang tak memberikan ASI karena
berbagai
alasan, di antaranya karena ASI tak keluar atau karena harus kembali
bekerja
setelah cuti melahirkannya selesai. Padahal, istilah ASI tidak keluar
atau
harus kembali bekerja bukan alasan untuk tidak memberikan ASI secara
eksklusif. Semakin sering bayi mengisap payudara ibunya, maka akan
bertambah
volume ASI yang berada didalam "gudang" penyimpanannya, sehingga tak
mungkin
ASI yang diproduksi akan berkurang. Kalau pun memang tak keluar, itu
dikarenakan teknik menyusui yang tidak benar.
Karena itu, seorang bayi harus diajari menyusu dengan cara memasukkan
seluruh areola payudara (daerah berwarna cokelat di payudara ibu) ke
dalam
mulut bayi. Jika bayi hanya mengisap puting susu saja, ASI yang keluar
hanya
sedikit.
Sementara bagi ibu-ibu yang bekerja, ASI bisa diperah setiap tiga
sampai
empat jam sekali untuk disimpan dalam lemari pendingin. Jangan takut
ASI
basi karena tak ada istilah ASI basi. ASI dapat bertahan diudara
terbuka,
diruangan biasa selama 5 sampai 6 jam, di lemari pendingin (kulkas)
selama 2
x 24 jam, sementara di freezer bisa bertahan sampai sebulan.
ASI eksklusif adalah makanan terbaik yang harus diberikan kepada bayi,
karena di dalamnya terkandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkan
oleh
bayi. Karena ada lebih dari 100 jenis zat gizi dalam ASI antara lain
AA, DHA
Taurin dan Spingomyelin yang tidak terdapat dalam susu sapi. Beberapa
produsen susu formula mencoba menambahkan zat gizi tersebut, tetapi
hasilnya
tetap tidak bisa menyamai kandungan gizi yang terdapat dalam ASI.
ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan
anak.
Berdasarkan penelitian, anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ
(Intellectual Quotient) lebih rendah tujuh sampai delapan poin
dibandingkan
dengan anak-anak yang diberi ASI secara eksklusif.
Anak-anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif juga lebih cepat
terjangkiti penyakit kronis seperti kanker, jantung, hipertensi dan
diabetes
setelah dewasa. Kemungkinan anak menderita kekurangan gizi dan
mengalami
obesitas (kegemukan) juga lebih besar.
Selain pada anak, pemberian ASI juga sangat bermanfaat bagi ibu. ASI,
selain
dapat diberikan dengan cara mudah dan murah juga dapat menurunkan
resiko
terjadinya pendarahan dan anemia pada ibu, serta menunda terjadinya
kehamilan berikutnya. Hal lain yang jauh lebih penting adalah timbulnya
ikatan bathin (bonding) yang kuat antara ibu dan anak.
Berikut tips-tips agar sukses dalam memberikan ASI ekslusif :
Tumbuhkan rasa percaya diri dan yakin bisa menyusui.
Usahakan mengurangi sumber rasa sakit dan kecemasan.
Kembangkan pikiran dan perasaan terhadap bayi.
Untuk wanita menyusui yang bekerja, berikut beberapa tips ASI :
Peras/pompalah ASI setiap 3-4 jam sekali secara teratur. Ini perlu
dilakukan
agar produksi ASI tetap terjaga.
Pilih waktu dimana payudara dalam keadaan yang paling penuh terisi,
pada
umumnya terjadi di pagi hari.
Semua peralatan yang akan digunakan telah disterilkan terlebih dahulu.
Breast pump sebaiknya dibersihkan segera setelah digunakan agar sisa
susu
tidak mengering dan menjadi sulit dibersihkan.
Pilih tempat yang tenang dan nyaman pada saat memerah susu, tempat yang
ideal seharusnya dimana ibu tidak terganggu oleh suara bel pintu atau
telepon masuk. Di tempat kerja, mungkin bisa di meeting room yg kosong,
toilet, dan lain-lain.
Cuci tangan dengan sabun sedangkan payudara dibersihkan dengan air.
Sebelum memulai, minumlah segelas air atau cairan lainnya, misalnya:
susu,
juice, decaffeinated tea/coffee, atau sup, disarankan minuman hangat
agar
membantu menstimulasi payudara.
Saat memerah ASI, Ibu harus dalam kondisi yang santai (relax). Kondisi
psikologis ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif.
Menurut hasil penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam
memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Saat
ibu
memeras ASI, jangan tegang dan jangan ditargetkan berapa banyak ASI yg
harus
keluar.
Lakukan perawatan payudara : Massage/pemijatan payudara dan kompres
air
hangat & air dingin bergantian.
Jika ada masalah dalam ASI, jangan ragu untuk menghubungi atau
konsultasi
Klinik Laktasi.
Lama penyimpanan ASI setelah diperah :
Jika ruangan tidak ber-AC, tidak lebih dari 4 jam.
Ruangan ber-AC, bisa sampai 6 jam.
Perlu diingat suhu ruangan tersebut harus stabil. Misalnya ruangan
ber-AC,
tidak mati sama sekali selama botol ASI ada di dalamnya.
Segera simpan ASI di lemari es setelah diperah. ASI ini bisa bertahan
sampai
delapan hari dalam suhu lemari es. Syaratnya, ASI ditempatkan dalam
ruangan
terpisah dari bahan makanan lain yang ada di lemari es tersebut.
Jika lemari es tidak memiliki ruangan terpisah untuk menyimpan botol
ASI
hasil pompa, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x
24
jam.
Dapat juga membuat ruangan terpisah dengan cara menempatkan botol ASI
dalam
container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan
baik.
ASI hasil pompa dapat disimpan dalam freezer biasa sampai tiga bulan.
Namun
jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini
yang
mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar. Jika kebetulan
memiliki
freezer penyimpan daging yang terpisah atau deep freezer yang umumnya
memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka ASI hasil
pompa/perasan
bahkan dapat disimpan sampai dengan enam bulan di dalamnya.
Cara menyimpan ASI hasil pompa atau perasan
Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu
Botol yang paling baik sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas atau
kaca.
Jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikan plastiknya cukup kuat
(tidak meleleh jika direndam dalam air panas).
Jangan pakai botol susu berwarna atau bergambar, karena ada
kemungkinan
catnya meleleh jika terkena panas.
Jangan lupa bubuhkan label setiap kali Ibu akan menyimpan botol ASI,
dengan
mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa atau diperas.
Simpan ASI di dalam botol yang tertutup rapat, jangan ditutup dengan
dot.
Karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara.
Jika dalam satu hari Ibu memompa atau memeras ASI beberapa kali, bisa
saja
Asi itu digabungkan dalam botol yang sama. Syaratnya, suhu tempat botol
disimpan stabil, antara 0 s/d 15 derajat Celcius.
Penggabungan hasil simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka waktu
pemompaan/pemerasan pertama s/d terakhir tidak lebih dari 24 jam.
Cara memberikan ASI yang sudah didinginkan pada bayi?
Panaskan ASI dengan cara membiarkan botol dialiri air panas yang bukan
mendidih yang keluar dari keran
Atau merendam botol di dalam baskom atau mangkuk yang berisi air panas
atau
bukan mendidih
Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya
dalam
panci
menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya, kecuali yang memang
didesain untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI
Ibu tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu biasanya sekali meminum
ASI.
Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb. Misalnya
dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Ibu
biasanya
hanya meminum 80, jangan langsung dipanaskan semua.
Ingat susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi!
Jika mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan
yang
baik,
ASI tidak akan mungkin basi. Terkadang memang setelah disimpan atau
didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak
menandakan
bahwa ASI sudah basi. Kemungkinan yang terjadi adalah berkurangnya
khasiat
ASI, terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi.
Tdak sulit untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan kepada bayi
Anda. Waktu 6 bulan hanya sebentar, setelah itu barulah bayi diberikan
Makanan Pendamping ASI (MPASI). Jadi mulailah dari sekarang untuk
memberikan bayi Anda, ASI secara ekslusif karena ASI merupakan investasi
bagi
pertumbuhan bayi.(berbagai sumber, Indah JS)

From: Luluk Lely Soraya I
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, March 29, 2006 9:38 AM
Subject: Re: [sehat] tanya ttg ASI eksklusif dan pengenalan air buah sebelum 6 bulan

Dear Mbak Indah,

Wakssss ini dia nih ibu asi eksklusif yg punya anak kembar.
Dah dibantu ama mbak listi ya.
Tenang aja mbak.
ASInya jalan terus ya. Jangan pernah berpikir memberikan MPASI.

Saya kutip satu artikel dari WHO yg membantah ttg korelasi anak yg baru
dikasih makan pas usia 6 bl dg susah makan.
======================================================
Dari artikel WHO :
Information for Health Professionals on Infant Feeding
http://www.who.int

Will waiting until six months affect babies' ability to chew?

No. This misconception appears to have arisen from an old paper presenting
case
studies of children who remained on a liquid diet for 6 -10 months, most of
whom had
developmental delays or disabilities (Illingworth and Lister, 1964). A
hypothesis was
suggested that 'if children are not given solid foods to chew at a time when
they are first
able to chew, troublesome feeding problems may occur'. This has since been
quoted
and inappropriately extended to younger babies with normal development.
=======================================================

Jadi sama sekali gak benar ya mbak.
OK terus asinya ya mbak.

Luluk

March 29, 2006 - Posted by | Q&A/ Sharing ASI

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: