ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Berat mau Menyapih

— In sehat@yahoogroups.com, <edita.fildzah@

…> wrote:

Mbak… problemnya sama . anakku Rafa november nanti 3 thn tapi
sampai  sekarang masih nenen.
Padahal udah di omongin pelan2 dr dia umur 2 thn. tapi sampai
sekarang  belum berhasil he3x.
Pernah waktu itu mau aku kasih transpulmin eh rafa ngeliat terus
dia  bilang cini mah ade aja yg kacih.
Lalu dioles lah putingku dg transpulmin. aku pikir rafa ngga mau
nenen  lagi eh ….ngga lama dia minta
nenen lagi, aku bilang kan nenennya pedas de…..
Rafa diem aja tapi tetep minta dibuka setelah dibuka dia ambil lap
lalu…..
dilap lah putingku sampai dia merasa udah ngga pedas lagi. ^-^
Tapi mbak dari yg pernah aku baca ngga ada batasan umur utk disapih
Biar nanti si anak yg memutuskan utk berhenti ASI.
Ini aku sertakan artikel yg pernah mbak Luluk kirim

Salam
Mama Ediat & Rafa

Jawab :

—– Original Message —–
From: Luluk Lely Soraya I
To: sehat@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, June 28, 2006 8:13 PM
Subject: Re: [sehat] Berat mau Menyapih was Re: ASI > 2th

Dear Mbak Yenni,

Maaf kalo telat nanggepinnya.
Intinya mbak, semua kembali ke 3 aktor utama ASI : ayah-ibu-anak.
Jika mbak merasa masih nyaman dg proses menyusui > 2th, ya kenapa gak
dilakukan ?!
Tapi once mbak memutuskan utk menyapih, lakukan dg cara yg manis & baik.
Saya sendiri pendukung proses slow weaning atau menyapih secara perlahan.
banyak sekali manfaat utk ibu & anak. Mulai dari terhindar dari resiko
engorgement sampai dg
proses pematangan psikologis anak-ibu.

Saya yakin mbak yenni pasti setuju kalo proses menyusui bukan hanya soal
memenuhi kebutuhan nutrisi dan memberikan
eksta imunitas ke tubuh anak. Tapi juga ada proses caring, loving juga
bonding.
Dan mbak yenni juga pasti setuju proses menyapih juga bukan hanya sekedar
gimana caranya anak tidak menyusu
lagi kepada ibunya. Tetapi juga ada proses mempersiapkan diri dan meyakinkan
sang anak bahwa bonding itu tetap terus ada dan menguat
meski anak sudah gak lagi menyusu pada ibunya.
Nahhh kalo mbak yenni setuju dg saya soal hal tsb diatas, pasti mbak setuju
juga kan proses penyapihan
dg cara paksa (spt ngasih lipstik di puting, kasih pahit2 di puting, anak
dipaksa pisah dari ibunya selama bbrp lama, dsbnya)
adalah proses yg malah “menodai” dan menyakiti hati anak, ya kan mbak ?!
Jadi…….bener mbak enjoy aja.
Saya setujuuuuuuu bgt dg trik dari Mbak Fidia Helianti, konsistensi itu yg
diperlukan dalam proses slow weaning.
Bukan masalah kita-nya (sang ibu/ayah) harus tega.
Tapi sama spt kita mendidik anak soal disiplin.
Konsisten kan bukan berarti dg cara keras juga kan ?!
Ah saya yakin mbak yenni pasti tau yg terbaik mendidik si kecil.
It takes time, mbak. Dan tiap anak beda. Alyssa, putri saya, butuh waktu 1
th untuk berhenti menyusu dari saya.
Butuh wkt 1 th utk menyiapkan dirinya sendiri.

Dari segi laktasi, kandungan ASI > 2 th masih powerfull.
Dan betul menyusui itu tidak ada batasan kapan dan sampai brp th (krn itu
juga oth WHO hingga kini gak pernah menyebutkan menyusui sampe … th).
Mungkin saya repost lagi aja ya disini.
Coba mbak browse juga referensi link dari artikel yg saya rangkum ini.
Ternyata banyakk sekali manfaat menyusui balita > 1th
meski lagi-lagi bukan berarti saya menyarankan agar tiap SP disini utk
menyusui hingga > 2th atau spt Alyssa.
Lagi-lagi masalah berapa lama menyusui dan menyapih anak adalah very very
personal decision.
Tiap anak, tiap ortu, tiap keluarga berbeda.
Yg disampaikan disini adalah fakta dan hasil riset bagi mereka yg memilih
menyusui anaknya > 2th.

Kalo mbak sempat buka2 web LLLI (lalecheleague international)

-org laktasi
international atau website2 laktasi, mbak akan menemukan
bahwa banyak sekali ibu yg menyusui > 2th.
Jadi………it is up to you mbak.
Santai aja. Jika proses menyapih sekrg dilakukan, coba lakukan dg baik dan
manis.
Selebihnya saya yakin Nadhif akan menemukan timing yg terbaik utk dirinya.

Moga membantu.
Keep doing slow weaning !
Luluk

==============================

Topik : Fakta-fakta seputar menyusui batita

(Ditulis bebas & dirangkum dari berbagai sumber oleh

Luluk Lely Soraya I)

Hingga saat ini banyak sekali anggapan miring ttg ibu yang menyusui anaknya
> 1th. Sering kita dengar kalimat “Kalo anak > 1 th kan dah jelek ASInya”.
Atau tak jarang juga terdengar kalimat “Kalau disusui terus anak jadi manja
dan gak mandiri”. Nah benarkah hal ini ?

Artikel berikut dirangkum dari beberapa artikel dari La Leche League dan WHO
tentang fakta-fakta seputar menyusui anak batita ( hingga umur 3 th).

Ternyata anggapan2 bahwa ASI gak bagus, nyusui anak besar bisa membuat jadi
manja dan gak mandiri tsb TIDAK BENAR.

Menyusui batita memiliki manfaat bukan hanya bagi anak, tetapi juga bagi
ibu.

Bahwa ternyata kandungan ASI > 1 th memiliki kandungan yang luar biasa
bermanfaat utk anak. Yg jelas, ASI tetap memiliki zat imun yang melindungi
bayi dari berbagai penyakit. Bahkan satu penelitian menunjukkan bahwa
beberapa zat imun meningkat jumlahnya dalam ASI di th keduam sehingga
memberikan perlindungan yg lebih besar bagi anak. Belum lagi kandungan
gizinya. Pada tahun kedua (12-23 bulan), setiap 448 ml ASI memenuhi
kebutuhan anak :

o 29% dari kebutuhan energi-nya

o 43% dari kebutuhan protein-nya

o 36% dari kebutuhan kalsium-nya

o 75% dari kebutuhan vitamin A

o 76% dari kebutuhan folat-nya

o 94% dari kebutuhan vitamin B12

o 60% dari kebutuhan vitamin C

Nah manfaat buat ibu gimana ? Banyak para ahli medis menbuktikan bahwa
menyusui dapat memberikan ibu proteksi dari berbagai penyakit. Makin lama
ibu menyusui, makin besar proteksi yg diberikan. Ibu dapat terminimalisasi
dari resiko terkena kanker payudara, kanker ovarium (indung telur), kanker
uterine (rahim), osteroposis, dsbnya.

Benarkah jika anak disusui terus menerus akan membuat ia jadi manja dan gak
mandiri ?

Ini juga sama sekali TIDAK BENAR. Justru anak-anak yg disusui hingga ia
berhenti sendiri (menyapih dirinya sendiri) lebih mandiri.

Kenapa ? karena ia menemukan sendiri kemandiriannya. Ia merasa lebih nyaman
dalam menemukan fase tsb. Ingat loh fase psikologis usia batita itu buat
anak2 terkadang “mengerikan”. Ia harus belajar utk menerima kondisi di
sektiarnya. Dengan menyusui, akan memudahkan anak menghadapi fase tsb dg
lebih mudah.

Terkadang juga kita memaksakan anak utk mandiri lebih cepat dari biasanya.
Padahal di usia ini justru ia butuh ibunya dan ayahnya utk membantunya
menemukan rasa percaya dirinya dsbnya.

Jadi menyusui di usia ini justru memenuhi kebutuhan psikologisnya.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan : “Susuilah anak di
tahun pertamanya dan susuilah terus selama ibu dan anak saling
menginginkan.Makin lama ibu menyusui anaknya, makin memberikan keuntungan
bagi ibu dan anak dari segi kesehatannya dan perkembangannya..Tidak ada
batasan pasti kapan anak harus berhenti menyusu dari ibunya. Dan TIDAK ADA
BUKTI bahwa menyusui anak-anak > 3 th akan membuatnya terganggu secara
psikologis ataupun.” (AAP 2005)

Nah kapan anak sebaiknya disapih ? Lagi-lagi ini pilihan yg sangat
subyektif. Semua bergantung kepada 3 pihak : ibu-anak-ayah. Selama semua
pihak saling menginginkan maka menyusui dapat terus dilakukan. Jika
memutuskan utk menyapih, maka lakukanlah dg perlahan dan baik. Hindari
penyapihan yg dapat menyakiti hati anak. Ingat selama masa menyusui,
terjalin ikatan batin yg kuat antara ibu-anak. Jangan sampai hal ini “rusak”
karena proses penyapihan ini.

Referensi :

a.. Breastfeed a Toddler-Why on Earth? Handout #21. Toddler nursing.
January 2003 by Jack Newman, MD, FRCPC

(http://www.kellymom.com/newman/bf_toddler_01-03.html)

a.. La Leche League International, What are the benefits of breastfeeding
my toddler? (http://www.lalecheleague.org/FAQ/advantagetoddler.html)

a.. Extended Breastfeeding Fact Sheet by Kelly Bonyata, BS, IBCLC
(http://www.kellymom.com/bf/bfextended/ebf-benefits.html)

a.. Nursing Past Infancy and Into Toddlerhood
(http://www.breastfeed-essentials.com/nursetoddler.html)

=================================

MENYAPIH DENGAN CINTA

(WEANING WITH LOVE)

Ditulis bebas & dirangkum dari berbagai sumber (Lalecheleague, WHO,
breastfeeding.com) oleh Luluk Lely Soraya Ichwan

Menyapih

Sering jadi pertanyaan banyak orang tua “Kapan sih usia yang tepat untuk
menyapih anak dari masa menyusu pada ibunya ?” Kemudian bagaimana cara
menyapih yg terbaik ? Sebetulnya apa sih yang dimaksud dg kata “menyapih”
itu sendiri ?

Menyapih adalah suatu proses berhentinya masa menyusui secara
berangsur-angsur atau sekaligus. Proses tsb dapat disebabkan oleh
berhentinya sang anak dari menyusu pada ibunya. Atau bisa juga berhentinya
sang ibu untuk menyusui anaknya.

Atau bisa juga keduanya. Jadi bisa dg berbagai alasan.

Masa menyapih ini merupakan pengalaman emosional bagi sang ibu, anak juga
sang ayah. Karena 3 pihak tadi (Ibu-Ayah-Anak) merupakan ikatan kesatuan yg
gak boleh dilupakan. Kenapa ayah juga terlibat ? Karena ayah juga berperan
dan memberikan pengaruh tersendiri dalam proses menyusui.

Kapan anak harus disapih

Banyak yg bertanya juga kapan sebaiknya anak disapih dari ibunya, atau kapan
waktu yang tepat untuk menyapih.

Sebetulnya tidak ada ketentuan khusus atau batasan khusus kapan anak harus
disapih.

Jadi tidak ada aturan bahwa pada umur sekian anak harus disapih dari ibunya.

Menurut WHO, masa pemberian ASI diberikan secara eksklusif 6 bulan pertama,
kemudian dianjurkan tetap diberikan setelah 6 bulan berdampingan dg makanan
tambahan hingga umur 2 th atau LEBIH. Jadi tidak ada batasan di umur berapa.
Ini artinya tidak ada aturan bahwa pas pada umur 2 th anak harus disapih
dari ibunya.

Banyak orang tua menyapih anaknya pada umur 1 th-2th, ada juga yg umur 3
tahun anaknya baru disapih bahkan ada juga yg umur 4 th.

ASI > 1th tidak bergizi ?

Sampai kapan proses / masa menyusui dapat dilanjutkan ?

Jawabannya : Selama ketiga pihak (ibu-anak-ayah) masih menginginkan.

Itu artinya jika sang ibu / sang anak / sang ayah sudah tidak menginginkan,
maka proses menyapih dapat dilakukan.

Misalnya, sang ibu punya deadine (batas waktu) tersendiri bahwa pada umur
sekian si anak harus disapih tetapi sang ibu masih enjoy & sang anak juga
masih menginginkan, maka tidak perlu disapih. Intinya, pilih timing yg
paling nyaman untuk semua pihak.

ASI > 1 th jelek dan tidak bergizi ?!

Sering ada anggapan bahwa ASI itu sudah jelek kalo anak sudah berusia 1 th
ke atas ? Nah apalagi jika anak berusia 2 th, betulkah ini?

Opini bahwa ASI itu jelek > 1 th ternyata sama sekali tidak benar.

ASI tetap kaya akan nutrisi. Menurut penelitian Dewey KG dalam artikel
“Nutrition, Growth, and Complementary Feeding of the Breastfed Infant”.
Pediatric Clinics of North American. February 2001;48(1)), bahwa ASI > 1 th
kaya akan nutrisi :

“In the second year (12-23 months), ASI mengandung :

a.. 43% of protein requirements;
b.. 36% of calcium requirements;
c.. 75% of vitamin A requirements;
d.. 60% of vitamin C requirements”.

Ini belum termasuk zat anti infeksi/anti kuman yg tetap dan selalu ada dalam
ASI yg manfaatnya sangat luarbiasa untuk melindungi bayi dari berbagai
penyakit.

Jadi tidak pernah ada istilah ASI jelek.

Kandungan gizi ASI itu sangat fleksibel sesuai kebutuhan sang anak.

Komposisinya tidak pernah sama dan selalu berubah bahkan tiap menit.

Ini berbeda sama sekali dg kandungan susu formula yg itu-itu saja.

Sampai saat ini banyak anggapan bahwa jika anak disusui terus nantinya anak
susah disapihnya. Atau banyak juga yg menganggap anak akan jadi tidak
mandiri.
Benarkah hal ini ? Hingga saat ini tidak ada / belum ada penelitian khusus
yg membuktikan bahwa ada hubungan antara usia anak disapih dg kemandirian
anak. Kenyataan yang ada sering sekali orang merancukan / mencampuradukkan
kedekatan orang tua dg si anak,dengan manja atau kurang mandiri. Apakah
kedekatan dengan orang tua sama dengan manja? Belum tentu kan ? Bukankah
secara psikologis pada usia tsb anak justru memang membutuhkan kedekatan yg
bagus dg orangtuanya. Sementara itu banyak sekali anak yang disapih di usia
>1 atau 2 th tetap menjadi anak yang mandiri. Jadi kembalikan lagi ke
definisi mandiri itu bagaimana.

Cara terbaik menyapih anak

Cara menyapih yg baik & tepat.

Tidak ada cara khusus dalam menyapih.

Beberapa ahli laktasi memberikan tips-tips agar proses menyapih berjalan dg
baik :

1.. Lakukan proses menyapih secara perlahan.
Mis. Mengurangi secara bertahap frekuensi menyusu. Biasanya 4 x
sehari maka secara perlahan diubah 3 x sehari terus hingga akhirnya
berhenti.

2. Alihkan perhatian anak / sibukkan anak dg hal lain.

Bisa dg membacakan buku ke anak, bermain, bernyanyi, dsb.
Hingga anak melupakan saat menyusu.

3.. Kunci utama : Bina komunikasi yang baik dg anak.
Ingat, seberapa kecil usia anak, anak tetap mengerti dan
memiliki kemampuan utk mengerti kata2 dari orang di lingkungannya.

4.. Hindari menyapih saat anak sedang tidak sehat atau sedang sedih,
kesal, marah.

5.. Hindari menyapih anak dari menyusu ke benda lain spt empeng, botol
susu, bantal, dsb.
Biasanya disini peran ayah sangat dibutuhkan sbg figur yang
melengkapi sang ibu. Sekali lagi bina komunikasi yg baik dg anak.

6.. Hindari menyapih secara mendadak/langsung.
7.. Terakhir, KOMUNIKASI, komunikasi dan komunikasi.
Ajaklah anak berkomunikasi dan berdiskusi. Jelaskan dg baik alasan dan
langkah menyapih yg akan dilakukan.

Apalagi tanpa komunikasi apapun dg si anak. Ini dapat menyakitkan hati sang
anak.

Jangan sampai anak merasa bahwa dg manyapih sang ibu membencinya, dsb.

Pemberian jamu pahit, memaksa anak utk tidak menyusu pada ibunya, dsbnya
dapat merusak bonding atau ikatan batin yg terbentuk sejauh ini dalam proses

menyusui. Amat sangat disayangkan jika hal ini terjadi. Karena ikatan indah
tsb ternodai akibat proses menyapih secara mendadak tadi.

Jika proses penyapihan dilakukan dg baik, maka anak2 kita akan tumbuh
menjadi anak yg cerdas, sehat dan berakhlak baik. Karena sang ibu
mendidiknya melalui masa menyusui dan masa menyapih dg cinta.

Sumber artikel :

· WHO. 2004. “Infant Feeding in emergencies : A guide for mothers”
(www.who.int)

· Kelly Bonyata, BS, IBCLC “Extended Breastfeeding Fact Sheet”
(http://www.kellymom.com/bf/bfextended/ebf-benefits.html)

· Jack Newman, MD, FRCPC. “Breastfeed a Toddler-Why on Earth? ”
(http://www.kellymom.com/newman/bf_toddler_01-03.html)

· Lalecheleague International, “What are the benefits of
breastfeeding my toddler?”
(http://www.lalecheleague.org/FAQ/advantagetoddler.html)

June 28, 2006 - Posted by | Q&A/ Sharing ASI

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: