ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Iiihh..ASI perah/pompa saya bau. Gimana dong ?!

Pada dasarnya ASI memang memiliki rasa dan bau yg agak asam – mirip dengan susu sapi yg diasamkan. Jika ASI anda berbau agak asam, maka ASI tsb relatif aman diberikan ke bayi.

Jika anda kerapkali menemukan ASI peras yg didinginkan berbau atau terasa tidak sedap, cobalah utk memeriksa kembali tatacara menyimpan ASI anda selama ini. Hal ini untuk memastikan apakah ada hal-hal yg dapat mempengaruhi rasa ataupun bau dari ASI :

· Wadah penyimpanan: Berbagai wadah tempat penyimpanan yg tidak mudah rusak sebaiknya digunakan utk menyimpan ASI. Seperti botol kaca, botol plastik, ataupun kantung khusus ASI. Wadah terbaik adalah yg terbuat dari kaca atau food-grade polypropylene atau polybutylene. Kantung dari polyethylene (spt bottle liners) kurang menyimpan nutrien ataupun kandungan imun dari ASI. Tidak sebaik wadah yg terbuat dari kaca ataupun polybutylene. (Jones & Tully 2005).

    • Jika anda menggunakan botol susu (yg terbuat dari plastik), cobalah untuk menggunakan kantung khusus ASI.
    • Jika anda biasa menggunakan plastik, cobalah menggunakan kaca.

  • Kondisi saat menyimpan :
    • Apakah anda berencana utk membekukan ASI ? Jika anda tidak berencana utk memberikan ASI peras pd bayi anda dalam 5-8 hari kedepan, segeralah bekukan ASI begitu selesai diperah. Saat memberikan, segera berikan ke bayi anda segera setelah dicairkan (tapi sebaiknya < 24 jam).
    • Pastikan wadah tempat ASI tertutup rapat, sehingga bau dari makanan di kulkas tidak masuk ke dalam ASI. Cobalah menaruh satu kantung berisi baking soda di dalam kulkas atau freezer untuk membantu menyerap bau dari kulkas.
    • Simpanlah ASI pada BAGIAN BELAKANG refrigerator (kulkas bawah) atau freezer, BUKAN di pintu kulkas. Jangan menyimpan ASI pada dinding freezer yg memiliki otomatis defrost.
    • Apakah freezer cukup dingin ? Jika anda menyimpan es krim dalam freezer dan es krim tsb beku, maka temperatur dari freezer tsb benar. Ini artinya freezer bekerja dg baik.

Beberapa ibu mendapatkan ASI beku nya ataupun ASI yg disimpan di refrigerator selama beberapa waktu, berbau atau terasa spt sabun, asam atau bahkan tengik. Meskipun para ibu tsb telah mengikuti petunjuk penyimpanan ASI dg benar. Menurut Lawrence & Lawrence (hal. 781), kemungkinan hal tsb terjadi karena sang ibu memiliki kandungan enzim lipase di ASI dalam jumlah berlebih. Sehingga lemak dalam ASI akan dipecah oleh enzim tsb sesaat setelah ASI diperah. Umumnya bayi tidak mempermasalahkan dg sedikit perubahan bau dan rasa itu, dan jelas ASI tsb tidak berbahaya bagi sang bayi. Namun demikian jika perubahan bau & rasa terasa sekali, maka bayi akan menolaknya.

Lipase adalah enzim yg umumnya terdapat pada ASI dan memiliki beberapa manfaat seperti:

· Lipase akan membantu lemak ASI tercampur dg baik (ter-emulsi sempurna) dengan kandungan protein “whey” dalam ASI. Sehinggalemak tsb akan dipecah menjadi molekul-molekul kecil yg mudah dicerna secara sempurna oleh pencernaan bayi (Lawrence & Lawrence, hal. 156).

  • Lipase juga membantu memecahkan lemak dalam ASI, sehingga nutrien yg larut dalam lemak (mis. vitamin A & D) dan asam lemak (yg membantu melindungi bayi dari penyakit) akan mudah didapatkan oleh bayi (Lawrence & Lawrence, hal. 156).

  • Kandungan utama dari lipase di lemak ASI, yaitu bile salt-stimulated lipase (BSSL), “dianggap sebagai faktor utama yg dapat me-nonaktif-kan protozoa. Sehingga jelas bayi terlindungi dari infeksi. (Lawrence & Lawrence, hal. 203).

Menurut Lawrence & Lawrence (hal.158), jumlah BSSL dalam ASI relatif tetap dan tidak berubah dari waktu ke waktu sejak awal masa menyusui. Ada penelitian yg menunjukkan bawah ibu yang kekurangan gizi memiliki kandungan lipase lebihrendah makin harinya.

Apa yg dapat saya lakukan jika memang lipase saya berlebih ? Begitu ASI mulai terasa/berbau asam atau tengik, tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun demikian, ASI yg baru saja diperas dapat disimpan, namun sebelumnya dipanaskan (hingga hampir mendidih) agar lipase berhenti bekerja (inactivated) sehingga proses pemecahan lemak terhenti. Panaskan ASI segera setelah diperah.

Cara memanaskan ASI :

· Panaskan ASI pada suhu 180 F (82 C), atau hingga tampak sedikit gelembung di pinggir panci (JANGAN sampai mendidih secara keseluruhan).

· Segera dinginkan dan simpan ASI.

Pemanasan ini akan merusak kandungan zat anti infeksi dalam ASI dan menurunkan kandungan nutrien dalam ASI, tetapi tidak menjadi masalah utk beberapa stok ASI. Kecuali jika seluruh stok ASI diperlakukan spt itu (dipanaskan dan dibekukan).

Menurut Lawrence & Lawrence, bile salt-stimulated lipase (BSSL) dalam ASI dapat juga dirusak pada pemanasan suhu 144.5 F (62.5 C) selama 1 menit (hal. 205), atau pada 163 F (72 C) selama lebih dari 15 detik (p. 771).

Prosedur tsb diatas dilakukan HANYA jika ASI beku ibu SELALU berbau / terasa asam & tengik.

Additional information

Breastmilk Storage & Handling @

Common Concerns When Storing Human Milk by Cindy Scott Duke, from New Beginnings, Vol. 15 No. 4, July – August 1998, p. 109.

Funny Milk from Lactation Education Resources discusses milk that looks or smells unusual

Soapy aftertaste to breast milk Q&A by Debbi Donovan, IBCLC

Frozen breast milk: My baby is very unhappy with the taste Q&A by Debbi Donovan, IBCLC

Storage and Handling of Breastmilk by Becky Flora, BS, IBCLC (see “What about soured or “off” milk?”)

References

Berkow SE, Freed LM, Hamosh M, Bitman J, Wood DL, Happ B, Hamosh P. Lipases and lipids in human milk: effect of freeze-thawing and storage. Pediatr Res. 1984 Dec;18(12):1257-62.

Bitman J, Wood DL, Mehta NR, Hamosh P, Hamosh M. Lipolysis of triglycerides of human milk during storage at low temperatures: a note of caution. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 1983;2(3):521-4.

Dupuy P, Sauniere JF, Vis HL, Leclaire M, Lombardo D. Change in bile salt dependent lipase in human breast milk during extended lactation. Lipids. 1991 Feb;26(2):134-8.

Freed LM, Berkow SE, Hamosh P, York CM, Mehta NR, Hamosh M. Lipases in human milk: effect of gestational age and length of lactation on enzyme activity. J Am Coll Nutr. 1989 Apr;8(2):143-50.

Hamosh M, Dewey KG, Garza C, et al. Nutrition During Lactation. Institute of Medicine, Washington, DC, National Academy Press, 1991. pp. 138.

Jones F, Tully MR. Best Practice for Expressing, Storing and Handling Mother’s Milk in Hospitals, in Homes and in Daycares. Raleigh, NC: Human Milk Banking Association of North America, 2005: 14-15, 20.

Lawrence R, Lawrence R. Breastfeeding: A Guide for the Medical Profession, 6th ed. Philadelphia, Pennsylvania: Mosby, 2005: 156-158, 203-205, 771, 781.

Lawrence RA. Storage of human milk and the influence of procedures on immunological components of human milk. Acta Paediatr Suppl. 1999 Aug;88(430):14-8.

May JT. Table 7: Effect of heat treatment or storage on antimicrobial factors in human milk. From: May JT. Molecular Virology: Tables of Antimicrobial Factors and Microbial Contaminants in Human Milk. Accessed 9/8/05.

May JT. Antimicrobial properties and microbial contaminants of breast milk–an update. Aust Paediatr J. 1984 Nov;20(4):265-9.

Page last modified: 09/08/2005
Written: 09/08/05

Diterjemahkan bebas oleh Luluk Lely Soraya I, March 2006 dari artikel “My expressed breastmilk doesn’t smell fresh. What can I do?” http://www.kellymom.com/bf/pumping/lipase-expressedmilk.html

Sumber : http://lsoraya.multiply.com/

September 13, 2006 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: