ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

“Nyusuin ?! Ah gampang. Jaman dulu juga gak perlu persiapan ini itu”

Sering dengar kata-kata tsb ?! Ternyata menyusui itu gampang-gampang susah dan susah-susah gampang. Mudah jika kita tahu ilmunya. Sulit jika kita tidak tahu. Nah cari tahu yuk kenapa, kapan dan apa saja yang perlu disiapkan untuk proses menyusui.

Photobucket - Video and Image Hosting

Ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I @ Agustus 2005

Bicara soal persiapan ibu hamil, biasanya banyak sekali para ibu hamil yang sibuk dalam menyambut kedatangan sang bayi. Mulai dari perlengkapan bayi hingga sang ibu, dll. Tapi tahukah kita bahwa di masyarakat kita, sangat sedikit sekali ibu hamil yang menyiapkan dirinya dg berbagai ilmu ttg anak (spt imunisasi, masalah umum pada anak, dsbnya). Terutama ttg proses menyusui.

Coba kita perhatikan dg baik atau paling tidak kita ingat pengalaman pribadi.

Kapan sih biasanya seorg ibu menyiapkan dirinya atau mempelajari ttg gimana cara menyusui, apa kendala yang biasa ibu hadapi saat menyusui, dsbnya ?!

Maka jawabannya kebanyakan adalah saat sang bayi telah lahir ke dunia. Padahal saat itu kondisi ibu sedang “payah” baik fisik ataupun mental (baby blues syndrome). Banyak yang beranggapan, “Nanti aja deh kalo anaknya dah lahir” atau “Ah nyusuin itu kan gampang, tinggal nempel aja”, dsbnya.

Suka atau tidak suka jika kita perhatikan ke masyarakat kita, maka banyak ibu yang mempercayakan ilmu ttg menyusui itu dari orang yang lebih tua (ibu, nenek, kakak, dsbnya). Atau dari apa kata kebanyakan orang. Termasuk juga mempercayai mitos2 ttg ASI & menyusui yang kebanyakan justru tidak tepat.

Nah ternyata menurut pakar laktasi sedunia bahwa saat yang tepat mempersiapkan diri masalah menyusui adalah saat kehamilan. Bahkan jika jauh sebelum itu tentu lebih sempurna. Ingat bahwa ada 2 aktor utama dalam produksi ASI (hormon prolaktin & oksitosin). Lebih dr 80% keberhasilan dalam menyusui ditentukan dari rasa percaya diri sang ibu. Karena hormon produksi ASI yang sangat sensitif dengan hal ini. Nah gimana sih caranya supaya ibu selalu PEDE saat menyusui ?! Tentu saja dg bekal ilmu yang cukup.

Apa saja sih yang harus ibu hamil ketahui dan siapkan utk proses menyusui nanti ?

Ini pertanyaan yang sangat menarik. Kalau ditanya, apa sih yang biasa disiapkan ibu hamil utk menyusui ? Jawaban yang umum ditemukan adalah perawatan payudara. Yang dimassage lah, dsbnya. Sebetulnya itu bukan yang utama loh.

Persiapan menyusui untuk calon ibu

1. Pelajari dan pahami ttg ASI & menyusui

Mulai dari apa saja manfaat ASI, bagaimana caranya agar ASI diproduksi dg baik, teknik menyusui yang tepat, pentingnya proses menyusui di 24 jam pertama kelahiran bayi, pentingnya rawat gabung (rooming in), apa saja kendala umum yang sering dihadapi ibu menyusui, kemana ibu harus mencari pertolongan jika ibu mulai menemui kendala dlm menyusui, dsbnya. Jika ibu mengetahui hal-hal tersebut, ibu relatif terhindar dari kebingungan ataupun hambatan selama masa menyusui. Gimana caranya mendapatkan informasi tsb ? Ibu bisa mendapatkannya dari media massa (buku, radio, tv), internet, klinik laktasi, dsbnya.

2. Transfer ilmu ttg ASI & menyusui ke lingkungan terdekat ibu.

Terutama suami, keluarga dekat, dsbnya. Sudah sering kita jumpai para ibu yang ingin menyusui bayinya secara eksklusif namun menemui hambatan. Terutama tidak ada dukungan dari lingkungan. Sebaliknya, jika lingkungan ibu mendukung, maka keberhasilan menyusui akan besar. Teman-teman dekat yang mengerti dan mendukung ASI juga akan menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Kenyataan lingkungan tidak mendukung lebih dikarenakan mereka tidak  mengerti ilmu tentang ASI dan menyusui. Nah ibu dapat membagi ilmunya (transfer knowledge) tentang ASI & menyusui ke lingkungan terdekatnya. Tujuannya tidak lain agar ibu mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya dalam proses menyusui nanti.

3. Window shopping” (Mencari tempat bersalin yang pro-ASI)

Window shopping bukan hanya perlu dilakukan, jika kita akan membeli barang berharga saja loh. Window shopping juga perlu ibu lakukan untuk mencari tempat bersalin (Rumah Sakit, klinik bersalin dsbnya) yang mendukung ASI eksklusif. Tempat bersalin yang sayang ibu & anak istilahnya. Mengapa hal ini penting ?! Karena seringkali hambatan awal saat menyusui adalah saat persalinan dan pasca persalinan. Beberapa tempat bersalin menyediakan fasilitas rawat gabung (Rooming in), bahkan konselor laktasi. Tapi banyak juga tempat bersalin yang tidak menyediakan fasilitas ini. Tentu dengan mencari tahu jauh sebelum masa persalinan, akan memudahkan ibu dalam proses awal menyusui. Selain itu, tentu ibu dapat meminimalisasi intervensi atau hal-hal yang dapat mengganggu proses menyusui.

4. Persiapan fisik ibu hamil.

Gizi ibu yang baik juga membantu stamina tubuh ibu dalam menyusui. Perawatan payudara juga perlu dilakukan. Mulai dari massage atau pemijatan payudara hingga kompres payudara. Menarik-narik puting payudara, seperti yang sering dilakuan oleh ibu-ibu hamil di masa dulu, dianjurkan tidak dilakukan. Karena hal ini justru dapat merusak pelembab alami dari daerah sekitar puting. Artinya juga, saat ibu membersihkan payudara disarankan untuk tidak membersihkan dengan sabun. Khususnya daerah sekitar areola (daerah kecoklatan di payudara).

Nah jika semua persiapan tersebut dilakukan dengan baik, tentu ibu lebih percaya diri saat proses menyusui tiba kan ?! OK selamat menyusui !

Sumber artikel :

Sumber : http://lsoraya.multiply.com/

September 15, 2006 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: