ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Sebuah Langkah untuk Si Kecil

Kamis, 21 Desember 2006

Gaya Hidup

Ada beragam manfaat dari tetesan ASI.

Ada duta ASI (air susu ibu) yang bermunculan dalam tayangan iklan di televisi dan media cetak akhir-akhir ini. Totalnya 10 ibu dari berbagai profesi, tapi memiliki satu kesamaan. Semua bangga telah memberi ASI eksklusif untuk anak-anak mereka. Semua lega telah memberikan yang terbaik bagi buah hati. Semua tersenyum lebar ketika berbicara soal ASI dan anak mereka.

Lihat model Arzeti Bilbina yang telah melahirkan dua anak. “Saya termotivasi memberikan ASI eksklusif kepada dua anak setelah melihat pengalaman mama saya yang memberikan ASI kepada semua anaknya. Alhasil, kami semua tumbuh sehat, menjadi anak berprestasi, dan punya jalinan kuat dengan mama,” katanya.

Ada lagi Millie Stephanie, yang memberikan ASI untuk Meisya, putrinya yang kini berusia 10 tahun. Direktur Pelaksana Indonesian Tattler itu memberikan ASI setelah mendapat penjelasan dari sahabatnya di Jepang soal manfaat ASI. Kesibukannya sebagai wanita karier tak menghalangi niatnya menyusui hingga si kecil berusia delapan bulan. “Saya sempat membuat ruang khusus untuk Meisya di kantor hingga setiap hari saya punya kesempatan menyusuinya. Kini Meisya tidak pernah bisa lepas dari saya, bertambah besar justru semakin cinta. Saya percaya eratnya jalinan kasih dan emosional kami karena ASI,” papar perempuan berkulit putih tersebut.

Selain dua perempuan tersebut, ada Ine Febriyanti, Dominique Sandra, Astrid Hindarto, Melinda Babyana, Lea Havrea Palma, dan lainnya yang dipilih Nutricia, produk makanan bayi, sebagai duta ASI. Semuanya siap meneriakkan satu suara bahwa ASI memang tidak duanya bagi anak-anak. Jadi hilangkan keraguan memberikan yang terbaik untuk buah hati. Seperti yang dijelaskan dr Nia Kurniati, SpA, keunggulan serta manfaat air susu ibu dapat dilihat dari berbagai aspek, yaitu gizi, imunologis, psikologis, kecerdasan, neurologis, ekonomis, dan penundaan kehamilan.

Nia menyebutkan, dari aspek gizi, kolostrum atau cairan emas merupakan pelindung karena kaya zat anti-infeksi untuk berbagai penyakit, di samping berprotein tinggi. Kolostrum ini keluar pada hari pertama atau kedua setelah melahirkan. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi, bergantung pada isapan bayi di hari-hari pertama kelahiran. Walaupun kolostrum sedikit, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Karena itu, kolostrum harus diberikan kepada bayi. Kolostrum mengandung protein dan vitamin A yang tinggi, di samping karbohidrat, tapi kadar lemaknya rendah sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Selain itu, kehadirannya membantu mengeluarkan mekonium, yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Nia menjelaskan ASI sangat mudah dicerna karena, di samping mengandung zat gizi yang cocok, mengandung enzim-enzim pencerna dan aneka zat gizi berkualitas tinggi yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi. ASI juga memiliki perbandingan whey dan kasein yang cocok bagi bayi. Rasio whey dan kasein inilah yang merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak, yaitu 65 : 35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan susu sapi mempunyai perbandingan whey dan kasein 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Tak hanya itu, ASI pun mengandung komposisi taurin sejenis asam amino kedua yang terbanyak dan berfungsi sebagai neurotransmitter yang berperan penting untuk proses pematangan sel-sel otak. “Percobaannya pernah dilakukan pada binatang dan hasilnya menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan di retina mata,” katanya.

Tak berhenti sampai di situ, menurut Nia, dalam ASI terdapat decosahexanoic acid (DHA) dan arachidonic acid (AA), yang merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak sehingga optimal. Jumlah DHA dan AA sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Di samping itu, DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk atau disintesis dari substansi pembentuknya, yaitu masing-masing dari omega 3 dan omega 6.

Sebagai pelindung atau dari aspek imunologik, ada kandungan zat anti-infeksi, di samping ASI dipastikan bersih dan tidak terkontaminasi. “Immunoglobulin A (Ig.A) pada ASI memiliki kadar cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap, tapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E.coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan,” tutur Nia.

Hal lain yang tak terbantahkan adalah ASI mempererat jalinan kasih sayang antara ibu dan anak. Nia meyakini aspek psikologis ini menumbuhkan rasa percaya diri bagi si ibu untuk menyusui anaknya. Nah, saat menyusui yang dipengaruhi emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon, terutama oksitosin, yang akan meningkatkan produksi ASI. Biasanya ini terjadi setelah ada interaksi antara ibu dan bayi. Pertumbuhan dan perkembangan psikologis bayi sangat bergantung pada kesatuan emosi ibu-bayi.

Ada satu lagi kehebatan ASI, yaitu mempengaruhi terbentuknya ikatan kasih sayang ibu-bayi karena berbagai rangsangan, seperti sentuhan kulit. Bayi akan merasa aman dan puas karena dia merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak masih dalam rahim. “Jadi saya sangat percaya anak yang disusui dengan ASI oleh ibunya akan memiliki jalinan kasih sayang erat. Makanya sekarang banyak wanita pekerja dengan segala cara berusaha memberikan ASI terbaik buat bayinya. Sebab, mereka percaya manfaat psikologis ASI mempererat kasih sayang sejati,” ujar Nia. Termasuk Andakah? HADRIANI P

Sumber : Koran Tempo

December 21, 2006 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: