ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Inisiasi Menyusu Dini

Bayi perlu belajar menyusu sejak dini

Tatalaksana Inisiasi Menyusu Dini

  1. Segera setelah bayi lahir dan diputuskan tidak memerlukan resusitasi, letakkan bayi di atas perut ibunya dan keringkan bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya kecuali kedua tangannya. Bau cairan amnion pada tangan bayi akan membantunya mencari puting ibu yang mempunyai bau yang sama. Maka agar baunya tetap ada, dada ibu juga tidak boleh dibersihkan. Mengeringkan bayi tidak perlu sampai menghilangkan verniks karena verniks dapat berfungsi sebagai penahan panas pada bayi.
  2. Setelah 2 menit tali pusat dipotong dan diikat kemudian bayi ditengkurapkan di atas perut ibunya dengan kepala bayi menghadap ke kepala ibunya.
  3. Kalau ruang bersalin dingin, dapat diberikan selimut yang akan menyelimuti ibu dan bayinya dan kepala bayi diberi topi.
  4. Pengamatan oleh Widstrom, Righard, dan Alade memperlihatkan bahwa bayi-bayi yang tidak mengalami sedasi mengikuti suatu pola perilaku prefeeding yang dapat diprediksi. Apabila bayi dibiarkan tengkurap di perut ibunya, selama beberapa lama ia akan diam saja tetapi akan waspada dan melihat sekelilingnya.1
  5. Setelah 12-44 menit bayi akan mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu dan lengannya. Stimulasi ini akan membantu uterus untuk berkontraksi. Meskipun kemampuan melihatnya terbatas, bayi dapat melihat areola mammae yang memang warnanya lebih gelap dan menuju ke sana. Bayi akan membentur- benturkan kepalanya ke dada ibu. Ini merupakan stimulasi yang menyerupai masase untuk payudara ibu. 1
  6. Bayi kemudian mencapai puting dengan mengandalkan indera penciumannya dan dipandu oleh bau pada kedua tangannya. Bayi akan mengangkat kepala, mulai mengulum puting, dan mulai menyusu. Hal tersebut dapat tercapai antara 27-71 menit. 1
  7. Menyusu pertama berlangsung sekitar 15 menit dan setelah selesai selama 2-2.5 jam berikutnya tidak ada keinginan untuk menghisap. Selama menyusu bayi akan mengkoordinasi isapan, menelan, dan bernapas. Dan saat itu terkadang sudah terdapat kolostrum. Pada saat ini jangan diinterupsi.
  8. Setelah usai penyusuan dini ini, baru tindakan asuhan perawatan seperti menimbang, pemeriksaan antropometri lainnya, menyuntikkan vitamin K1, dan mengoleskan salep pada mata dilakukan.
  9. Tunda memandikan bayi paling kurang 6 jam setelah lahir atau pada hari berikutnya.
  10. Bayi tetap berada dalam jangkauan ibunya agar dapat disusukan sesuai keinginan bayi/ibu

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Evidence for the ten steps to successful breastfeeding. 1988. WHO_CHD_98.9 disitasi dari: http://www.who.int/child-adolescent-health/New_publication/nutrition/who_chd_98.9.pdf
  2. Work group on breastfeeding. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics 1997; 100(6):1035-9.
  3. Edmond KM, Zandoh C, Quigley MA, Amenga-Etego S, Owusu-Agei S, Kirkwood BR. Delayed breastfeeding initation increases risk of neonatal mortality. Pediatrics 2006; 117(3):e380-6.
  4. Widstrom AM, Wahlberg V, Matthiesen AS. Short-term effects of early suckling and touch of the nipple on maternal behaviour. Early Hum Dev 1990; 21:153-163.

Prof. Dr. Rulina Suradi,
Sp.A(K), IBCLC

Staf Divisi Perinatologi
Departemen IKA FKUI-RSCM, Jakarta

Sumber : IDAI

July 19, 2007 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: