ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Sukses Menyusui dengan Inisiasi Dini

Pekan ASI se-Dunia akan kembali digelar pekan ini. Temanya adalah

‘Menyusu Satu Jam Pertama Kehidupan, Menyelamatkan Lebih dari Satu Juta Bayi’.

Saat ini, angka kematian bayi di seluruh dunia setiap tahun mencapai

empat juta. Bila inisiasi dini diterapkan, angka kematian bisa

dikurangi 22 persen atau sekitar satu juta jiwa.

Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia, dr Utami Roesli SpA MBA IBCLC,

menuturkan pada tahun 1997 lalu, dokter dari Swedia meneliti 72 ibu

dan bayi. Bayi yang tali pusarnya dipotong, dilap, dan langsung

diletakkan di perut ibunya dengan kulit bersentuhan memperlihatkan

perkembangan menarik. ”Ternyata, pada usia 20 menit, bayi merangkak

di atas perut ibunya dalam keadaan mata tertutup, persis anak kucing.

Pada usia 50 menit, dia bisa menemukan payudara ibunya sendiri,” tutur Utami.

Adapun bayi yang tali pusarnya dipotong, dipisahkan dari ibunya untuk

ditimbang, dibersihkan, dicap, dan seterusnya, 50 persen tidak bisa

menemukan payudara ibunya.

Penelitian berikutnya menyimpulkan, bayi yang diberi kesempatan

menyusu dini dengan skin to skin contact, masa menyusunya dua kali

lebih lama dibanding yang tidak diberi perlakuan itu. ”Jadi,

kegagalan menyusui bisa karena ini,” kata Utami.

Tahun 2003-2004, sekelompok peneliti dari Inggris meneliti 10.947 bayi

yang diberi inisiasi yang benar di Ghana. Hasilnya, bayi-bayi itu

bukan hanya lebih mudah menyusui, tapi juga menurunkan 22 persen angka

kematian bayi usia di bawah 28 hari.

Kurang tepat
Inisiasi dini sebenarnya telah dilaksanakan di Indonesia. Namun,

ternyata belum benar. Sebab bayi baru lahir bisanya sudah dibungkus

sebelum diletakan di dada ibunya. Akibatnya tak terjadi skin to skin

contact. Kesalahan kedua, kata Utami, bayi bukan menyusu, melainkan

disusui. ”Bayi memang diletakkan di dada ibunya, tapi 5-10 menit

kemudian disusui oleh ibunya. Beda sekali dong antara menyusu dengan

disusui.”

Seorang dokter di Indonesia yang telah menerapkan inisiasi dini secara

benar, kata Utami, hampir tak percaya melihat bayi yang selama 15

menit tak bergerak, kemudian mencari payudara ibunya, dan minum

sendiri. ”Dokter itu sampai bilang subhanallah,” kata Utami.

Ada satu keuntungan lain dari penerapan inisiasi dini ini. Karena pada

jam-jam pertama saat melahirkan, ayah, ibu, dan bayi bisa bersatu.

Sambil bayi mencari puting susu ibunya, ayahnya bisa mengazankan bayi

itu di dada ibunya. ”Itu indah sekali. Itu sebuah unity. Sebuah

kesatuan dari sebuah keluarga.”

Sebelumnya, pada jam-jam pertama melahirkan, keluarga tercerai-berai.

”Ibunya entah di mana, anaknya entah di mana. Dan seorang ayah lebih

sering mengazankan anaknya di tempat tidur yang dingin,” katanya.

Direktur Bina Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan, dr Ina Hernawati

MPH, mengatakan inisiasi dini penting agar bayi mendapat kekebalan.

Sebab saat bayi bersentuhan langsung dengan ibunya, bayi tertular

kuman. Dan karena ibu telah memiliki kekebalan, kekebalan itu kemudian

disalurkan lewat ASI. ”Kalau baru lahir digendong orang lain, yaa

kena kuman orang lain.”

Inisiasi dini juga bermanfaat agar ibu lebih mudah terstimulus

menyusui. Bayi yang menyentuh dada ibu akan membuat ibu mendapatkan

rangsangan sensorik yang kemudian memerintah otak untuk memproduksi

hormon oksitosin dan prolaktin. ”Jadi, secara teoretis semua ibu

sebenarnya bisa menyusui.

Mencegah kanker
Aktivitas menyusui juga sangat bermanfaat karena mencegah kematian ibu

melahirkan, kanker rahim, kanker payudara, dan menjarangkan kelahiran

secara alami.

Aktivitas menyusui membuat payudara berganti sel dengan baik. ”Ini

mencegah mencegah kanker payudara,” kata dr Detty S Nurdiati MPH PhD

SpOG dari SMF Obstetri dan Ginekologi RS Dr Sardjito/FK UGM.

Isapan bayi saat menyusui, kata Detty, juga membuat ibu mengeluarkan

hormon oksitosin yang memacu kontraksi rahim. Kontraksi rahim kemudian

menjepit pembuluh darah dan menghentikan pendarahan di rahim.

”Sehingga kematian ibu karena perdarahan akan berkurang,” katanya.

Kontraksi rahim juga disebutnya mempercepat masa nifas.

Bahwa menyusui bisa mencegah kanker payudara, telah dibuktikan

penelitian terhadap 147 ibu di 30 negara. ”Ibu-ibu yang menyusui

sampai dua tahun akan 50 persen drop dari kanker payudara. Hasil itu

saya rasa sudah cukup bermakna. Itu adalah bonus dari Allah buat

ibu-ibu. Karena menyusui berarti mengurus titipan Allah dengan

benar.”
(nri/run )

sumber: Republika

July 31, 2007 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: