ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Pentingnya Inisiasi Dini

Sentuhan kasih sayang seorang ibu terhadap bayi mungilnya memiliki arti dan makna yang sangat mendalam. Dengan sentuhan kulit sambil menyusu, terjadilah kontak batin sehingga akan terasa aman dan nyaman dalam dekapan.

Bayi sehat yang baru lahir diletakkan di atas perut ibunya sambil dikeringkan dan dipotong tali pusatnya, hanya dengan handuk segera diletakkan di atas dada ibu sehingga terjadi kontak kulit dengan kulit.

Tidak sampai satu jam, bayi merah itu bisa berhasil menetek ibunya. Sentuhan kulit dengan kulit dan kontak batin perdana sambil menyusu inilah yang disebut dengan inisiasi dini, yaitu menyusui langsung segera setelah bayi lahir.

Manfaat inisiasi dini dan ASI eksklusif dalam menunjang tumbuh kembang optimal bayi sudah tidak diragukan lagi. Makanya, begitu bayi lahir, setelah dibersihkan segera pertemukan dengan ibunya, kata dr Ari Yunanto SpA dari RSUD Ulin Banjarmasin.

Pemberian ASI sejak dini memberi makanan yang bergizi, melindungi bayi terhadap penyakit yang mematikan serta membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.

ASI eksklusif tidak dapat digantikan oleh susu formula. Ada beberapa zat gizi yang ada di ASI yang tidak terdapat dalam susu formula, seperti imunoglobin (kolostrum) untuk kekebalan tubuh, AA, DHA (untuk perkembangan otak), spingomyelin dan lainnya.

Beberapa penelitian menyebutkan, kelebihan kolostrum (ASI awal) yang sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi baru lahir serta efek kedekatan hubungan psikologis antara ibu dengan bayinya.

Seperti hasil penelitian Edmond dkk yang dilakukan di Ghana Juli 2003 sampai Juni 2004, yang menghubungkan antara waktu dilakukannya tindakan inisiasi penyusuan serta pola pemberian ASI dengan kejadian kematian bayi.

Ternyata, dari 10.947 bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat dan diikuti perkembangannya selama sebulan, ternyata bayi yang tertunda sampai 24 jam lebih baru dilakukan kontak dengan ibunya mengalami kematian 2,5 kali lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang dilakukan inisiasi dini.

Bayi yang diberi susu kaleng mempunyai risiko kematian empat kali lebih banyak daripada bayi yang hanya minum ASI.

Di samping itu disimpulkan juga bahwa 16 persen kematian bayi akan dapat dicegah dengan pemberian ASI eksklusif sejak umur 1 hari. Angka itu akan meningkat menjadi 22 persen kematian dapat dicegah apabila ASI eksklusif dimulai sejak 1 jam dilahirkan.

Direktur Eksekutif Unicef Ann M Veneman mengatakan, lebih dari sepertiga kematian anak terjadi pada bulan-bulan pertama yang rawan dalam hidupnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencanangkan pekan ASI sedunia, 1-7 Agustus 2007, kali dengan tema Menyusui 1 Jam Pertama – Inisiasi Dini dan ASI Eksklusif selama 6 bulan dapat menyelamatkan 1 juta bayi).

Lebih dari 10 juta anak-anak di dunia ini meninggal sebelum menginjak usia 3 tahun yang pada umumnya disebabkan oleh penyakit yang sesungguhnya dapat dicegah, di samping faktor malnutrisi. */drt

Sumber : Kompas

August 5, 2007 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: