ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Ruri & her boys : Pengalaman menyusui seorang ibu dengan bayi kembarnya

Banyak yg bertanya apa memang ibu dengan bayi kembar bisa memberikan ASI eksklusif ke bayinya dalam jumlah cukup. Ternyata adik saya menjadi bukti langsung bahwa memiliki bayi kembar bukan masalah untuk memberikan ASI ekskluif. Gak hanya itu ibu bekerja dg bayi kembar juga bisa kok memberikan ASI eksklusif. Begitu juga ibu dengan puting datar ataupun puting masuk ke dalam. Gak percaya ?! Yuk kita ikuti ceritanya.
Sebetulnya cerita ini sudah lama sekali ingin dishare. Sekarangpun usia ponakan kembar saya sudah masuk usia 1 th 3bl. Tapi karena keterbatasan segalanya, saya baru sempat share secara langsung. Mohon maaf ya. Tapi yg mengikuti pesat, kelas ASI dsbnya biasanya pesan ini selalu saya sampaikan utk membantu menginsipirasikan ayah / ibu untuk memberikan ASI eksklusif ke bayinya. Terutama bagi mereka yg dikaruniai bayi kembar juga.

Cerita ini terjadi pada adik kandung saya yg semata wayang. Namanya Ruri. Sejak awal kehamilannya, ia mengetahui bahwa ia mengandung bayi kembar. Di awal masa kehamilannya relatif dilewati dg perjuangan dan air mata juga. Karena saat ia hamil, ia baru menyadari bahwa ada kista sebesar kelapa berada juga di rahimnya. Tidak ada yg perlu dilakukan dg kista tsb. Dokter kandungannya menyarankan utk obsrevasi saja. Karena kasus spt ini relatif bisa hilang dg sendirinya dan tidak perlu ada tindakan medis tertentu. Namun kondisi bicara lain. Saat memasuki usia kehamilan 2 bl, kista di rahim tsb mengalami peradangan hebat (terjadi twisted pada kista) sehingga menyebabkan sakit hebat pada kandungannya Ruri. Di usia kehamilan yg masih dini, akhirnya dokter memutuskan untuk dilakukan tindakan operasi. Tindakan tsb tentu dg resiko keguguran yg sangat besar pada usia janin kembar yg masih kecil juga. Alhamdulillah diberikan kekuatan pada kedua janin tersebut sehingga pasca operasi pengangkatan kista, janin kembar tsb tetap bertahan. Hingga akhirnya Agt th lalu, lahirlah Aflah & Falah. Bayi kembar laki-laki yg lahir sebulan lebih awal dari perkiraan. Alias prematur saat usia kandungan 8bl. Aflah lahir dg berat lahir 1,9kg. Sedangkan Falah dg berat lahir 2,2 kg.
Di masa menyusui Aflah & Falah, bukannya tanpa hambatan. Rasanya ini ujian buat Ruri sang ibu bayi kembar & suaminya. Juga utk kakaknya hehehe. Bagaimana tidak, rasanya memiliki bayi kembar sudah cukup membuat ekstra usaha utk menyakinkan bahwa ASI eksklusif tetap bisa diberikan bayi kembar.
Ujian 1. Di usia 0-1 bulan, si kembar tidak dapat menyusu sempurna pada ibunya. (Berjuang dengan ASI perah)

Aflah & Falah yg lahir premature relatif menyebabkan kedua bayi ini agak malas menyusu pada ibunya. Sehingga praktis selama 0-1 bulan pertama kelahirannya, kedua bayi kembar ini belum sempurna menyusu pada ibunya.
Sejak lahir, sebisa mungkin Ruri menyusui kedua bayinya langsung. Awalnya memang tidak mudah menyusui bayi kembarnya ini. Selain memang, kedua bayi ini termasuk bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) juga sang ibu masih berupaya menemukan posisi menyusui yang tepat. Karena Aflah & Falah relatif jarang menyusu langsung, maka saya sarankan Ruri untuk memerah ASInya. ASI perah tsb diberikan ke Aflah & Falah disaat mereka sedang tidak menyusu langsung ke ibunya. Tetapi sebisa mungkin tiap ada kesempatan, mereka diusahakan menyusu langsung ke ibunya. Memang luar biasa ya ibu yg memiliki bayi kembar. Saya masih teringat bagaimana lelahnya dulu saat awal pasca melahirkan dan memberikan ASI ke bayi saya. Apalagi ini ada dua bayi. Pasti luar biasa lelah dan emosional. Itu juga yang dirasakan oleh Ruri. Banyak keraguan, gak pede dsbnya. Alhamdulillah dg dukungan dari suami dan keluarga, Ruri terus berupaya memberikan ASI ke bayinya.

Selama 1 bulan Aflah & Falah terus belajar menyusu pada ibunya dibantu dengan ASI perah. Hingga pada akhirnya setelah memasuki 1 bl tsb Aflah dan Falah lebih sering menyusu pada ibunya. Namun Ruri tetap terus memerah ASInya utk diberikan ke si kembar, jika ia merasa lelah, atau lebih untuk membuat dirinya lebih PEDE dg ASInya, dsbnya. Ruri selalu memerah sebelum, saat atau setelah ia menyusui si kembar. Sedikit apapun yg ia hasilkan, ia tampung dan simpan utk diberikan ke si kembar nantinya. Inilah yang menyebabkan ASInya dikemudian hari berlimpah.

Ujian 2. Problem menyusui : Puting datar (flat nipple) & Puting masuk ke dalam (inverted nipple)
“Ujian” menyusui masih berlanjut. Saat awal menyusui, Ruri menemukan kendala dengan kondisi payudaranya. Payudara yg kanan relatif flat nipple atau puting datar. Sedangkan payudara kiri mengalami inverted nipple (puting masuk ke dalam). Awalnya luar biasa rumit meyakinkan ke Ruri bahwa kondisi puting tidak menghambat dalam menyusui. Memang tidak semudah ibu yang tidak memiliki keunikan dg payudaranya. Namun sekali lagi hal ini juga bukan hal yang mustahil. Dengan trik dan teknik yang tepat, ibu dengan kondisi payudara, baik itu datar ataupun masuk kedalam, tetap dapat menyusui bayinya. Di awal masa menyusui, Ruri memang dibantu dengan teknik hoffman dan penggunaan alat pompa utk payudara yg inverted. Sedangkan utk payudara yg flat cukup dengan memposisikan si bayi saat menyusu agar sebagian besar areola bagian bawah masuk ke dalam mulut si bayi. Alhamdulillah perlahan tapi pasti, Ruri belajar bersama dengan bayi kembarnya. Sehingga kemudian semakin hari Ruri dengan tenang dan percaya diri saat menyusui bayi kembarnya tanpa menemukan kendala dengan kondisi kedua puting payudaranya.

Ujian 3. Saat sang ibu dari bayi kembar kembali bekerja

Spt yang sudah diceritakan, sejak awal melahirkan Ruri selalu memerah ASInya. Bukan hanya untuk merangsang agar ASI lebih banyak lagi diproduksi. Juga meyakinkan dirinya agar sang bayi kembar mendapatkan ASI dalam jumlah cukup. Mindset ini yang saya terapkan ke Ruri. “Bayi perlu ASI dalam jumlah cukup. Bukan berlimpah”. Jika kemudian ASI menjadi berlimpah, maka anggap ini menjadi bonus. Ini penting untuk memperlancar hormon produksi ASI yg super sensitif, hormon oksitosin.
Saat ia kembali bekerja, stok ASI sudah lebih dari cukup. Kebetulan tipe pekerjaan Ruri relatif fleksibel sehingga di saat bekerja ia bisa memerah ASInya secara teratur. Meski akhirnya ia memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin mendampingi bayi kembarnya. Namun selama sang ibu bekerja, Aflah & Falah tidak menemukan masalah dengan ASI perah.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

(Keterangan foto : Ruri & bayi kembarnya serta berliter-liter ASI perah yg siap disumbangkan)
Setelah berbagai ujian tsb, makin hari makin penuh ASI dengan stok ASI. Di freezer, di refrigerator semua penuh dg stok ASI perah. Bagaimana tidak, Ruri memiliki ASI lebih paling tidak 1-2 liter per harinya (seperti yang tampak dalam foto diatas). ASI tsb di luar dari kebutuhan si bayi kembar (yang diminum langsung oleh si kembar). Sehingga hampir tiap minggu saya dan ibu saya menjadi “penjaja” ASI perah hehehe. Mulai dari mendonorkan ke klinik laktasi, RS yg membutuhkan, ibu-ibu yang membutuhkan dsbnya.
Saat ini Aflah & Falah sudah masuk usia 1 tahun lewat. Mereka mendapatkan ASI eksklusif selama 7 bulan pertama kehidupannya (ekstra 1 bl karena usia gestational Aflah-Falah yg prematur 8bl). Di atas usia 7 bl, Aflah-Falah terus mendapatkan ASI berdampingan dengan MPASI hingga mereka berusia 1 th. Dan hingga usia 1 th tsb kedua bayi kembar itu belum sama sekali mendapatkan campuran susu formula. Gimana gak. Stok ASI di kulkas kok ya masih numpuk aja meski tiap minggu disumbangkan. Kalau sekarang ada yg ngasih istilah sarjana S1 ASI ya hehehe..ada-ada aja. Di usia yang 1 th ini, Aflah-Falah hampir jarang sakit. Pernah terkena flu, tapi itupun butuh beberapa hari untuk menyembuhkannya. Merekapun tumbuh dan berkembang dengan baik. Alhamdulillah.

Di balik cerita panjang ini, saya belajar bahwa memiliki bayi kembar bukan hal mustahil untuk memberikan ASI eksklusif kepada sang buah hati. Memang tidak mudah, tetapi bukan mustahil. Bahwa masalah menyusui spt kondisi puting payudara bukan juga penghalang untuk terus memberikan ASI. Bahwa bayi prematur tetap dapat terus mendapatkan ASI dengan kondisinya. Bahwa jika ibu dengan bayi kembar bisa memberikan ASI eksklusif, maka kita, ibu yg dg 1 bayi, tentu lebih dari bisa. Demikian juga untuk para ibu yg memiliki bayi kembar. Dengan dukungan, usaha, trik dan ilmu menyusui yang tepat maka ibu dapat memberikan ASI eksklusif. Adik saya mengajarkan bagaimana perjuangan itu layak dan membuahkan hasil yang amat sangat membahagiakan. Yang jelas, saya kangen dengan masa saat memberikan ASI perah dengan cangkir kecil kepada Aflah & Falah. Hmmm.
Mohon maaf kalau kepanjangan & jika ada yang tidak berkenan. Semoga memberikan inspirasi bagi ayah-ibu & calon ayah-ibu atau siapapun yang membutuhkannya.
Keep breastfeeding
Love
Luluk

November 16, 2007 - Posted by | Article

2 Comments »

  1. wah, ckp brt jg ya. Untuk mb ruri, sy jg cpk lho menyusui walopun 1 anak pa lg 2 anak y.. Luna (nm ank sy) susah bgt di kasi ASI esklusif.

    Comment by mama luna | September 28, 2009 | Reply

  2. subhanallah.. perjuangannya sulit skali.. tp alhamdulillah akhirnya Allah memberikan asi yg lebih ya.. semoga nnt asi saya jg berlimpah utk si kembar. aamiin.. skarang saya lg hamil 31W, twin baby boys jg.. doakan saya yah… semoga tekad saya utk memberikan asix, dan asi sampai 2tahun utk twin tercapai.. aamiin.. salam kenal..

    Comment by nina | October 24, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: