ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Duh…..kenapa rahim saya terasa nyeri dan kram saat menyusui

Seringkali keluhan nyeri di rahim saat menyusui bayi disampaikan oleh ibu menyusui. Terutama di minggu-minggu pertama pasca kelahiran. Rasa nyeri tersebut diiringi kram pada rahim. Apa yang sebetulnya terjadi ?! Berbahayakah?! Mari kita pelajari bersama faktanya.

Ditulis oleh Luluk Lely Soraya I @ Januari 2008

Seringkali keluhan nyeri di rahim saat menyusui bayi disampaikan oleh ibu menyusui. Terutama di minggu-minggu pertama pasca kelahiran. Rasa nyeri tersebut diiringi kram pada rahim. Apa yang sebetulnya terjadi ?! Berbahayakah?! Mari kita pelajari bersama faktanya.

Saat ibu menyusui, semua hormon produksi ASI akan bekerja. Salah satunya adalah hormon oksitosin. Sebagai salah satu aktor utama produksi ASI, oksitosin bertugas untuk mengosongkan ASI dari pabrik ASI dan menyalurkannya ke gudang ASI. Hormon ini terkenal juga dengan hormon cinta, karena sangat erat kaitannya dengan kondisi emosi sang ibu. Saat ibu bahagia dan pede, maka hormon ini akan bekerja lancar. Sebaliknya terjadi ibu yang serba ragu akan mengganggu proses kerja hormon oksitosin.

Kerja hormon oksitosin tidak hanya dalam proses pengaliran ASI, tetapi juga hormon ini membantu proses pengecilan rahim ibu pasca persalinan. Saat ibu menyusui, hormon oksitosin akan membuat otot rahim ibu berkontraksi secara alami. Akibatnya, rahim akan lebih cepat menyusut kembali ke bentuk semula sebelum ibu hamil. Kontraksi inilah yang menyebabkan ibu merasa nyeri dan kram pada rahim saat menyusui. Rasa nyeri dan kram pasca persalinan ini umumnya normal terjadi. Seiring dengan bertambahnya waktu, rasa sakit tersebut akan menghilang perlahan. Namun jika rasa kram terasa berlebihan atau terjadi pendarahan, segera konsultasikan dengan dokter.

Nah jelas bahwa menyusui membantu proses pengecilan rahim ibu ke bentuk semula. Tidak hanya itu, menyusui juga mencegah terjadinya resiko pendarahan pasca persalinan. Akibat kerja hormon oksitosin, kontraksi pada otot rahim ibu akan menghentikan pembuluh darah maternal dan mengurangi terjadinya pendarahan berlebihan. Sehingga pendarahan pasca persalinan (post-partum hemorrhage) dapat dihindari. Manfaat ini menambah deretan ribuan manfaat menyusui bagi ibu. Hebat kan?!

Luluk Lely Soraya I, Konselor Laktasi, Yayasan Orangtua Peduli (YOP)

Referensi :

– Chua S, Arulkumaran S, Lim I et al. “Influence of breastfeeding and nipple stimulation on postpartum uterine activity.” Br J Ovstet Gynaecol 1994; 101:804-805

– Breastfeeding Frequently Asked Questions. http://www.ihs.gov/medicalprograms/mch/M/bfFaq.cfm#cramping

– Lothian, Judith A, PhD, RN, LCCE, FACCE. The Birth of a Breastfeeding Baby and Mother. J Perinat Educ. 2005 Winter; 14(1): 42–45. (http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=1595228)

Sumber : http://lsoraya.multiply.com

February 1, 2008 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: