ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

ASI Eksklusif Hindarkan Bayi dari HIV/AIDS

“Jika ibu menyusui, 96-98 persen bayinya terhindar dari HIV/AIDS.”

JAKARTA — Nigel Rollins, profesor dari Fakultas Kedokteran Nelson Mandela, Universitas Zwazulu, Afrika Selatan, mengungkapkan bahwa bayi yang mengkonsumsi air susu ibu (ASI) eksklusif memiliki daya tahan tubuh lebih tinggi dibanding bayi yang diberi ASI dan makanan campuran. Pemberian ASI eksklusif dari ibu yang terinfeksi HIV/AIDS mengurangi risiko penularan kepada bayi 2-6 persen.

“Jika ibu menyusui bayinya, 96 hingga 98 persen bayinya terhindar dari HIV/AIDS,” kata Rollins dalam jumpa pers di kantor Komisi Penanggulangan AIDS Nasional bersama Ketua Komisi Nafsiah Mboi, perwakilan UNICEF Giant Franco, dan pengelola Prevention of Mother to Child Transmission (PMCT) Muhammad Ilhami.

Penelitian 5-6 tahun terakhir menunjukkan bayi berusia 0-6 bulan yang diberi makanan tambahan selain ASI, seperti susu formula, air, dan makanan bayi, ia melanjutkan, memiliki risiko 2-10 kali lipat lebih besar daripada bayi yang hanya diberi ASI eksklusif. Sebab, makanan tambahan dapat merusak dinding usus yang masih halus sehingga bayi mudah tertular virus.

Nafsiah mengungkapkan, situasi epidemi AIDS dan narkoba di Indonesia semakin meningkat. Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan, pengidap HIV hingga Maret 2008, dari 17.998 penderita, 1,7 persen atau 305 orang adalah bayi yang tertular dari ibu pengidap HIV positif. “Penularan ibu ke bayi bisa terjadi saat kehamilan, persalinan, dan menyusui,” katanya.

Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indonesia termasuk negara yang percepatan penularan AIDS-nya tinggi di Asia. Tapi prevalensinya belum separah Afrika, yang mencapai 30 persen. Di Indonesia, prevalensinya hanya 2,4 persen.

Pencegahan yang belum dilakukan, kata Nafsiah, adalah penularan dari ibu ke bayi. Di Indonesia, sebagian besar ibu ditulari oleh pasangannya, dan ibu yang positif terinfeksi HIV menulari anaknya.

Menurut Ilhami, program pencegahan penularan ibu kepada anak secara nasional belum dapat berjalan karena minimnya anggaran. Aqida Swamurti

Sumber : Koran Tempo

May 9, 2008 - Posted by | Article

2 Comments »

  1. Menurut saya tulisan ini kurang berimbang karena tidak mencantumkan juga sumber lain yang menyebutkan bahwa penularan HIV dari ASI juga masih mungkin sekitar 5-10% (beberapa malah menyebutkan hingga 20%). Penelitian dari Afrika tersebut setahu saya hingga kini masih dikaji validitasnya.
    Mengurangi risiko penularan hingga 2-6% tidaklah sama dengan pernyataan 96-98% bayi diberi ASI terhindar dari HIV. Mengurangi risiko penularan berarti persentase penularan berkurang sekian persen, sementara preventif ASI hingga 96-98% nerupakan angka angka mutlak bahwa dari 100 bayi dengan Ibu HIV yang mendapat ASI, hanya 2-4 yang berisiko tertular HIV.
    Menurut saya, agar tidak salah tangkap, sebaiknya mempostingkan sesuatu tidak dari 1 sumber saja (ditulis sumber hanya koran tempo), dan lebih baik lagi jika diperoleh dari sumber aslinya, mengingat mungkin saja terjadi kesalahan terjemahan atau interpretasi dari tulisan aslinya.
    Semoga Allah merahmati dan menjadikan kita lebih baik dari hari kemarin.
    Wassalam

    Comment by Didi | April 5, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: