ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

ASI Cegah Alergi pada Bayi

Senin, 07 Juli 2008  15:55:00

Surabaya-RoL– Pemberian ASI (air susu ibu) dan menunda pemberian makanan tambahan hingga usia bayi enam bulan mampu mencegah alergi pada bayi. Bagaimanapun pemberian ASI eksklusif belum bisa tergantikan oleh susu formula apapun.

Bayi yang tidak diberi ASI eksklusif lebih rentan terserang alergi terhadap susu sapi, sementara yang diberi ASI kemungkinan terserang alergi hanya 0,1 persen, demikian dikemukakan dr Badrul Hegar SpA(K) dan Carlos H. Lifschitz MD di Surabaya, Senin.

Badrul Hegar yang Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta dan Carlos, asosiasi profesor dari Baylor College of Medicine, Texas Children’s Hospital yang hadir di Surabaya terkait dengan kongres akbar para dokter spesialis anak se-Indonesia (KONIKA).

Kedua dokter spesialis anak itu mengemukakan, pada bayi yang alergi terhadap susu sapi tidak mesti selamanya alergi, ketika usia bayi enam bulan 80 persennya elergi susu sapi akan hilang, saat memasuki usia dua tahun hingga 70 persen dan lebi dari dua tahun hanya tinggal 30 persen saja alergi itu.

Menurut Carlos, penggunaan formula terhidrolisa sebagian atau sepenuhnya lebih disarankan dibandingkan dengan penggunaan susu kedelai (soya) dalam penanganan alergi susu sapi. “Biar bagaimanapun, ASI adalah sumber nutrisi terbaik, namun sayangnya tidak semua bayi beruntung mendapatkan cukup asupan ASI,” katanya.

“Orangtua dengan anak menderita alergi susu sapi, perlu memantau menu diet anak untuk memastikan tidak ada kandungan susu sapi di dalam menu anak, terutama bila anak menderita reaksi “anafilaksis”, yaitu serangan alergi bersifat mendadak dan membahayakan jiwa”, katanya.

Ia menjelaskan,alergi susu sapi merupakan suatu keadaan dimana sistem kekebalan tubuh seorang bayi atau anak bereaksi terhadap protein dalam susu sapi dengan menampakan gejala tertentu.

Pada bayi dan anak penderitaan alergi susu sapi maka sistem kekebalan tubuhnya akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi, sehingga timbul berbagai gejala reaksi alergi yang umumnya menyerang kulit, saluran pencernaan dan saluran bernapasan.

Badrul menambahkan, salah satu orang tuanya mengindap alergi maka 40 persen anaknya akan terserang alergi pula, bahkan bila kedua orang tuanya punya riwayat elergi, 60 persen bayi atau anaknya terkena alergi pula.

“Dalam hal alergi terhadap susu sapi, tidak ada perbedaan bayi yang lahir di pedesaan maupun di perkotaan. Bisa sama-sama kena, tapi saya tidak punya data pastinya”, katanya menambahkan.

Sementara Direktur Pemasaran Mead Johnson Indonesia, Asianti Sukendar menjelaskan mengenai perannya menghadirkan Carlos MD dan dr Badrul dalam KONIKA di Surabaya ini. pihaknya menyadari adanya peningkatan prevalensi alergi pada anak-anak dewasa ini, terutama elergi terhadap susu sapi.

“Kami sepenuhnya percaya bahwa ASI sumber gizi terbaik dan kami turut mendukung para ibu di Indonesia memberikan ASI kepada bayi mereka secara eksklusif, paling tidak hingga usia enam bulan. terbukti hasil penelitian, bayi yang diberi ASI eksklusif memiliki resiko lebih kecil untuk mengalami alergi”, katanya menegaskan.  antara/abi

Sumber : Republika

July 8, 2008 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: