ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Susu Formula Pisahkan Ibu dan Bayi

Kamis, 10 Juli 2008 02:10 WIB
GERAKAN sayang ibu dan anak di rumah sakit kini mulai luntur. Atas nama bisnis dan keselamatan perusahaan, rumah sakit pun tega memisahkan ibu dari bayinya saat pertama kali lahir. Petugas rumah sakit pun buru-buru memberikan susu formula kepada bayi yang baru saja dilahirkan.

Tidak dimungkiri bahwa produsen susu formula cukup gencar melakukan promosi kepada ibu yang baru saja melahirkan bayi di rumah sakit. Padahal pakar kesehatan anak termasuk Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF pun telah menyimpulkan air susu ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik bagi bayi, bukan susu formula.

Seperti diungkapkan Miana, 30, yang baru saja melahirkan bayi di sebuah rumah sakit swasta di Purwokerto, Jawa Tengah. Ia ditawari tiga produk susu formula oleh suster rumah sakit itu. ”Saya mendapatkan tawaran tiga produk susu formula, yakni S 26, Nutrilon, dan Bebelac. Biasanya kami diminta untuk memilih mana yang cocok bagi bayi,” ungkap Miana.

Lain lagi kisah Sani, 29, yang ditawari susu formula gratis dari sebuah rumah sakit tempat ia bersalin. ”Saya mendapat tawaran gratis Bebelac, Vitalac, dan SGM. Saya diminta memilih apalagi gratis.”
Kisah pedagang susu formula tidak hanya di rumah sakit. Di tempat praktik bidan pun terjadi. Seperti dikemukakan Susi, 36, yang melahirkan di klinik yang ditangani bidan. Ia langsung disodori dua produk susu. ”Setahu saya produk susu yang ditawarkan sesuai dengan kelasnya. Kalau kelas mahal ya susu yang ditawarkan juga mahal. Kalau kelas tiga seperti saya, produk susu yang ditawarkan jauh lebih murah.”

Lain Purwokerto lain pula Yogyakarta. Spesialis anak dari Instalasi Maternal-Perinatal RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Ekawaty Lhaksari menjelaskan, setiap ibu yang baru saja melahirkan wajib memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. ”Kami sangat menganjurkan setiap ibu bersalin harus memberikan ASI eksklusif, bukan susu formula.”

Ia mengakui ada pula bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI eksklusif. ”Biasanya ibu atau bayi yang mendapat catatan medis tidak sehat. Misalnya ibu harus dirawat di ICU atau sebaliknya. Namun bayi bisa bertahan tanpa diberi susu selama tiga kali 24 jam asalkan dengan pengawasan sangat ketat.”

Dukungan yang sama juga dilakukan RSUD Wirosaban, Yogyakarta. Seperti diungkapkan Direktur RSUD Wirosaban, Yogyakarta, Mulya Hartana, untuk mendorong gerakan sayang ibu dan anak, Dharma Wanita RSUD Wirosaban pun digerakkan untuk menyukseskan kampanye ASI eksklusif di rumah sakit.

Sementara itu, di Bandung, Jawa Barat, dua rumah sakit besar di sana, yakni RSU Hasan Sadikin dan RS Borromeus tetap mengutamakan ASI eksklusif untuk bayi. Seperti diungkapkan Humas RS Hasan Sadikin Mimin Sulistiowati, pemberian ASI eksklusif berguna untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi.

Meskipun ada stok susu formula, pemberian untuk bayi harus seizin dokter yang menangani. Begitu juga di RS Borromeus, ASI eksklusif mendapat prioritas utama. (LD/SO/EM/H-3)

Sumber : Media Indonesia

July 10, 2008 - Posted by | Article

1 Comment »

  1. Saya sangat setuju dengan artikel ini. Sayangnya saya juga mengalami hal yang serupa dengan beberapa ibu di atas. Begitu lahir bayi saya langsung dipisahkan dari saya, tanpa ada Inisiasi Menyusui Dini, padahal saya sangat mengharapkan hal tersebut. Malah, setelah 3 jam bayi saya dikembalikan, juga tidak langsung diberikan kepada saya untuk menyusu, tapi malah langsung diberikan susu formula sebagai asupan pertamanya. Saya sangat menyesalkan kejadian tersebut.

    Comment by Silvia | June 11, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: