ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Hanya 40% bayi mendapat ASI eksklusif

Jumat, 22/08/2008 15:07 WIB

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Hanya 40% bayi di Indonesia yang memperoleh ASI eksklusif, untuk itu World Vision bekerja sama dengan mitra lokalnya Wahana Visi Indonesia mengadakan kampanye mendukung ibu menyusui di Jayapura pada 21 dan 22 Agustus 2008.

Kegiatan ini dilangsungkan bersamaan dengan peringatan Pekan ASI Sedunia, sekaligus mengkampanyekan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) untuk mengurangi resiko kematian bayi yang baru lahir.

Tahun ini, Pekan ASI mengangkat tema “Dukungan untuk Ibu Menyusui: Mencapai Standard Emas”.

“IMD dapat menyelamatkan sekurangnya 30 ribu bayi Indonesia yang meninggal bulan pertama kelahirannya,” ungkap� narasumber dr. Utami Roesli, pakar ASI di tingkat nasional dalam rilisnya yang diterima Bisnis.

Utami mengatakan air susu ibu (ASI) mengandung semua yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang, dan keunggulannya tidak bisa ditandingi oleh susu formula manapun.

Enam bulan pertama setelah lahir, bayi seharusnya mendapat ASI saja (ASI Eksklusif) tanpa tambahan makanan dan minuman lainnya. ASI ekslusif terbukti berperan penting dalam kesehatan, kekebalan tubuh anak, kecerdasan anak, bahkan untuk menurunkan risiko penyakit-penyakit kronis saat dewasa nanti.

“Masih banyak informasi sekitar pentingnya pemberian ASI yang perlu diungkapkan. Gencarnya promosi susu formula menyebabkan banyak ibu maupun petugas kesehatan memilih susu formula yang mahal daripada ASI. Ataupun keengganan ibu memberikan ASI bagi anaknya karena adanya mitos hal tersebut dapat mempengaruhi bentuk fisik ibu,” ungkap Roriwo Karetji, Manajer Wahana Visi Indonesia untuk regio Papua.

Sebagai lembaga yang peduli pada anak, World Vision bekerja sama dengan mitra lokalnya Wahana Visi Indonesia mengadakan sejumlah kegiatan di Jayapura pada 21 dan 22 Agustus 2008. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah dr.Utami Roesli, pakar ASI di tingkat nasional.

Bertempat di Hotel Yasmin, Jayapura, kampanye mendukung pentingnya ASI ini diadakan dalam bentuk ‘Coffee Morning’ pada 21 Agustus. Kegiatan ini melibatkan para praktisi kesehatan di Papua (IBI, Puskesmas), Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota, Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kota.

Talkshow mengenai ASI bersama masyarakat umum diselenggarakan pada 22 Agustus 2008 di Plaza PTC, Jayapura. Bersama dr. Utami Roesli, turut hadir sebagai pembicara adalah Ibu Barnabas Suebu (Tim Penggerak PKK Provinsi), dr. Bagus S (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua), dan Roriwo Karetji (Manajer Regio Papua – Wahana Visi Indonesia).

Sumber : Bisnis.com

August 23, 2008 - Posted by | Article

2 Comments »

  1. perkenalkan saya lara,,ibu muda dan mmpunyai anak umur 13 bln namanya Fabian.Saya bekerja setelah fabian berumur 10 bln,saya sempat memberikan ASI ekslusif terhadap anakku terlebih sampai dia berumur 1 thn…tapi sejak dia beranjak jalan,fabian jadi ogah2an minum ASI saya lagi,,,dia lebih terbiasa dengan Susu botolnya,,padahal sebelum itu,,disamping susu botol dia pasti semangat minum ASI saya setelah saya pulang kantor!!
    yg mau saya tanyakan…apakah tidak apa2 fabian melepas ASI nya?? padahal ASI saya masih berproduksi sampai sekarang..

    trims..

    Comment by lara | August 28, 2008 | Reply

  2. Ibu Lara Yth

    Selamat Ibu sudah memberikan yang terbaik untuk putra Ibu yaitu dengan memberikan ASI Ekslusif selama 6bulan.

    Namun demikian, kebutuhan ASI setelah 6bulan bukan menjadi sumber makanan pokoknya, sehingga mulai diperkenalkanlah MPASI (Makanan Pendamping ASI).

    Kualitas ASI sampai kapanpun jelas lebih baik dari susu formula jenis apapun.

    Akan sangat sulit kalau kemudian merubah kebiasaan putra Ibu yang sudah merasa nyaman mengkonsumsi susu formula via botol

    Saran saya, kalau memang memungkinkan….cobalah untuk terus membujuk putra tercinta untuk perlahan-lahan meninggalkan kebiasaan minum susu botol lebih-lebih menjelang tidur mengingat dampaknya yang tidak baik (kemungkinan caries dan OMA).

    Kemudian susu formulanya perlahan-lahan mulai di alihkan ke susu UHT (Ultra High Temperatur) karena menurut penelitian justru susu UHT ini lebih baik dari susu formula.

    Dan perlu diingat, bahwa kebutuhan anak satu tahun dari susu adalah kalsium…sementara sumber kalsium bukan hanya dari susu…..jadi makanlah sesuai dengan piramida makan.

    Sementara alangkah baiknya kalau ASInya masih berlebih bisa di donorkan.

    salam

    Comment by Administrator | August 29, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: