ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Ingin Kembali ke ASI? Relaktasi

By Republika Contributor
Senin, 20 Oktober 2008 pukul 12:11:00

Ingin Kembali ke ASI? Relaktasi Jawabnya

JAKARTA– Untuk bayi yang baru lahir hingga berusia dua tahun, tidak ada asupan gizi yang terbaik selain air susu ibu (ASI). Sebagian ibu mengalami kesulitan pada masa menyusui. Mulai dari tekanan dari lingkungan, minimnya pengetahuan orangtua mengenai ASI serta berbagai mitos tentang menyusui yang tidak benar.

Hal itu yang kerap kali memicu ibu gagal menyusui dengan baik, sehingga produksi ASI berkurang dan bayi malas menyusu hingga produk ASI semakin sedikit.

Pertanyaan yang sering timbul, apakah bisa seorang ibu yang telah lama berhenti menyusui kemudian ingin kembali menyusui anaknya. Jawabannya, hal itu bisa dilakukan.

Jadi jika ibu tersebut memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui sama sekali beberapa lama, ini disebut dengan relaktasi atau kembali menyusui.

Menurut dr. Utami Roesli SpA., MBA., IBCLC dari Sentra Laktasi Indonesia, relaktasi adalah proses menyusui kembali yang dilakukan setelah beberapa hari, beberapa minggu bahkan beberapa tahun setelah berhenti menyusui.

Beberapa alasan perlu dilakukannya relaktasi antara lain ialah sebagai bagian dari pengobatan rehidrasi pada bayi mencret dan kurang gizi setelah penyapihan, ingin menyusui kembali setelah disapih atau memulai menyusui yang tertunda sebab bayi premature, ibu atau bayi sakit keras.

Selain itu, relaktasi juga biasanya dilakukan karena bayi tidak cocok berbagai susu formula atau ibu berubah pikiran ingin menyusui dari pemakaian susu formula. Bisa juga karena kondisi harga susu formula yang terus meroket.

Saat ini di dunia laktasi, relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh tiap ibu. Meski perlu diketahui bahwa selama masa istirahat dari kegiatan menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang atau bahkan terhenti.

Pada saat sang ibu hendak menyusui kembali, seluruh organ produksi ASI butuh waktu untuk mempersiapkan diri agar dapat bekerja kembali dan siap memproduksi ASI.

Memang ada teknik-teknik khusus untuk kembali membuat si organ produksi ASI bekerja kembali. Intinya ada dua hal, yaitu dilakukan stimulasi pada payudara dan organ-organ produksi ASI dengan cara dipompa atau diperas. Kedua, mengajarkan kembali sang anak bagaimana cara menyusu di payudara sang ibu. Disini biasanya dibutuhkan alat tambahan seperti Lactation-aid.

Memang relaktasi masih terdengar awam bagi kebanyakan. Yang perlu diketahui, bahwa relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh para ibu yang ingin melakukannya. Mintalah bantuan dari konselor laktasi yang dapat memberikan informasi dan teknik yang benar. (ri)

Tips Melaksanakan Relaktasi

  • Uuntuk relaktasi butuh waktu dan kesabaran tinggi, oleh karena itu siapkan mental dan cari dukungan sebanyak-banyaknya. Seringkali ibu merasa putus asa. Oleh karena itu, dia butuh dukungan dan bantuan dari orang-orang terdekatnya seperti suami, keluarga dan teman.
  • Hubungi konsultasi atau klinik laktasi. Anda butuh arahan dan support dari ahli laktasi. Untuk melakukan relaktasi butuh teknik khusus & treatment khusus dari ahli laktasi. Seperti pemberian obat-obataan tertentu utk membantu hormon produksi ASI (oksitosin) bekerja baik.
  • Susuilah si kecil secara teratur setiap dua jam atau sesering mungkin setiap kali bayi menunjukkan keinginnanya. Biarkan bayi menyusu lebih lama.
  • Di sela-sela masa menyusui, ibu disarankan untuk melakukan pemijatan dan pemerahan atau pemompaan pada payudara untuk membantu menstimulasi produksi ASI.
  • Pada awal menyusui, mungkin Anda membutuhkan lactation aid, yaitu alat berupa kantung berisi ASIdonasi atau susu formula yang digantungkan di leher dan disambungkan ke selang halus yug ditempel di puting payudara ibu. Sehingga ketika anak menyusu, dia melakukan dua hal sekaligus yaitu mendapatkan nutrisi dari ASI donasi atau susu formula dan hisapan bayi akan menstimulasi organ produksi ASIyang ada dibawah puting dan areola.
  • Lakukan saat ibu dan anak dalam keadaan rileks. Jangan pernah memaksa anak untuk menyusu. Jika dia menolak atau kelelahan dsb tentu akan mengganggu proses jalannya relaktasi. Tunda hingga kondisinya nyaman untuk semua.
  • Sering juga lakukan skin-to-skin contact dengan merebahkan anak di dada sang ibu saat dia sedang tidak menyusu.
  • Tingkatkan konsumsi makanan yang sehat & bergizi, agar produksi ASI optimal. (ri)

Foto: corbis.com

Sumber : Republika

October 21, 2008 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: