ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Memahami Produksi ASI pada Tubuh

By Republika Contributor
Kamis, 06 November 2008 pukul 15:37:00 <!–

Iklan 468x60

–>

<!–

SHARE
RSS

–>

Memahami Produksi ASI pada TubuhCORBIS.COMKEBUTUHAN: Penuhi kebutuhan bayi terhadap air susu ibu (ASI). Pastikan kebutuhannya terhadap foremilk pada awal menyusu dan hindmilk di waktu akhir menyusu diperoleh dengan jumlah mencukupi.

JAKARTA– Seketika saat seorang wanita menyusui anaknya, maka produksi air susu ibu (ASI) akan berdasarkan kebutuhan. Namun, sebenarnya produksi ASI jauh sebelum kehadiran bayi yaitu pada usia kehamilan enam bulan.

ASI yang keluar pertama kali biasa disebut kolostrum. Dengan warna yang keruh dan kental, kolostrum tinggi kandungan kalori untuk menciptakan antibodi di tubuh si kecil pada lima hari pertama.

Hormon progesteron pada tubuh wanita hamil membatasi produksi kolostrum, namun hal sebaliknya terjadi sesaat setelah proses persalinan. Hormon itu secara otomatis turun.

Hormon yang memproduksi ASI yaitu prolaktin tidak lagi terhalang oleh progesteron sehingga ibu bisa menyusui secara optimal. Terutama terasa pada 4-5 hari pertama usia persalinan, payudara akan terasa penuh dan mengeras ketika ASI diprodusi dalam jumlah yang dibutuhkan bayi.

Jika hal itu terjadi, maka sebaiknya segera susui bayi sehingga dapat menstimulasi produk ASI selanjutnya. Hal itu juga berarti, jika bayi tidak cukup menyusu maka produksi ASI juga otomatis akan menurun.

Apabila ibu ingin meningkatkan produksi ASI maka pastikan bayi menyusu hingga payudara terasa kosong. Bila perlu, kosongkan ASI yang tersisa dengan memerahnya.

ASI terdiri dari dua komponen yaitu foremilk yang keluar pada saat awal bayi menyusu yang akan memenuhi rasa haus bayi. Kemudian bagian kedua ASI adalah hindmilk yang lebih kental serta kaya kandungan lemak untuk membantu pertumbuhan bayi.

Sangat penting bayi Anda memperoleh hindmilk. Jadi jangan paksa bayi untuk berhenti menyusu sebelum dia selesai. Biasanya bayi akan mengakhiri dengan tidur atau melepas mulutnya.

Jangan lupa untuk memberikannya ASI dari payudara yang lain. Bila bayi Anda tidak menghabiskan ASI dari payudara itu, segera kosongkan dengan memerahnya.

Bayi yang baru lahir kemungkinan akan membutuhkan 10-12 kali menyusu dalam 24 jam. Artinya, bayi akan menyusu sekitar 3-4 jam. Jika dia disusui lebih dari itu, kemungkinan dia tidak akan menyelesaikan proses menyusu hingga habis.

Ibu bisa menandai hal itu dengan let-down reflex yaitu berupa rasa geli yang mengisyaratkan keluarnya ASI dari payudara Anda. Refleks semacam itu juga bisa terjadi seketika ibu mendengar bayinya menangis. Jika perlu gunakan pad atau lapisan khusus ibu menyusui untuk mencegah ASI bocor pada pakaian.

Ibu perlu mengingat, selama minggu pertama, proses menyusui akan menstimulasi rahim Anda untuk berkontraksi kembali ke kondisi semula. Terkadang hal itu menimbulkan kram sementara pada perut. (mothercare.com/ri)

Sumber : Republika

November 7, 2008 - Posted by | Article

1 Comment »

  1. terimakasih ilmunya, top banget
    ditunggu yang lainnya tentang Balita

    Comment by yasna | November 17, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: