ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Inilah Tips Seputar Pemberian ASI

Dua orang ibu bersama-sama menyusui bayinya di Jakarta. Foto diambil tahun lalu.

Selasa, 20 Januari 2009 | 10:40 WIB

Sejatinya, memberi asupan ASI pasta melahirkan bisa menjadi sebuah proses yang tidak mudah bagi seorang ibu. Tubuh dan psikologis ibu bisa jadi masih sangat lelah. Oleh karena itu, harus ada dukungan suami. “Dukungan suami untuk memberi ASI eksklusif sangat diperlukan. Itu juga menentukan sukses tidaknya memberikan ASI eksklusif,” kata Dokter Mulyadi dari Medizone Clinic.

Jaga makan, jauhi obat pelangsing
Suami disini bisa berperan sebagai partner sang ibu dalam mengurus bayi. Dengan demikian, ibu bisa mempunyai tenaga dan gizi yang cukup untuk memberikan ASI. Agar kuat mengalirkan ASI, seorang ibu juga perlu menjaga pola makannya. Untuk awal-awal bulan, sebaiknya ibu tak terlalu merisaukan perubahan tubuh. Yang penting, asupan gizi untuk bayi cukup. Bila tak mau badan melar terlalu besar, sang ibu bisa mengatur jam makan dan jumlah kalori yang bakal dikonsumsi. Asalkan tetap kenyang.

Yang tak kalah penting, setelah bersalin ada baiknya ibu juga beraktifitas. Tapi, olahraga ringan baru boleh dilakukan setelah enam minggu. Jauhi obat pelangsing karena akan memperburuk kualitas ASI.

Makin tegang,  makin susah keluar
Banyak orang bilang, proses menyusui akan terjadi secara alamiah. Meski begitu, Dokter Mulyadi dari Medizone Clinic memberi beberapa tips agar ibu bisa sukses memberi ASI untuk bayinya. Pertama, tangan ibu harus bersih. Kedua, ibu harus santai. Kalau sang ibu tegang, ASI akan sulit untuk keluar.

Dokter Mulyadi menyarankan ibu menyusui dengan posisi duduk. Pada hari pertama dan kedua setelah melahirkan, berikan ASI selama 5-10 menit lewat setiap payudara. Pada hari selanjutnya bisa ditambah hingga 15-20 menit untuk setiap payudara. “Secara insting si bayi pasti bisa menemukan puting susu si ibu,” kata Susianto, ahli gizi dari Universitas Indonesia

Cara menyusui yang benar adalah puting susu masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi. Ini juga salah satu cara mencegah puting susu tidak lecet. Bila bayi sudah kenyang, tekan dagu bayi agar mulut terbuka dan puting susu terlepas. Atau bisa juga dengan cara memasukkan jari kelingking ibu ke dalam mulut bayi. Yang pasti, jangan menarik keluar puting dari mulut bayi secara mendadak.

Konsumsi katuk agar aliran lancar
Kemampuan menyusui setiap ibu itu berbeda-beda.  Ada yang kapasitas ASI-nya begitu banyak, ada pula yang hanya sedikit.  Bagi mereka yang kandungan ASI-nya sedikit tau perlu risau.  Ada beberapa tanaman yang bisa mamcu produksi ASI salah satunya daun katuk.

Daun katuk adalah daun dari jenis tanaman Sauropus adrogynus (L) Merr, famili Europhobiaceae.  Sebutan lain daun katuk adalah memata (Melayu), simani (Minangkabau), kebing dan katukan (Jawa) serta kerakur (Madura).  Manfaat daun katuk untuk memperbanyak ASI sudah dikuatkan beberapa penelitian.  Seperti sat daun katuk diujicobakan ke kambing betina selama 15 hari, produksi susunya meningkat drastis hingga 1,5 kalinya.

Jika ingin alami, sebaiknya daun katuk direbus atau ditumbuk terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.  Tapi di zaman modern seperti saat ini, seperti dalam bentuk minuman sachet dicampur dengan susu, hingga dalam bentuk kapsul atau pil.  Harganya juga cukup terjangkau.

(Kontan/Epung Saepudin)

Sumber : Kompas

January 20, 2009 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: