ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Menyusui Bayi Cegah Kanker

Kaum pria juga bisa terserang penyakit ini.

Seorang perempuan mengaku jarang menyusui sang buah hati yang baru berusia beberapa bulan. Alasannya, air susu yang keluar dari payudaranya sangat sedikit, sehingga dia lebih sering memberikan sang bayi susu formula.

Beberapa hari belakangan, perempuan itu mengaku dilanda kecemasan. Sebab, dia memperoleh informasi, seorang ibu yang jarang menyusui anaknya rentan terserang kanker. Benarkah?

Dokter Melissa S. Luwia, MHA dari Yayasan Kanker Indonesia membenarkan kekhawatiran perempuan itu. “Tetapi tidak mutlak,” kata Melissa dalam seminar kesehatan di ruang Gereja Basilea lantai 2, Kelapa Gading Trade Center, 4 April lalu.

Menurut Melissa, tidak semua ibu mampu memproduksi banyak air susu seusai persalinan. Namun, proses menyusui justru bisa memperlancar proses keluarnya air susu. “Ketika sang bayi mengisap air susu, saat itulah kelenjar hipofisis meningkat dan bisa memperlancar air susu,” katanya.

Air susu adalah produk hormon dari estrogen. Karena itu, jika air susu jarang dikeluarkan, akan terjadi penimbunan hormon estrogen. Lama-kelamaan hormon ini akan menjadi parasit yang ujungnya menjadi kanker.

Dokter kelahiran Surabaya itu mengatakan fakta tersebut bisa menjelaskan kenapa perempuan yang tidak menikah lebih rentan terserang kanker. Sebab, hormon Estrogen yang diproduksi akan menumpuk dan meningkatkan risiko terserang kanker.

Beberapa faktor yang menjadi risiko munculnya kanker antara lain penggunaan zat kimia, penyinaran radioaktif, virus, makanan tak sehat, hormon dalam tubuh yang menjadi parasit, serta rangsangan terus-menerus. Kehadiran penyakit ini biasanya tidak disadari oleh penderita.

Penyebab kanker juga bisa faktor internal, misalnya perempuan yang sudah haid sejak umur kurang dari 10 tahun, perempuan yang mengalami menopause pada usia lebih dari 50 tahun, perempuan yang belum pernah menikah, perempuan menikah yang tak punya anak, melahirkan anak sesudah 35, tak menyusui, atau faktor keturunan.

Kanker payudara menempati urutan pertama penyebab kematian perempuan di dunia. Sedangkan di Indonesia, kanker payudara menempati urutan pertama setelah kanker serviks (leher rahim). “Karena itu, kaum perempuan harus bisa mendeteksi lebih dini kemungkinan terjangkit penyakit ini,” kata peraih gelar master hospital administration dari Universitas Trisakti ini.

Untuk mendeteksi kemungkinan hadirnya kanker, kaum Hawa bisa memeriksa sendiri payudara mereka. Caranya, rabalah payudara secara lembut dengan tiga jari saat tubuh berbaring. Jika menemukan benjolan atau kerutan, bentuk payudara tidak simetris, puting tertarik ke dalam, kulit berubah seperti kulit jeruk, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, peradangan atau keluar cairan dari puting, perlu diwaspadai sebagai cikal bakal adanya kanker.

Pemeriksaan sederhana itu sebaiknya dilakukan pada hari ketiga hingga kelima seusai haid. Jika dilakukan sebelum haid, kelenjar-kelenjar di payudara akan membengkak sehingga, kalau diraba, sering terasa seperti ada benjolan.

Saat cara sederhana ini dipraktekkan dan jari merasakan adanya benjolan, jangan terlalu panik. “Benjolan itu bisa merupakan kumpulan lemak, bisa kista atau kumpulan cairan, dan tumor jinak,” kata Melissa. Karena itu, setelah ditemukan benjolan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. “Kalaupun ternyata benar kanker, dunia kedokteran sudah mampu mengatasinya.”

Dalam kesempatan ini, Melissa juga mengungkapkan, meski didominasi kaum Hawa, kanker payudara juga sangat mungkin menyerang kaum Adam. “Bahkan ketika kanker payudara pada laki-laki, penyebarannya bisa lebih ganas dibanding perempuan,” katanya. THOWAF ZUHARON

Tip pencegahan:
1. Jangan merokok.
2. Kurangi makanan yang berlemak.
3. Lebih banyak makan makanan yang berserat.
4. Lebih banyak makanan yang mengandung vitamin A, C, dan sayuran.
5. Lebih banyak makan makanan segar.
6. Kurangi makanan yang diawetkan, diasinkan, dibakar, diasapi, ataupun berbahan pengawet.
7. Batasi mengkonsumsi minuman beralkohol.

Sumber : Koran Tempo

April 11, 2009 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: