ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Fokuskan Aktivitas pada Bayi

Thursday, 30 April 2009
BANYAKyang salah mengartikan IMD sebagai inisiasi menyusui dini.Padahal,yang benar adalah inisiasi menyusu dini,kegiatan menyusu yang ditekankan pada bayi. Program IMD mungkin sudah populer.

Ada yang mengartikan IMD sebagai inisiasi menyusui dini.Ada sebagian yang memahaminya sebagai inisiasi menyusu dini. “Banyak yang salah kaprah akan pengertian IMD ini. Di mana banyak orang yang memahami IMD adalah inisiasi menyusui dini. Padahal yang benar adalah inisiasi menyusu dini.

Nah itu yang harusnya dilakukan terhadap setiap bayi,” kata dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Puri Indah Jakarta, Dr Jeanne Roos Tikoalu SpA. IMD adalah upaya pemberian pelajaran pertama kepada bayi untuk menyusu. Caranya dengan meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi merayap untuk menemukan puting susu sang ibu.

Jeanne inisiasi menyusu dini ditekankan dan fokus pada bayi yang menyusu pada ibunya. Idealnya saat bayi baru lahir, dianjurkan pada jam-jam pertama untuk meletakkan bayi di dada ibunya. Dalam waktu 20 menit, otomatis bayi akan merayap. Sekitar 50 menit, bayi akan tahu letak payudara ibu, di mana bayi mengetahuinya dari bau dan insting yang sudah melekat pada bayi.

Inisiasi menyusu ini harus dilakukan saat lahir tanpa boleh ditunda oleh kegiatan apa pun. Saat proses ini berlangsung, terjadilah sentuhan kulit ke kulit (skin to skin),kulit ibu langsung menempel dengan kulit bayi. Selain itu, saat bayi mulai mengisap puting ibunya, akan timbul refleks ke otak sang ibu, yang kemudian akan muncul hormon (lactogenik hormon) untuk merangsang pertumbuhan susu pada ibu.

“IMD bisa dilakukan jika ibu dan bayi sehat.Untuk ukuran seberapa lama bayi menyusu, itu tidak ada batasan waktu,” ucap Jeanne saat menghadiri acara peluncuran Anmum Lacta sekaligus seminar dengan tema “Pentingnya Asupan Nutrisi untuk Kuantitas dan Kualitas ASI” oleh Fonterra Brands Indonesia di Jakarta.

Bagi bayi, inisiasi akan memberi manfaat di antaranya untuk mempertahankan kehangatan suhu bayi, menenangkan ibu dan bayi, serta meregulasi pernapasan dan detak jantung, menciptakan kolonisasi bakterial di kulit dan usus bayi dengan bakteri badan ibu yang normal,mengurangi bayi menangis sehingga mengurangi stres dan tenaga yang dipakai bayi.

“Saat bayi menjilat-jilat payudara ibunya untuk menggapai puting, maka otomatis bayi akan menjilat kuman atau bakteri normal yang ada di puting ibu dan bagus untuk usus bayi,”tuturnya. Selain itu,inisiasi menyusu dini juga mengatur tingkat kadar gula dalam darah dan biokimia lain dalam tubuh bayi, mempercepat keluarnya meconium yaitu kotoran bayi berwarna hijau agak kehitaman yang pertama keluar dari bayi karena meminum air ketuban,melatih motorik bayi saat menyusu sehingga mengurangi kesulitan menyusu.

Dapat juga membantu perkembangan saraf bayi,memperoleh kolostrum yang sangat bermanfaat bagi sistem kekebalan bayi serta mencegah terlewatnya puncak “refleks mengisap”pada bayi yang terjadi 20-30 menit setelah lahir. Jika bayi tidak disusui pada waktu tersebut, refleks akan berkurang cepat dan hanya akan muncul kembali dalam kadar secukupnya 40 jam kemudian.

“Oleh sebab itu, disarankan kepada para ibu yang baru saja melahirkan, hendaknya bayi terus menyusu 1-2 hari agar hormon tersebut muncul. Jika tidak, maka akan mengakibatkan hormon yang seharusnya keluar, jadi tidak keluar yang lama-lama akan kering,” katanya.

Jeanne juga menjelaskan, dengan memberikan ASI,ibu memberikan yang terbaik untuk kekebalan dan kesehatan si kecil.Selain memberikan perlindungan terhadap infeksi dan alergi, ASI juga akan merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh bayi, mengandung komponen antiinflamasi dan antioksidan.

“ASI selalu tersedia,bersih dan segar. Selain itu ASI jauh lebih ekonomis, hemat dan praktis,” ucapnya. Sama halnya dengan yang dikatakan Brand Manager Anmum System Dr Muliaman Mansyur, ia mengatakan bahwa semua nutrisi yang terkandung di dalam ASI dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Kandungannya adalah makronutrisi yang sesuai kebutuhan, asam lemak, nukleotida, gangliosida, dan lisozym & bifidus factor. “Dan itu semua akan memberikan faktor protektif yang membantu sistem imunologi bayi yang belum terbentuk sempurna sehingga menurunkan risiko infeksi,” ucapnya di acara yang sama. (inggrid namirazswara)

Sumber : SINDO

May 1, 2009 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: