ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Awas, Bayi Anda Diberi Susu Formula!

Selasa, 25 Agustus 2009 | 20:49 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Evy Rachmawati

JAKARTA, KOMPAS.com — Praktik pemberian susu formula bagi bayi baru lahir di tempat-tempat layanan kesehatan kian marak. Hal ini menghambat keberhasilan pemberian air susu ibu secara eksklusif bagi bayi usia nol hingga enam bulan. Karena itu, kini aturan yang melarang petugas kesehatan memberi susu formula bagi bayi baru lahir di rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan lain akan diterbitkan.

Aturan baru ini termuat dalam draf Rancangan Undang-Undang Kesehatan yang kini sedang dibahas oleh tim perumus RUU Kesehatan DPR RI. Selama beberapa tahun terakhir ini, RUU itu tak kunjung disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Semangatnya adalah, bagaimana melindungi pasien dari berbagai praktik yang merugikan. Sebab, selama ini banyak ibu yang baru melahirkan ditempatkan terpisah dengan bayinya. “Kemudian, bayi yang baru dilahirkan malah diberi susu formula oleh petugas kesehatan yang merawat,” kata anggota Panitia Kerja RUU Kesehatan DPR RI dr Jumaini Sihombing, Selasa (25/8) di Jakarta.

Dalam Pasal 88 RUU Kesehatan disebutkan, setiap bayi berhak mendapat air susu ibu eksklusif minimal selama 6 bulan kecuali dalam hal kedaruratan medis. Selama ibu memberi ASI, pihak keluarga, pemerintah dan masyarakat harus mendukung penuh berupa penyediaan waktu dan fasilitas khusus pada ibu untuk memberi ASI pada bayinya di tempat kerja dan sarana umum.

“Bila terjadi praktik pemberian susu formula bagi bayi baru lahir dalam kondisi tidak darurat medis, penyedia layanan kesehatan diancam sanksi administrasi atau pidana,” ujarnya. Jika praktik itu terjadi di rumah sakit, sanksi bisa dikenakan pada manajemen RS maupun petugas kesehatan bersangkutan.

Pada kesempatan terpisah, Hesti Kristina, Pengelola Program Manajemen Laktasi Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) Pusat menilai aturan dalam Pasal 88 RUU Kesehatan masih membuka peluang praktik pemberian susu formula bagi bayi usia 0-6 bulan di tempat penyedia layanan kesehatan meski tidak dalam dararurat medis.

Kondisi kedaruratan medis seperti apa yang membuat petugas kesehatan menganjurkan susu formula bagi bayi. “Dalam situasi bencana pun, ASI sangat penting untuk mencegah infeksi dan mengoptimalkan pertumbuhan bayi,” kata Hesti. Adapun pemberian susu formula justru meningkatkan risiko infeksi dan alergi pada bayi.

Sumber : Kompas

August 25, 2009 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: