ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Ayah ASI, Bagaimana Perannya?

<!–

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN – ARTIKEL

–>

Minggu, 16 Mei 2010 | 15:13 WIB

Shutter Stock

Dukungan ayah ASI dilakukan sejak masa kehamilan. Ayah perlu memastikan ibu menyusui memiliki emosi positif.

KOMPAS.com – Pilihan untuk memberikan ASI eksklusif perlu disepakati bersama, terutama dengan suami. Dukungan keluarga, terlebih suami, memberikan motivasi yang akan menumbuhkan emosi positif bagi istri.

Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia, dr Utami Roesli SpA IBCLC FABM mengungkapkan produksi ASI ditentukan oleh pikiran istri. Di sinilah ayah memainkan perannya, sebagai ayah ASI atau breastfeeding father.

“Pikiran negatif istri mempengaruhi produksi ASI,” ujar dr Utami dalam talkshow “Sehat dan Produktif berkat Menyusui” di AIMI Breastfeeding Fair, FX Plaza, Sabtu (15/5/2010).

dr Utami menyebutkan sejumlah penelitian menunjukkan peran ayah menentukan keberhasilan menyusui. Bahkan Michigan States University, disebutkan dr Utami, merekomendasikan pendidikan ASI bagi ayah.

Lantas bagaimana ayah memainkan perannya saat menyusui? dr Utami menyebutkan:

1. Pastikan istri tidak sedih
Peran ayah dimulai dengan menciptakan suasana positif yang nyaman untuk ibu. Memberikan motivasi dan memastikan istri tidak sedih, menjadi tugas penting suami. Karenanya perhatian khusus perlu diberikan saat masa menyusui. Gangguan dari luar atau lingkungan bisa saja membuat istri stres. Suami perlu memberikan dukungan penuh dengan komunikasi yang baik sebagai kuncinya.

2. Membekali diri dengan informasi
Internet membuka banyak informasi yang bisa membekali ayah untuk menyiapkan dirinya. Buku referensi seputar laktasi dan ASI eksklusif juga bisa menjadi pilihan lainnya. Ayah ASI perlu berinisiatif mempelajari ilmu tentang menyusui ini. Bergabung dengan komunitas atau forum ibu menyusui juga positif dilakukan ayah ASI. Dengan begitu ayah bisa belajar dari pengalaman orangtua lainnya, dan saling memotivasi.

3. Konsultasi laktasi
Ketidaktahuan dan minim pengalaman umumnya dialami ayah baru. Jika merasa belum yakin dengan berbagai informasi yang diterima, sebaiknya lakukan konsultasi ke klinik laktasi misalnya.

4. Shopping rumah sakit
ASI eksklusif di mulai dari inisiasi menyusui dini (IMD), saat ibu melahirkan. Ayah ASI yang komitmen mendukung ibu menyusui, sebaiknya memulai mencari informasi rumah sakit yang tepat sejak masa kehamilan istri. Shopping rumah sakit ini penting, untuk mengetahui RS mana yang sayang bayi terutama mendukung ASI dan IMD. Melakukan konsultasi dengan manajemen rumah sakit menjadi hak Anda. Jadi, jangan ragu bertanya tentang IMD atau pelayanan rumah sakit sebagai persiapan melahirkan.

5. Konsultasi dokter spesialis
Dokter anak atau dokter spesialis obygn menjadi sumber lain untuk mengumpulkan infomasi seputar ayah ASI. Jangan sungkan bertanya, misalnya melalui berbagai workshop atau seminar. Kegiatan seminar bisa menjadi kesempatan baik memperoleh infomasi yang tepat dan benar. Atau datangi langsung dokter spesialis jika ingin mendapatkan pemahaman lebih rinci.

Sumber : Kompas

May 16, 2010 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: