ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

ASI Bikin Gen Imunitas Makin Kuat

Selasa, 25 Mei 2010 | 11:17 WIB

SHUTTERSTOCK

KOMPAS.com — Sejak lama para ilmuwan mengetahui bahwa bayi baru lahir yang mendapatkan air susu ibu (ASI) memiliki sistem imun yang lebih baik, jarang alergi dan lebih kebal terhadap berbagai penyakit kronik, seperti asma, tetapi bagaimana ASI bisa melakukannya baru diketahui sekarang.

Sejumlah peneliti dari Universitas Illinois, Amerika Serikat, menemukan bahwa ASI meningkatkan fungsi kemampuan gen di tubuh bayi untuk melawan penyakit.

Sebelumnya, para peneliti menyebutkan bahwa makanan bayi pertama kali akan memengaruhi ekspresi gen sehingga ASI yang diberikan berpengaruh positif bagi sistem imunnya. Ekspresi gen adalah proses pembentukan sifat gen untuk menghasilkan sintesa produk gen fungsional, seperti protein.

“Gen sangat sensitif pada nutrisi. Dan kini kita mengetahui gen yang menjelaskan mengapa bayi yang mendapat ASI berbeda dengan yang mendapat susu formula,” kata Sharon Donovan, peneliti.

Menggunakan teknik noninvasif terbaru, para peneliti membandingkan 10 bayi usia 3 bulan yang mendapat susu formula dengan 12 bayi yang diberi ASI. Kemudian tanda ekspresi gen dari sel-sel pencernaan bayi yang diambil dari contoh tinja diperiksa. Ternyata, ada 146 gen yang berbeda.

Mayoritas gen yang ditingkatkan fungsinya oleh ASI terdapat di saluran cerna dan sistem imun. “Begitu dilahirkan, bayi harus menghadapi lingkungan yang penuh bakteri dan nutrisi bisa menjadi penjaga usus mereka. Makin cepat sistem imun dan pencernaan bayi berkembang, makin sehatlah ia,” kata Donovan.

Gen yang dipengaruhi oleh ASI memberikan perlindungan melawan terjadinya peningkatan permeabilitas usus (leaky gut), yakni partikel asing masuk ke peredaran darah melalui dinding usus. Leaky gut akan menyebabkan anak lebih rentan terkena alergi atau asma.

ASI dan susu formula juga memengaruhi ekspresi gen secara berbeda. “ASI berevolusi menjadi makanan  bayi baru lahir karena mengandung berbagai elemen bioaktif, seperti hormon dan faktor pertumbuhan,” kata Donovan.

Sebaliknya, susu sapi (komponen utama dalam susu formula) diciptakan untuk memberi makan anak sapi. Karena itu, komposisinya jauh berbeda dengan susu manusia dan elemen bioaktifnya sudah banyak yang rusak ketika diproses menjadi susu formula.

Meski produsen susu formula terus melakukan riset agar komponen susu formula mendekati ASI, nyatanya walau sudah ribuan tahun manusia memberi ASI untuk bayi, hingga saat ini para ilmuwan masih belum mengetahui apa yang menyebabkan ASI memiliki banyak keunggulan.

Sumber : Kompas

May 25, 2010 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: