ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Sulawesi Selatan Terapkan Perda ASI Eksklusif

Sabtu, 06/11/2010 08:31 WIB

Vera Farah Bararah – detikHealth

Makassar, Pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan masih belum terlaksana dengan baik. Karenanya Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan Perda mengenai ASI eksklusif.

“Asupan protein di 6 bulan pertama kehidupan bayi tidak bisa digantikan dari ASI, karenanya pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu hal penting dalam upaya peningkatan sumber daya manusia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan provinsi Sulawesi Selatan, dr H Rachmat Latief, SpPD, MKes, FINASIM, dalam acara Media Tour 2010 Kementerian Kesehatan di gedung Dinkes, Jl Perintis Kemerdekaan Km 11 Makassar, Jumat malam (5/11/2010).

Dalam upaya peningkatan pemberian ASI eksklusif, mengurangi gencarnya promosi susu formula serta meningkatkan respons terhadap ASI eksklusif, maka dikeluarkanlah Perda No 6 Tahun 2010 tentang ASI eksklusif.

Selain itu, alasan dikeluarkanya Perda ini adalah adanya fakta yang menunjukkan pemberian ASI eksklusif belum maksimal sehingga meningkatkan angka gizi buruk pada bayi yaitu belum mencapai angka di bawah 5 persen, yang nantinya akan berdampak terhadap sumber daya manusia yang kurang baik.

Fokus utama dari peraturan ini adalah tidak boleh ada promosi susu formula di lokasi pelayanan kesehatan, serta melakukan intervensi terhadap petugas kesehatan yang melakukan promosi susu formula pada ibu-ibu yang baru saja bersalin. Sementara itu sanksi yang diberikan bisa berupa sanksi administrasi hingga pencabutan izin.

“Sedangkan mengenai iklan-iklan susu formuala akan dibatasi mulai tahun 2011 nanti. Karenanya kita memerlukan adanya payung hukum untuk melakukan intervensi ini,” ungkap Kepala Dinkes Sulawesi Selatan.

dr Rachmat menuturkan susu formula sebaiknya diberikan pada kondisi-kondisi tertentu yang diputuskan setelah melalui beberapa pertimbangan. Susu formula itu sendiri sebenarnya tidak salah, tapi timingnya yang tidak tepat. Karena boleh digunakan setelah era ASI eksklusifnya selesai.

Untuk itu diperlukan adanya sosialisasi di tempat-tempat pelayanan kesehatan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya, dan tidak terpengaruh oleh adanya iklan-iklan susu formula di berbagai tempat.

(ver/ir)

Sumber : Detik

November 6, 2010 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: