ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Cara Berikan ASI Saat Bayi Baru Lahir

Senin, 16 Mei 2011 – 12:31 wib

Dwi Indah Nurcahyani – Okezone

Bunda memberikan ASI (Foto: Corbis)
Bunda memberikan ASI (Foto: Corbis)
TAK semua ASI ibu langsung keluar pascapersalinan selesai. Simak tip untuk Anda yang kini mengalami masalah ini.

Saat masih baru terlahir hingga kurang lebih 6 bulan ke depan, ASI eksklusif memang menjadi asupan utama bayi. Hal itu pun disepakati para ahli yang mengatakan bahwa pemberian ASI mamang harus dimulai selepas dua jam masa persalinan. Bayi dapat mengambil sekira 80 persen konsumsi tersebut sebagai makanan awal sehingga nutrisinya terpenuhi. Setelah itu, bayi dapat kembali menyusui selepas 10 menit kemudian. Demikian yang ditulis Idiva.

Ketika bayi baru lahir, agenda makannya mungkin diperlukan setiap dua atau tiga jam sekali. Setiap durasi pemberian makan tersebut biasanya berlangsung dengan waktu yang bervariasi, yakni antara 10-40 menit sekali. ASI dilanjutkan diberikan sekurang-kurangnya hingga bayi menginjak usia enam bulan. Dalam hal ini, tidak ada langkah khusus yang diperlukan untuk mempersiapkan diri dalam menyusui.

Ginekolog Dr Suman Bijlani mengatakan, bahwa seseorang tidak perlu melakukan upaya apapun untuk mempersiapkan diri untuk menyusui.

“Tidak ada agenda memijat payudara atau latihan peregangan puting yang diperlukan selama kehamilan. Begitu persalinan selesai, Anda langsung saja mempersiapkan dengan bra untuk menyusui, bantalan payudara, dan pompa ASI. Selain itu, ide terbaik yang bisa Anda lakukan adalah segera dapatkan  informasi selengkap mungkin dan akurat tentang tata cara menyusui dari dokter Anda. Hal ini akan memberi Anda kepercayaan diri di mana hal tersebut merupakan persiapan terbaik bagi seorang ibu,” katanya.

Manfaat ASI

Menyusui adalah cara paling sederhana dan paling sehat untuk memberi makan pada bayi Anda karena dalam ASI terkandung campuran yang tepat, di antaranya kandungan protein (keseimbangan sempurna dari asam amino), lemak, gula, air, mineral, vitamin, enzim, dan antibodi bagi bayi Anda.

Konsumsi ini akan meningkatkan kekebalan bayi dan melindungi mereka dari infeksi diare, gangguan pernafasan dan gangguan lainnya. Bayi yang menyusu akan jauh lebih rendah terhindar dari risiko diabetes, obesitas, dan kondisi alergi serta memiliki perkembangan koginitf yang lebih baik. Selain itu, menyusui pun merupakan teknik untuk mengontrol kelahiran yang efektif. Jika kurang dari enam bulan pascamelahirkan dan secara khusus menyusui bayi Anda, dan Anda belum mendapat haid, maka Anda akan terlindung sebanyak 98 persen dari kehamilan.

Berikut tip yang bisa Anda coba agar agenda menyusui tetap berjalan efektif.

– Penting untuk diketahui bahwa ibu dan bayi haruslah berada pada posisi yang nyaman. Tubuh bayi dan leher harus berada dalam garis yang lurus.

– Pegang bayi dengan menutup tubuhnya dengan tangan Anda hingga sudut kanan tubuhnya terlindungi kemudian bawalah bayi ke arah payudara Anda.

– Dengan posisi yang baik, proses penghisapan yang dilakukan bayi akan lebih mudah.

– Jagalah kontak kulit dengan bayi setelah persalinan karena dapat merangsang naluri bayi untuk mencari payudara.

– Berilah ASI sesering mungkin karena memastikan stimulasi payudara cukup untuk menjaga aliran susu yang baik.

– Cobalah untuk menjaga payudara agar tidak selalu penuh. Jadi, selepas mengasup makanan kemudian keluarkan dengan memompa susunya. Ini akan menjaga aliran susu dan mencegah masalah seperti pembengkakan atau benjolan pada payudara.
(tty)

Sumber : Okezone

May 16, 2011 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: