ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

ASI Eksklusif Senilai Rp 100 Juta

Banjarmasinpost.co.id – Sabtu, 9 Juli 2011 |

Oleh : Siti Raudaniyah AMK
Sejauh ini sudahkah Anda dan keluarga memberikan hak anak untuk mendapatkan air susu ibu (ASI) eksklusif?

Pemberlakuan UU Kesehatan nomer 36 tahun 2009 berkaitan dengan pemberian ASI Eksklusif memang masih terukur sejauh mana sosialisasi undang-undang ini diketahui masyarakat luas.

Juga belum diketahui masyarakat bahwa ada sanksi hukum yang harus dibayar bila ibu secara sengaja menghalangi hak bayi mendapatkan ASI eksklusifnya.

Sanksi itu berupa denda  dengan nilai rupiah yang tidak tanggung-tanggung besarnya: Rp 100 juta!

Jumlah uang ini masih harus ditambah dengan kurungan penjara maksimal satu tahun.

Lalu bagaimana caranya agar ibu dapat memberikan bayinya ASI eksklusif?

Kurang lancarnya produksi ASI dan ketidaksabaran ibu bayi saat pemberian ASI untuk pertama kalinya menyebabkan mereka lebih memilih memberikan susu formula sebagai penggantinya.

Ada pula yang menjadikan prosedur operasi yang harus dijalani ketika bersalin, kemudian dijadikan alasan sebagian ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif.

Perkembangan teknologi  ilmu kedokteran khususnya di bidang obstetri akan mendukung dan menunjang keberhasilan dalam proses kelahiran maupun keselamatan ibu dan anak.

Proses melahirkan merupakan sebuah keajaiban bagi perempuan di mana berbagai emosi dan peristiwa akan mempengaruhi tahap demi tahap kesiapan ibu untuk melahirkan buah hatinya. Proses kelahiran bayi diwarnai dengan berbagai gangguan dan masalah.

Memang, kesadaran ibu untuk selalu memeriksakan kehamilannya tidak menjamin keberhasilan dari proses melahirkan. Adakalanya banyak faktor terjadi sehingga kelahiran tidak dapat berlangsung normal namun harus melalui proses operasi.

Menurut Van Den Bosch dan Bullough memberikan ASI secara dini dan eksklusif yaitu hanya kolostrum dan ASI mempunyai efek terhadap keberhasilan kelangsungan pemberian ASI dalam jangka panjang.

Memberikan ASI segera setelah persalianan juga menunjukan perlindungan pada bayi baru lahir terhadap sejumlah infeksi dan penyakit serta membantu membangun hubungan ibu dan anak yang sehat.

Banyak ibu yang merasa kecewa dengan ketidakmampuannya dalam memberikan ASI kepada sang buah hati. Khususnya bagi ibu yang melahirkan melalui proses operasi.

Meningkatnya angka kelahiran melalui operasi akan menghambat proses pemberian ASI dalam hal ini kolostrum yang baik bagi proses tumbuh kembang sang cabang bayi.

Keberhasilan pemberian ASI adalah produksi ASI yang lancar, tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu akan pentingnya pemberian ASI, tenaga kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan dan metode rawat gabung antara ibu dan anak.

Para pengiklan susu formula menggunakan berbagai cara untuk menjual produk. Pemberian hadiah sampingan atas pemakaian produk susu yang mereka jual tentu menjadi daya tarik tersendiri.

Tapi haruskah kesehatan bayi menjadi nomer dua hanya karena sang ibu lebih memilih dan tergiur oleh hadiah yang diberikan.

Faktor penghambat dari keberhasilan pemberian ASI oleh ibu pascaoperasi adalah proses operasi yang memerlukan waktu dalam hal pemulihan kesadaran ibu efek anastesi.

Efek umum itu membuat ibu membutuhkan waktu yang lama untuk mulai menyusui dibandingkan mereka yang segera menyusui bayinya setelah persalinan normal.

Banyak kelebihan dari pemberian ASI bagi ibu baik yang melahirkan secara normal maupun operasi. Di samping melindungi bayi dari infeksi penyakit, membina hubungan kasih saying antara ibu dan anak juga mempercepat proses perbaikan dari luka pasca seksio sesaria.

Ibu mengeluhkan rasa nyeri pascamelahirkan sehingga ibu takut untuk melakukan aktivitas yang berlebihan. Untuk mengurangi kesengsaraan klien pascabedah, sedapat mungkin rasa nyerinya dikurangi, karena rasa nyeri pascabedah selain memberi beban mental,juga memberikan efek kurang baik pada keadaan seperti menekan pernafasan, komplikasi paru-paru dan gangguan sirkulasi.

Satu faktor yang terbukti mengganggu keberhasilan pemberian ASI adalah adanya botol susu di lingkungan ibu. Susu botol memang memudahkan ibu dan anggota keluarga yang lain karena bayi tidak tergantung pada ibu untuk memperoleh makanan.

Kerugiannya susu formula tidak mengandung antibiotik seperti yang ada dalam susu.

Semestinya calon ibu harus memerikasakan secara dini kandungannya. Ibu juga dapat mencari informasi melalui media massa ataupun informasi dari lingkungan sekitar tentang keadaan selama dan pascamelahirkan.

Memeriksakan secara dini dan teratur akan kandungannya juga baik untuk mendeteksi kemungkinan adanya masalah dalam kehamilan. Ibu akan sadar betapa pentingnya semua pendidikan dan pengetahuan yang dimilikinya selama ini.

Semua ini juga berpengaruh pada ibu dengan tingkat sosial ekonomi rendah. Kebutuhan untuk mengisi perut tentu lebih penting daripada untuk memeriksakan kesehatan kandungan.

Rumah sakit memberlakukan peraturan pemberian ASI setiap dua jam kepada bayi. Namun ibu masih bingung bagaimana cara memberikan ASI kepada bayinya dan ada ibu yang produksi ASInya belum lancar.

Alternatif yang dipilih ibu adalah susu botol dan dari studi pendahuluan ternyata pengetahuan ibu pascaoperasi masih kurang, ibu juga takut untuk bergerak.

Prosedur yang biasa dilakukan perawat untuk pemberian ASI untuk bayi yang lahir melalui operasi adalah hari pertama dan kedua karena bayi berada dalam pengawasan di ruang bayi yang berarti bayi memperoleh susu formula.

Pada hari ketiga ibu akan mencoba menyusui bayinya, bila tidak berhasil maka perawat akan menganjurkan agar ibu memompa air susunya.

Biasanya ibu mendapat perawatan selama lima hari sebelum diperbolehkan pulang. Selama itulah ibu akan mencoba prosedur tersebut.

Peminat masalah kesehatan

Sumber : Banjarmasinpost

July 9, 2011 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: