ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Kunci Keberhasilan ASI: Yakin!

Kamis, 21 Juli 2011 – 09:39 wib

MEMBERIKAN ASI eksklusif merupakan keinginan semua ibu hamil untuk sang buah hati tercinta. Tak jarang Moms berusaha mati-matian mengonsumsi daun katuk, minum susu, sampai minum suplemen penambah ASI agar pascamelahirkan nanti air susunya berlimpah ruah.

Namun, tak sedikit pula para Bumil yang dihinggapi kekhawatiran kalau nantinya sang bayi mungil tak dapat menerima ASI secara “sempurna” lantaran air susu tak kunjung keluar atau sedikit. Bahkan, rasa kurang percaya diri ini dapat “menetap” jika suami dan anggota keluarga lain tak memberi dukungan.

Nah, agar hal tersebut tak terjadi ada baiknya jika calon Moms mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar ASI eksklusif selama 6 bulan bisa berhasil.

Memulai ASI dengan benar

Kuatkan niat! Pahami alasan-alasan mengapa harus tetap memberikan ASI. Yakinkan diri dan lingkungan terhadap manfaat-manfaatnya, terutama untuk kesehatan Moms dan bayi, serta menjaga ibu dan bayi, meskipun ibu harus bekerja. Bulatkan tekad! Ayah dan ibu harus satu kata. Kemudian percaya diri? Dengan mengikuti edukasi atau mencari informasi yang sebenar-benarnya, dan mencari atau membentuk dukungan untuk memberikan ASI eksklusif. Mantapkan komitmen, bahwa hanya ASI saja nutrisi terbaik untuk bayi 0-6 bulan, dan setelah bayi Anda berusia di atas 6 bulan tetap berikan ASI tanpa campuran susu lainnya dan tambahkan Makanan Pendamping ASI buatan rumah.

Berpikir Positif!

Pemikiran negatif seperti ASI tidak cukup, repot memberikan ASI atau penampilan berubah harus dibuang karena seringkali menyebabkan proses menyusui tidak berhasil. Untuk menghasilkan ASI diperlukan kerja gabungan antara hormon dan refleks.

Bayi tidak akan mendapatkan cukup ASI bila hanya mengandalkan refleks pembentukan ASI (prolaktin) saja. Untuk itu dibutuhkan refleks oksitosin – hormon yang merangsang otot saluran ASI agar berkontraksi sehingga ASI dalam kelenjar susu bisa keluar ke ujung salurannya – dan ini sangat dipengaruhi pikiran dan perasaan ibu. Jadi, bila Moms selalu berpikir negatif tentang ASI atau kondisi emosinya menurun, maka pengeluaran ASI justru dapat benar-benar terhambat. Karena produksi ASI lebih dipengaruhi oleh kondisi psikis Moms.

Siapkan Selama Hamil

Persiapan pemberian ASI dimulai saat masa kehamilan dengan melakukan massage payudara sejak kehamilan memasuki usia 7 bulan. Dengan demikian kelenjar-kelenjar dalam payudara sudah mulai dirangsang untuk menghasilkan ASI dan bila ada masalah dengan puting susu, misalnya puting yang tidak menonjol (tertarik ke dalam/tenggelam) dapat segera diatasi. Karena bila masalah ini tidak diatasi sampai bayi lahir akan memengaruhi keberhasilan pemberian ASI pada hari-hari pertama bayi. Bayi akan kesulitan mengisap ASI. Makan makanan yang bergizi, utamanya sayuran yang berwarna hijau, seperti daun katuk. Selain itu, perbanyak minum, bisa air putih, susu, jus buah. Atau bisa juga mengonsumsi suplemen penambah ASI, tentunya harus dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter kandugan Moms.

Yang harus Moms ingat, banyaknya produksi ASI tidak ditentukan oleh bentuk dan ukuran payudara seorang wanita. Pendapat bahwa payudara yang kecil akan sedikit menghasilkan ASI adalah salah.

Mencari Informasi

Mengacu teori dari G.J Ebrahim (1978) di bukunya “Breastfeeding – the Biological Option”, ia tuliskan bahwa terdapat beberapa faktor emosional dan sosial yang mempengaruhi sukses menyusui. Salah satu faktor yang dapat
disebutkan diantaranya adalah nasehat dan pengalaman selama masa kehamilan dan persalinan. Karenanya penting sekali bagi Moms mengunjungi klinik laktasi terdekat untuk mendapatkan “support” pemberian ASI pada sang buah hati. Dari sentra laktasi itu Moms dapat mengetahui bagaimana posisi menyusui yang benar. Sehingga saat menyusui si kecil nanti tidak mengalami masalah-masalah seperti puting lecet atau masalah lainnya.

Libatkan Suami

Keberhasilan menyusui cukup dipengaruhi oleh peran suami dalam mendukung istrinya. Adanya perhatian dan kepedulian suami akan membuat perasaan istri lebih rileks yang penting dalam merangsang refleks oksitosin agar ASI dapat mengalir. Suami dapat ikut terlibat sebagai breastfeeding father dengan berbagai cara seperti memperhatikan asupan nutrisi istri agar kualitas ASI baik, menggendong anak sebelum disusui, ikut menemani istri ketika bangun tengah malam untuk menyusui anak, menyiapkan bantal-bantal agar posisi menyusui istri lebih nyaman, memijat kaki istri ketika sedang menyusui bayi dan seterusnya. (sumber: Mom & Kiddie)
(//tty)


Sumber : Okezone

July 21, 2011 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: