ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Susu Sapi Empat Kali Lebih Asin dari ASI

Selasa, 02 Agustus 2011 | 15:11 WIB

TEMPO Interaktif, London – European Journal of Clinical Nutrision mempublikasikan penelitian tentang pengaruh buruk susu sapi pada anak balita. Hasilnya, susu sapi memiliki kadar asin hampir empat kali lebih banyak dibanding ASI.

Inilah yang mendorong para ahli gizi dunia menyarankan bayi berusia kurang dari 12 bulan menghindari konsumsi susu sapi berlebihan. Mengapa? Dr. Pauline Emett dan Vicky Cribb dalam Telegraph, 1 Agustus 2011, mengatakan kandungan garam berlebih pada anak bisa merusak ginjal dan meningkatkan tekanan darah. “Ini sangat bermasalah pada kesehatan,” katanya.

Penelitian mencatat susu sapi mengandung 55 mg garam per 100 ml. Adapun ASI mengandung 15 miligram per 100 mililiter. Maka, peneliti menyarankan setiap ibu memberikan ASi eksklusif kepada anak-anaknya khususnya pada bayi kurang dari 6 bulan.

ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. Kandungan ASI sangat seimbang, sehingga protein, karbohidrat, lemak, dan mineral yang terkandung di dalamnya menyebabkan air susu ibu mudah dicerna.

Bayi-bayi yang disusui pun jarang sekali mengalami kelebihan berat badan, dehidrasi, menderita alergi, ataupun infeksi karena bakteri. ASI memberikan proteksi alamiah dengan cara mengalirkan antibodi penting dari ibu ke bayinya.

Selain itu menyusui memberikan manfaat psikologis kepada bayi karena ia bisa merasakan kehangatan dan kedekatan fisik ibunya, menikmati suara dan wajah ibunya, sekaligus memuaskan kebutuhan untuk mengisap.

Adapun bagi si ibu yang menyusui isapan bayi bisa membantu rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa pra-kehamilan, dan mengurangi risiko perdarahan. Manfaat lainnya adalah lemak di sekitar panggul dan paha yang ditimbun pada masa kehamilan pindah ke dalam ASI, sehingga ibu lebih cepat langsing kembali dan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki risiko lebih rendah terhadap kanker rahim dan kanker payudara.

RUDY | BERBAGAI SUMBER

Sumber : Tempo

August 2, 2011 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: