ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Indonesia Negara dengan Konsumsi Susu Formula Terbanyak Kedua

Jumat, 05/08/2011 13:53 WIB

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Jakarta, Meski iklan susu formula untuk anak di bawah usia 1 tahun tidak boleh ditayangkan di media umum, namun ternyata masih banyak ibu yang memberikan susu formula pada bayinya. Indonesia bahkan tercatat sebagai negara terbesar kedua di dunia yang mengonsumsi susu formula setelah China.

Data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2002 dan 2007 untuk pemberian ASI eksklusif pada bayi di bahwa usia 2 bulan menunjukkan angka yang menurun, yaitu 64 persen pada tahun 2002 menjadi 48,3 persen pada tahun 2007.

Bahkan berdasarkan Riskesdas tahun 2010, angka ibu yang memberikan ASI eksklusif untuk bayi 6 bulan turun menjadi 15,3 persen dari yang semula 30 persen pada tahun 2007.

“Pemberian ASI eksklusif cenderung menurun. Ada beberapa hal yang menyebabkan, antara lain informasi ASI yang tidak cukup diberikan pada ibu-ibu, kondisi lingkungan (tempat, waktu) yang belum mendukung untuk menyusui dan pemasaran susu formula yang tidak tertib. Tidak tertib ini maksudnya susu formula dipasarkan secara tidak terbuka tapi terselubung,” jelas Dr Minarto, MPS, Direktur Bina Gizi Kemenkes dalam acara temu media di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Menurut Dr Minarto, pemasaran terselubung seringkali dilakukan produsen susu formula dengan menargetkan langsung pada ibu-ibu yang memiliki bayi di bawah usia 1 tahun atau bahkan ibu yang baru melahirkan. Susu formula juga masih banyak dijual bebas di retail atau supermarket.

“Bisnis susu formula sangat… sangat arogan karena mereka menggunakan komunikasi yang tepat. Penjualan susu formula merupakan bisnis besar dengan US$ 11,5 miliar pada tahun 2008. Pertumbuhan penjualan susu formula diprediksi akan naik 37 persen jadi US$ 42,7 miliar pada tahun 2013,” jelas Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, Ketua Sentra Laktasi Indonesia.

Dr Utami menjelaskan, hampir dua pertiga kenaikan penjualan (US$ 7,5 miliar) tersebut berasal dari negara-negara Asia Pasifik, dengan China (US$ 5,2 miliar) dan Indonesia (US$ 1,1 miliar) sebagai penyumbang terbesar.

“Bagaimana anak-anak kita tidak sakit-sakitan, tidak autisme, otaknya kosong, kalau ibu-ibu Indonesia masih banyak yang memberikan susu formula pada bayinya,” tutur Dr Utami.

Berdasarkan perkembangan pasar, penyumbang utama pertumbuhan bisnis susu formula secara global yaitu:

1. China (US$ 5,2 miliar)
2. Indonesia (US$ 1,1 miliar)
3. Meksiko (US$ 602 juta)
4. Rusia (US$ 553 juta)
5. Arab Saudi (US$ 354 juta)
6. Thailand (US$ 242 juta).
Sumber : Detik.com

August 5, 2011 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: