ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Gerakan Memberi ASI Tetap Perlu

Oleh : dr. Siti Habsyah Masri. Proses menyusui dengan ASI tidak hanya sekedar memberi makan, tapi juga mendidik dan memberikan kebutuhan psychososial untuk bayi karena merupakan stimulasi bagi pendidikan anak karena ada kontak mata, diajak bicara, dipeluk, dan dielus-elus oleh sang ibu.

ANGKA kematian bayi masih termasuk tinggi di Indonesia. Sekitar seperempat hingga separuh kematian bayi berumur kurang dari satu tahun terjadi dalam minggu pertama kehidupannya. Banyak tindakan yang relatif murah dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup pada bayi-bayi yang baru lahir. Salah satunya adalah dengan pemberian ASI (Air Susu Ibu) segera setelah lahir dan pemberian ASI eksklusif (hanya ASI saja tanpa didampingi makanan atau minuman lainnya bahkan air putih sekalipun hingga bayi berumur 6 bulan).

Menyusui merupakan cara yang alamiah untuk memberikan kebutuhan makanan kepada bayi. Dalam berbagai aspek, menyusui bayi merupakan hal yang sangat ideal bagi bail dan ibunya. ASI merupakan susu alamiah yang paling ideal untuk bayi dibandingkan dengan semua jenis susu formula yang tersedia karena ASI secara unik disesuaikan produksinya dengan kebutuhan bayi, memberikan perlindungan kekebalan tubuh bayi sekaligus merupakan wujud curahan kasih sayang yang diberikan ibu kepada bayinya.

Gerakan kembali ke ASI haruslah benar-benar digalakkan agar bayi mendapatkan haknya demi perkembangan mental, fisik dan spiritual yang optimal. Gerakan kembali ke ASI merupakan gerakan sayang bayi karena ASI adalah pemberian hadiah terindah dalam menyambut kelahirannya.

Tentang ASI

Menurut stadium pengeluarannya, ASl terdiri dari kolostrum (ASI yang berwarna kekuning-kuningan dan transparan, diproduksi pada hari pertama hingga hari ke lima), ASI transisi (ASI peralihan dari kolostrum hingga menjadi ASI yang matang, diproduksi dari hari ke lima hingga hari ke sepuluh) clan ASI matang (ASI yang keluar pada hari ke sepuluh hingga seterusnya).

Kolostrum sangat baik untuk bayi karena bermamfaat untuk membantu pencernaan bayi, mengandung berbagai zat antibody untuk memberikan kekebalan terhadap berbagai infeksi. Meskipun ASI yang keluar pada hari pertama sedikit, tetapi volume kolostrum yang ada di dalam payudara ibu dapat mendekati kapasitas lambung bayi.

ASI mengandung nutrisi yang lengkap dan seimbang. ASI mengandung AA, DHA, sphvngomyelin, sialic acid, faktor pertumbuhan seperti lactobacilus bifidus, faktor kekebalan tubuh seperti imunitas humoral (IgA, IgM, IgG) serta imunitas seluler dalam bentuk makrofag, vitamin. ASI dapat melindungi bayi dari infeksi virus /bakteri di saluran nafas, saluran pencernaan dan infeksi lain. Asam lemak omega 3, 6, 9 dan sphyngomyelin yang terkandung di dalam ASI penting untuk membentuk pembungkus syaraf. Asam amino yang penting juga terdapat di dalam ASI seperti tyrosin dan tryptophan sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter katekolamin dan serotonin untuk membentuk struktur otak dan zat penghantar rangsang (zat neurotransmitter) pada sambungan sel syaraf yang mempengaruhi pengendalian din, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi dan perilaku anak. DHA mempengaruhi ketajaman penglihatan dan tingkat kecerdasan anak. Vitamin B6 penting untuk enzim otak.

Kekurangan zat besi dan yodium akan menyebabkan rendahnya kecerdasan. Zat seng dibutuhkan untuk pembelahan dan kemampuan membran-membran sel-sel otak. .

Sialic acid dibutuhkan untuk membangun gangliosida membran sel otak/saraf.

ASI selalu mudah tersedia pada suhu yang sesuai dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk persiapannya. ASI merupakan susu alamiah yang segar dan bebas dari kontaminasi bakteri sehingga mengurangi peluang gangguan sistem pencernaan.

Mamfaat menyusui bagi ibu yaitu mempercepat proses kembalinya rahim ibu ke ukuran normal, mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mengurangi kemungkinan menderita kanker payudara, merangsang hormon prolaktin ibu sehingga menstruasi dan ovulasi akan tertunda maka kehamilan berikutnya akan tertunda. Dengan menyusui maka akan terjalin hubungan yang lebih erat antara bayi dan ibunya karena terjadi kontak kulit, kontak mata dan kontak emosi. Semakin sering ibu menyusui bayinya maka produksi ASI pun akan semakin banyak. Demikian juga sebaliknya, bila bayi semakin jarang menghisap maka akan semakin sedikit payudara menghasilkan ASI.

Posisi dan perlekatan yang baik antara ibu dan bayinya sangat menentukan keberhasilan menyusui. Posisi menyusui yang baik harus senyaman mungkin, bisa posisi duduk, tidur, terlentang atau tidur miring dengan membiarkan kepala bayi bersandar pada lengan ibu. Bahu dan punggung bay] ditopang dengan baik, perut dan dada menernpel pada perut dan dada ibu (chest to chest), seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu, muka bayi menghadap ke payudara (chin to breast), hidung bayi berhadapan dengan puting payudara ibu, dagu menyentuh payudara, mulut terbuka lebar, puting payudara di dorong ke arah langit-langit mulut sehingga bibir bagian bawah melipat ke bawah. [bu mengusahakan sebanyak mungkin bagian payudara yang masuk ke dalam mulut bayi (bukan hanya putingnya saja) sehingga bagian hitam payudara hanya terlihat sedikit dan puting payudara tidak terasa nyeri. Sebab bila yang masuk ke mulut bayi hanya putingnya saja, maka payudara akan sering terasa nyeri, mudah lecet dan isapan ASI menjadi tidak efektif. Ibu dapat menilai penghisapan efektif bila bayi menghisap dalam dan lambat. Ketika berhenti mengisap sejenak terdengar suara ASI yang ditelan. Sebaiknya ibu tidak menyusui sambil menonton televisi, membaca majalah atau mengobrol tetapi sebanyak mungkin kontak mata, kontak emosi atau mengobrol dengan bayi sambil mengelus kepala, memijit bahu, lengan, paha, tungkai dan kaki dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Sebaiknya bayi disusui pada satu payudara dahulu sampai selesai. Bila masih kurang, ibu memindahkan posisi bayi untuk mengisap payudara yang satu lagi sehingga kedua payudara ibu mendapat stimulasi yang sama untuk menghasilkan AS1. Sebaiknya ibu menyusui bayinya hingga puas sampai bayi melepaskan sendiri puting payudara ibu dari mulutnya dan bayi tertidur pulas.

Produksi ASI sebagian besar dipengaruhi oleh keadaan psikologis ibu. Keadaan yang dapat memudahkan keluarnya ASI bila ibu merasa nyaman, ada perasaan syukur, gembira, optimis namun rileks, meningkatkan rasa kasih sayangnya terhadap bayi, memandang wajah dan aktivitas bayinya mendengarkan celotehan atau tangisan bayinya.

Peran ayah sebagai bapak ASI juga sangat penting karena dapat mendukung produksi ASI lebih lancar dengan ikut membantu ibu untuk menggendong bayi ke ibu saat akan disusui atau di sendawakan, mengganti popok dan memandikan bayi, bermain atau menidurkan bayinya, membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, memijat pundak ibu saat menyusui bayi dan memberikan kata-kata semangat untuk ibu.

ASI eksklusif tetap bisa diberikan meskipun ibu bekerja di luar rumah. Saat ibu bekerja diluar rumah, ia tetap dapat memberikan ASI eksklusif yang tela berlatih memerah ASI kemudian dibekukan dalam freezer untuk persediaan/tambahan saat ibu bekerja. ASI beku dapat disimpan antara 1-6 bulan, bergantung dari jenis lemari esnya. Di dalam lemari es dua pintu, ASI beku dapat disimpan lebih dari 3 bulan. Pengasuh bayi dilatih untuk memberikan ASI perah dengan sendak bukan dengan dot, sehingga bayi tidak menjadi “bingung puting” yang dapat mengganggu proses menyusui. Sebelum ibu berangkat bekerja, ibu hendaknya menyusui bayi hingga puas kemudian dilanjutkan pada sore hari segera setelah ibu pulang dan diteruskan pada malam hari. Selama di kantor, ibu memerah ASI setiap 3-4 jam dan disimpan di lemari es, diberi label tanggal dan jam ASI diperah. ASI perah ini akan diberikan esok harinya selama ibu tidak di rumah.

ASI yang diperah terdahulu diberikan terlebih dahulu. ASl yang disimpan di lemari es perlu dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi dengan merendam botol berisi ASI ke dalam air hangat. Hangatkan ASI secukupnya yang dapat dihabiskan bayi, karena AS[ yang sudah dihangatkan tidak boleh dikembalikan ke dalam lemari es. Apabila ASI yang diperah kemarin tidak mencukupi sampai ibu pulang ke rumah, dapat diberikan ASI beku yang sudah disiapkan sebelumnya.

ASI beku sebelum diberikan harus dikeluarkan dari freezer dipindahkan ke bagian bawah supaya mencair, kemudian dihangatkan dan harus digunakan dalam 24 jam.

Seorang ibu berkewajiban untuk menyusui anaknya. Pemberian ASI memiliki banyak manfaat yang terutama berperan dalam menyehatkan dan mencerdaskan bayi. ASI merupakan hak anak untuk kelangsungan hidupnya dan tumbuh kembang secara optimal. Proses menyusui ASI tidak hanya sekedar memberi makan tapi juga mendidik dan memberikan kebutuhan psychososial untuk bayi karena merupakan stimulasi bagi pendidikan anak karena ada kontak mata, diajak bicara, dipeluk, dan dielus-elus oleh sang ibu. ASI bermanfaat membentuk perkembangan intelegensia, rohani, dan perkembangan emosional karena selama disusui dalam dekapan ibu, bayi bersentuhan langsung dengan ibu, clan mendapatkan kehangatan kasih sayang dan rasa aman.

Proses menyusui ASI merupakan program pemerintah Indonesia, sehingga diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun masyarakat dapat mensosialisasikan, melaksanakan dan mendukung suksesnya program tersebut, sehingga diharapkan akan tereapai sumber daya Indonesia yang berkualitas.

Sumber : Analisadaily

September 12, 2011 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: