ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Kisah ASI dan Peluh Ibu Kernet

diambil dari milis sehat@yahoogroups.com

Pagi ini, seperti biasanya saya berangkat kerja dengan menggunakan bis.
Tak seperti biasanya, saat sudah duduk, kernet akan datang menagih saya.
Baru sadar ternyata kernetnya seorang ibu, yang duduk tepat di belakang saya bersama seorang balita.
Saya serahkan uang kepada si ibu kernet.
Si ibu terus berteriak memanggil penumpang dari dalam bis, ke arah jendela di atasnya agar penumpang segera naik.
Tak segan juga, si ibu meneriaki suaminya yg supir bis itu, agar segera menepi saat ada penumpang yg hendak turun.
Beberapa saat, si ibu mencolek saya untuk minta tolong menjaga sebentar anaknya, sementara ia memanggil penumpang di luar bis.

Setelah kejadian tadi,saya mulai pembicaraan dengan si ibu kernet tentang anak balitanya yang berusia 1,5 tahun.
Saat bersamaan pula, si balita memotong pembicaraan kami dengan rengekannya yg minta disusui.
Terharu saya saat itu, melihat si ibu yang bekerja mendampingi suaminya & tetap menyusui anaknya,tanpa mengeluh.
Sementara saya teringat dulu saat masih menyusui, saya seringkali mengeluh.
Pembicaraan kami berlanjut & si ibu bercerita pada saya, bahwa ia tak punya pilihan lain, selain harus membawa serta anaknya, supaya bisa tetap mengasuh & menyusui anaknya.
Saya terharu mendengarnya…
Saya sempatkan mengambil fotonya saat menyusui anaknya dari kamera ponsel, sebelum turun dari bis tersebut.

Gambaran si ibu terus melintas di pikiran saya…
Betapa si ibu kernet itu masih mau berusaha di dalam keterbatasannya tanpa mengeluh sedikitpun & bercerita dengan terus tersenyum pada saya.

Mudah2an kisah ibu kernet yang menyusui ini, bisa jadi semangat kepada semua ibu di milis sehat & dimanapun, agar semangat terus berjuang memberikan yg terbaik untuk buah hatinya.

Senin depan, saya mau usaha cari si ibu kernet ini lagi.

Salam,
Dyah C

September 15, 2011 - Posted by | Q&A/ Sharing ASI

17 Comments »

  1. Subhanallah!! Hebat!! Walopun jalan hidup yg hrs dtempuh berat dan keras, tp gak bikin nyerah dan mengeluh. Anaknya pasti bangga punya ibu yg pantang menyerah. Kalo ketemu lagi, salam utk keluarga itu ya mbak…*tarik napas panjang*🙂

    Comment by fani | September 15, 2011 | Reply

  2. Subhanallah

    Comment by Nurul | September 15, 2011 | Reply

  3. Subhannallah….. sampe pengen nangis bacanya. Melihat perjuangan si ibu itu, jadi teringat masa-masa dulu awal melahirkan dan menyusui, yang menurut saya sangat berat…..
    Dengan melihat si ibu ini, saya merasa banyak yang mengalami masa sulit, tapi tetap tersenyum. Pelajaran berharga banget…

    Comment by Erna | September 15, 2011 | Reply

  4. mbak, kalau mau titip sumbangan untuk ibu ini kemana ya ? Bisa titip ke mbak nggak ya ? makasih ya

    Comment by Rahmi | September 15, 2011 | Reply

  5. Subhanallah, Salut banget ma ibu ini..

    *speechless*

    Comment by daffakoeichie | September 15, 2011 | Reply

  6. ikut KB ya bu..
    .agar mendapatkan anak yg berkualitas…sungguh ibu yg luar biasa.

    Comment by HERA | September 15, 2011 | Reply

  7. Subhanallah…
    Mengharukan…. Merinding membacanya….
    Sungguh super skali sang Ibu Kernet itu…
    Smoga Tuhan melimpahkan rizki dan kebahagian kepada ibu super itu…..
    Saaallluuuttttt…..

    Comment by wita | September 15, 2011 | Reply

  8. Subhanallah…
    nangis beneran bacanya..

    Comment by ghazy | September 15, 2011 | Reply

  9. Sungguh beruntung anak tadi mempunyai ibu yg begitu ikhlas memberi kasihsayang…dimana banyak anak kecil yg ditelantarkan ortu dg alasan kemiskinan. Saya merasa tersentil..krn dulu hanya 6 bln memberi ASI (plus formula lagi). Malu mengingatnya…

    Comment by yulia | September 15, 2011 | Reply

  10. aq ga bs ngungkapin perasaan q dgn kata2…..yg aq tau aq mau sehebat dia……semoga tuhan memberikan kebahagiaan yg tiada akhir itu si ibu

    Comment by nery | September 15, 2011 | Reply

  11. memang ga pnh gampang memberikan yg terbaik untuk anak. bravo Ibu! Allah be with you always^_^

    Comment by LitaR | September 15, 2011 | Reply

  12. waa…..satu contoh yang patut diacungi jempol dan diteladani

    Comment by thea | September 15, 2011 | Reply

  13. speechless .. berkaca-kaca ….
    subhanallah … hebatnya perjuangan bunda …

    Comment by husna | September 15, 2011 | Reply

  14. memang asi lbh sehat, lbh praktis n tentunya gratissss….smg kisah ini memberi semangat ibu2 untuk tetap memberikn asi pada buah hatinya, tanpa tmbhan sufor

    Comment by ranti | September 15, 2011 | Reply

  15. subhnallah…smoga Allah senantiasa menjaga mereka..

    Comment by suntea | September 15, 2011 | Reply

  16. Subhanallah…semoga si Ibunda dirahmati Allah sepanjang hidupnya krn sudah berusaha yg trbaik mnunaikan kwajiban menyusui anaknya walau dg kondisi sulit.

    Comment by enf1 | September 19, 2011 | Reply

  17. TEN THUMBS UP !!! Subahanallah … cerminan buat diri … Semoga Allah slalu menjaga mereka

    Comment by na | September 19, 2011 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: