ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

PENTINGNYA INISIASI MENYUSUI DINI ; Susu Formula Bukan Pendamping ASI

21/11/2011 08:47:01

PENTINGNYA Air Susu Ibu (ASI), sudah tidak diragukan lagi. ASI merupakan cairan tanpa tanding, untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindungi dari berbagai macam penyakit. Namun karena minimnya pengetahuan tentang laktasi, membuat sebagian ibu tidak memberi ASI pada bayinya. Kadang banyak ibu yang merasa produksi ASInya kurang, padahal sebenarnya bisa mencukupi kebutuhan bayinya. Untuk itu, perlu dukungan keluarga terutama ayah untuk keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif. Peran ayah dalam keberhasilan menyusui, sangat besar. Proses menyusui, dimulai secepatnya pada bayi lahir dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Memberikan ASI tak hanya baik untuk anak tapi juga meningkatkan kualitas hidup ibu. Ketua Sentra Laktasi Indonesia, dr Utami Roesli SpA IBCLC FABM dalam seminar kesehatan ASI Eksklusif yang diadakan Dinas Kesehatan Kota Yogya, di Balaikota belum lama ini mengatakan, menunda IMD berarti meningkatkan risiko kematian bayi. Sedangkan memberi kesempatan bayi menyusu segera setelah lahir, dapat menurunkan 22 persen mortalitas bayi. “Segera setelah lahir, tengkurapkan bayi di dada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Lakukan ini, setidaknya satu jam atau sampai menyusu awal selesai. Bantu ibu, mengenali tanda bayi siap untuk menyusu. Lalu dimanakah ayah?. Ayah dapat mendoakan anaknya di dada ibunya dengan kulit bayi, tetap melekat pada kulit ibu. IMD dilakukan jika ibu bayi dalam keadaan stabil,” katanya. Menurut dr Utami Roesli, ASI itu sangat berharga. Dalam kondisi sakit, bisa menyehatkan dan dalam kondisi miskin merupakan hadiah yang mampu menyelamatkan jiwa. Manfaat ASI sangat luar biasa, selain mengandung zat gizi yang dibutuhkan bayi juga meningkatkan derajat kesehatan si anak dan menghindarkan dari aneka penyakit. Komposisi ASI setiap ibu tidak sama, sehingga ASI ibu khusus untuk bayinya sendiri. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi maka berikan ASI eksklusif minimal sampai dengan 6 bulan. Setelah itu, berikan ASI dan makanan pendamping ASI. Tak perlu khawatir bayi akan kelaparan, karena 95 persen kebutuhan anak usia kurang dari 2 tahun dipenuhi ASI. “Setelah 2 tahun anak tak perlu makanan cair, susu hanya sebagai sumber protein untuk gizi seimbang. Sumber protein ini dapat diganti dengan tempe, tahu juga ikan. Bukan saya mengatakan tidak boleh minum susu formula, tapi tidak perlu,” kata Utami. Tidak benar, jika dikatakan susu formula adalah pendamping ASI karena sebenarnya susu formula mengambil tempat ASI. Makanan pendamping ASI adalah sayur dan buah. Jika dilihat dari sejarahnya, susu formula dulu dibuat pada saat perang dunia karena banyak anak kehilangan ibunya saat perang. Sehingga, para ahli menciptakan susu formula untuk menghidupi anak yatim piatu dan karena pembuatannya mudah sehingga disebarluaskan. Sementara, ASI merupakan makanan bayi berstandar emas yang membuat anak lebih sehat, lebih pandai karena IQ nya lebih tinggi, kesehatan mental lebih baik sehingga menjadikan anak soleh dan solehah. Lebih baik, mendapatkan ASI dari ibu lain dibandingkan dengan susu formula. Namun karena rawan tertular penyakit, donor ASI perlu hati-hati dan dilakukan di rumah sakit besar yang memiliki peralatan lengkap. “Menyusui itu, tidak hanya memberi makan tapi juga mendidik anak. Saat menyusui, ibu bisa sambil mengelus bayi untuk merangsang panca inderanya. Jangan menyusui, disambil nonton sinetron atau BBM an. Untuk merangsang telinganya, bukan dengan ucapan tapi nyanyian atau lantunan ayat-ayat suci Alquran supaya anak dekat dengan Tuhan,” kata peraih sejumlah penghargaan di bidang kesehatan ini. Dalam agama Islam, menyusui berarti meneruskan perintah Allah SWT. Menurut HR Thabarani dan Ibnu Asakir, dalam sebuah hadist disebutkan dari payudara yang dihisap oleh bayinya, setiap tegukan dan hisapan mendapat satu pahala. Jika berjaga sepanjang malam karena melayani bayinya, ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang memerdekakan tujuh puluh budak di jalan Allah SWT. (Anik Puspitosari)-g

Sumber : Kedaulatan Rakyat

November 21, 2011 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: