ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Angka Kematian Bayi di Jateng Meningkat

23 November 2011 | 21:35 wib

image

SALATIGA, suaramerdeka.com – Angka kematian bayi di Jawa Tengah ada kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun. Dari data tahun 2009, sedikitnya 9,7 bayi meninggal di setiap 1.000 kelahiran hidup. Jumlah itu meningkat di tahun 2010, di mana angkanya menjadi 10,2 tiap 1.000 kelahiran hidup.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jateng, Hj Rustriningsih, kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam Seminar Kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-47 di Ruang Sidang Balai Kota Salatiga, Rabu (23/11).

“Kita akan berupaya menekan angka kematian bayi di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan ketahanan tubuh bayi. Ketahanan tubuh bayi bisa dilakukan dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif,” katanya.

Dikatakan, bayi meninggal dengan berbagai kasus. Kasus-kasus sering dijumpai disebabkan bisa karena infeksi, ketahanan fisik yang rendah, dan banyak yang tidak mendapatkan ASI ekslusif. Oleh karena itu, kampanye pemberian ASI ekslusif perlu terus digencarkan.

Rustri menjelaskan, yang dimaksud ASI ekslusif adalah bayi memperoleh asupan ASI mulai bayi baru lahir hingga enam bulan. Jadi, tidak ada asupan lain selain ASI. Baru setelah enam bulan, bayi boleh diberi makanan tambahan atau makanan pendamping. Namun, ASI tetap diberikan kepada bayi selama dua tahun.

Lebih lanjut, mantan Bupati Kebumen ini menjelaskan, ASI adalah makanan terbaik dan paling sempurna bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Oleh karena itu, pemberian ASI kepada bayinya merupakan kewajiban bagi ibu, dan merupakan hak asasi bagi bayi.

Pada kesempatan itu, Wagub juga mengampanyekan program Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Sebab, program ini merupakan program yang sedang gencar dianjurkan pemerintah.

“Bagi ibu-ibu yang bekerja atau wanita karir tetap harus disediakan ruang khusus untuk menyusui. Kami juga mengimbau setiap instansi atau kantor menyediakan ruang menyusui tersebut. Jadi instansi jangan menghalang-halangi bagi ibu yang akan menyusui anaknya pada jam kerja,” katanya.

Sumber : SuaraMerdeka

 

November 23, 2011 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: