ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Ketika Rokok dan ASI Diberikan Bersama

Bramirus Mikail | Asep Candra | Jumat, 17 Februari 2012 | 13:49 WIB

SHUTTERSTOCK

Orangtua merokok menjadikan anak sebagai perokok pasif. Anak bisa mengalami masalah tekanan darah tinggi begitu anak mencapai usia masuk sekolah.


KOMPAS.com – Anda mungkin sering bertanya, apakah ibu menyusui yang merokok dapat memberikan ASI? Jawabannya ya. Seorang ibu yang tidak bisa berhenti merokok harus tetap menyusui. ASI memberikan banyak manfaat untuk bayi terutama untuk kekebalan tubuh, sehingga membantu memberikan perlindungan untuk bayi dalam memerangi penyakit.

Penelitian telah membuktikan bahwa ASI dapat menurunkan risiko efek samping yang secara negatif ditimbulkan oleh asap rokok, seperti penyakit paru-paru pada bayi. Memang akan jauh lebih baik apabila ibu tidak merokok, namun jika ibu tidak bisa berhenti merokok, maka lebih baik ibu merokok dan menyusui ketimbang ibu merokok tapi memberikan susu formula.

Tetapi walau bagaimana pun, akan lebih baik jika Anda mengurangi atau berhenti merokok ketika menyusui bayi. Pasalnya, semakin banyak rokok yang Anda hisap, semakin besar pula risiko kesehatan yang akan didapat oleh Anda dan bayi. Jika Anda tidak dapat berhenti merokok, minimal Anda harus mengurangi jumlah rokok yang Anda hisap untuk meminimalisir risiko yang akan diterima oleh bayi Anda.

Apa yang terjadi pada bayi ketika mereka terkena asap rokok?

* Bayi dan anak-anak yang terkena asap rokok mempunyai risiko terkena pneumonia lebih tinggi, asma, infeksi telinga, bronkitis, infeksi sinus, iritasi mata, dan sesak napas.

* Kolik pada bayi sering lebih sering terjadi terutama jika ibu yang menyususi atau ayah merokok.

* Ibu yang merokok dan menyusui akan memicu mual, muntah, kram perut dan diare pada bayi.

* Bayi dari ibu atau ayah yang merokok tujuh kali memiliki kesempatan lebih besar meninggal akibat sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

* Anak-anak dari orang tua perokok, dua sampai tiga kali lebih sering berkunjung ke dokter – umumnya karena gangguan pernapasan terkait infeksi atau alergi.

* Anak-anak yang terkena asap rokok di rumah, cenderung memiliki tingkat HDL (kolesterol baik) lebih rendah. Padahal kolesterol ini dapat membantu melindungi anak dari penyakit arteri koroner.

* Anak-anak dari orang tua perokok lebih mungkin menjadi perokok dikemudian hari.

* Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa anak yang kedua orangtuanya merokok memiliki risiko dua kali lipat menderita kanker paru-paru di kemudian hari.

Bagaimana meminimalisir risiko pada bayi jika Anda merokok?

* Jika Anda mampu dan sanggup, lebih baik berhenti merokok secara keseluruhan.

* Kurangi. Semakin sedikit Anda merokok, maka lebih kecil risiko yang mungkin diderita oleh bayi Anda. Risiko akan meningkat jika Anda merokok lebih dari 20 batang per hari.

* Jangan merokok sebelum, saat dan setelah menyusui. Hal ini akan menghambat produksi ASI dan berbahaya untuk bayi Anda.

* Jika Anda merokok sebelum memberikan ASI, sebaiknya tunggu setidaknya sekitar 95 menit untuk menetralisir kadar nikotin dari tubuh Anda.

* Hindari merokok di ruang yang sama dengan bayi Anda. Jangan biarkan orang lain merokok di dekat bayi Anda.

Sumber : Kompas

February 17, 2012 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: