ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Stress Hambat Ibu Hasilkan ASI

Kamis, 19 April 2012 | 15:44

Seorang ibu sedang menyusui. Foto ilustrasi: ist
Seorang ibu sedang menyusui. Foto ilustrasi: ist

JAKARTA- Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr. Noroyono Wibowo, mengatakan, stres pada ibu menyusui dapat menghambat keluarnya Air Susu Ibu (ASI), dan kalaupun keluar hasilnya tidak akan maksimal.

“ASI akan baik kalau ibu menyusui dalam keadaan sehat dan status nutrisinya baik dan benar. Bila nutrisi sang ibu buruk, maka ASI yang dihasilkan ibu akan buruk juga dan dapat menghambat pertumbuhan bayi, kata Naryono di Jakarta, Kamis (19/4).

Naryono menambahkan, bila ibu menyusui memiliki kondisi yang kurang sehat, misal tinggi badan 170 cm dan berat badan 32 kg, maka hasilnya akan kurang baik bagi bayi.

“ASI akan menjadi baik bila ibu itu memiliki nutrisi yang baik, karena pada dasarnya kebutuhan ASI untuk bayi memang sangat bagus, namun ibu menyusui harus menjaga kesehatan dan pola makanan yang sehat,” katanya.

Selain karena faktor stres yang dapat menghambat pemberian ASI ke anak, katanya, ada faktor lain yang dapat menghambat, yaitu kebutuhan ekonomi yang kurang. Kebutuhan ekonomi yang kurang dapat mendorong ibu untuk bekerja dan tidak ada waktu untuk menyusui bayi, sehingga ASI yang seharusnya diberikan kepada anak menjadi terhambat.

Dia menuturkan, ibu yang menjaga kesehatan untuk anak selalu mengonsumsi makanan yang kaya vitamin, mineral dan protein, guna menghasilkan ASI yang bagus.

“Banyak orang beranggapan bahwa pemenuhan nutrisi yang baik dimulai sejak lahir. Pemahaman tersebut harus diubah, karena seharusnya nutrisi yang baik merupakan tanggung jawab ibu, bahkan sejak sebelum kehamilan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, masalah nutrisi yang paling umum ditemui pada pada ibu hamil di Indonesia terutama pada golongan ekonomi menengah ke bawah adalah defisiensi zat besi, asam folat, kalsium, dan kurang energi kronis, protein dan vitamin A.

“Penyebab utama Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, yaitu pendarahan dan pre-eklamsia, yang terbukti berhubungan erat dengan malnustrisi atau kurang gizi,” katanya. (ant/hrb)

Sumber : investor

April 19, 2012 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: