ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

ASI – Komunikasikan ke Perusahaan

MEMBERI ASI eksklusif memang secara alamiah diinginkan banyak ibu. Namun, dalam perkembangannya, untuk melakukan hal itu ternyata bukan hal yang mudah.

Aspek kesempatan dan waktu sering disebut-sebut menjadi kendalanya. Menurut mantan Sekretaris Satuan Tugas ASI dr Nanis Sacharina SpA, kemarin, persiapan yang paling utama dilakukan oleh ibu ialah menggalang dukungan suami dan keluarga besar agar keinginan memberi ASI eksklusif bisa terwujud.

Selain itu, ada baiknya juga mengomunikasikan niat untuk menyusui bayi secara eksklusif kepada kantor tempatnya bekerja.

“Ia harus bisa meyakinkan perusahaan tempatnya bekerja bahwa perusahaan yang mendukung keputusannya akan mendapat keuntungan, seperti nantinya si anak enggak gampang sakit. Kalau anak enggak sakit, si ibu juga enggak harus bolos,” terang Nanis.

Persiapan selanjutnya yang harus dilakukan ialah mencari informasi tentang menyusui dari konsultan laktasi. Setidaknya dua kali selama masa kehamilan, sebaiknya ibu hamil menemui konsultan laktasi agar dapat lebih memahami informasi mengenai pemberian ASI. Dengan begitu, sang ibu bisa lebih percaya diri menyusui anak.

Yang tak kalah pentingnya ialah mencari informasi rumah sakit yang mendukung inisiasi menyusui dini bagi para ibu. Hal itu mengingat tak semua rumah sakit mendukung program tersebut.

Tingkat keberhasilan untuk bisa menyusui anak hingga dua tahun lebih tinggi jika si ibu mampu melewati inisiasi menyusui dini di jam pertama setelah kelahiran.

“Tingkat kesuksesannya bisa mencapai 53%. Jika gagal, biasanya hanya bisa bertahan untuk menyusui eksklusif selama 2 bulan.” Hal itu disebabkan pengeluaran ASI tidak efektif. Selain itu, Nanis juga mengingatkan tingkat keefektifan tersebut tidak ditentukan peralatan yang canggih. Alat yang ada, misalnya untuk mengeluarkan ASI yang ada saat ini, hanya mempermudah upaya tersebut.

“Kalau saya sih menilai lebih ringkas dengan menggunakan dua jari ini saja (jari telunjuk dan ibu jari) untuk memompa. Enggak harus disterilin dulu. Enggak harus angkat alat ke mana-mana. Tinggal cuci tangan dengan air hangat, langsung pompa,” ujar Nanis.

Untuk itulah dia menganjurkan setiap ibu, baik yang bekerja maupun ibu rumah tangga, harus bisa memerah ASI. Alasannya, si ibu tidak mungkin bisa setiap saat mendampingi anaknya. (Din/M-1)

Sumber : Media Indonesia

May 5, 2012 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: