ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

ASI Hindarkan Bayi dari Berbagai Penyakit Infeksi

Jumat, 08/06/2012 15:17 WIB

padangmedia.com – PASAMAN – Menyusui sangat penting untuk tumbuh kembang bayi, kesehatan ibu serta ekonomis bagi keluarga. Namun, meskipun ASI (Air Susu Ibu) memiliki banyak manfaat, masih banyak kaum ibu yang tidak memberikan ASI pada bayi mereka.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Desrizal, mengatakan, keuntungan lain yang tidak kalah pentingnya bagi bayi yang disusui ASI adalah bayi menjadi lebih sehat dan dapat terhindar dari berbagai penyakit infeksi terutama diare dan pneumonia.

“ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu kepada bayi umur 0 – 6 bulan tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan selain obat untuk terapi (pengobatan penyakit),” katanya kepada padangmedia.com, di Lubuksikaping, Jumat (8/6).

Dikatakannya, ASI merupakan satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi sosial maupun spiritual. ASI mengandung nutrisi, hormon, unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi, serta anti inflamasi. Nutrisi dalam ASI mencakup hampir 200 unsur zat makanan.

Lebih jauh dikatakan Desrizal, ASI adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah yang memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat–zat gizi dalam ASI berada pada tingkat terbaik dan air susu memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda, tuturnya.

Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari–sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf dan kaya manfaat. ASI juga mudah dicerna bagi bayi serta mengandung zat–zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

“Protein ASI lebih mudah diserap dibanding pada susu sapi. Bermanfaat untuk kecerdasan, meningkatkan kekebalan, sehingga bayi tidak mudah sakit,” jelas dia.

Dikatakannya lagi, adanya produk-produk susu formula yang begitu banyak menyebabkan banyak masyarakat beralih dari ASI ke susu formula. Menurutnya, hal itu menyebabkan banyak terjadi pemberian makanan pendamping ASI secara dini.

“Beberapa penyebab ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu dan masyarakat pada umumnya tentang pentingnya pemberian ASI kepada bayi,” imbuhnya.

Semestinya, dengan mengetahui manfaat ASI penggunaan susu formula bisa dihindari pada saat bayi dalam masa eksklusif. Apalagi, sudah ada Undang–Undang Kesehatan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, di mana di dalamnya diatur bahwa hak bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif agar dapat terpenuhi. (wahyu)

 

Sumber : Padangmedia

June 8, 2012 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: