ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Kualitas ASI Tetap Terjaga Selama Berpuasa

Friday, 13 July 2012 18:52

0 Komentar
E-mail Print PDF
 

Jakarta – Ibu menyusui jangan khawatir untuk melakukan puasa. Sebab penelitian menunjukkan, berpuasa sama sekali tidak mempengaruhi kadar nutrisi dan jumlah produksi ASI. Namun ibu dihimbau untuk tetap makan dan minum yang cukup di malam hari, demi menjaga kualitas ASI.

Demikian disampaikan Febriansyah Darus, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Kemang Medical Care, dalam talkshow “Love Your Pregnancy” dari Sari Husada, di Jakarta, Kamis (12/7).

Febri menjelaskan, ketika sedang berpuasa, tubuh ibu melakukan mekanisme kompensasi yaitu, mengambil cadangan zat-zat gizi diambil dari simpanan tubuh, berupa lemak, energi, dan protein serta vitamin dan mineral, untuk diberikan kepada janin. Karena itulah ibu menyusui harus mengkonsumsi makanan yang cukup layaknya ketika sedang tidak berpuasa.

“Ketika sedang berpuasa, ibu tetap harus makan sehari tiga kali, yaitu ketika sahur, selesai tarawih, dan menjelang tidur. Hal ini untuk menjaga kadar kebutuhan tubuh ibu tetap terjaga,” ujar Febri.  

Ia menambakan, ibu yang menyusui rata-rata mengkonsumsi 1800-2200 kalori/hari. Sedangkan, ibu yang menyusui bayi kembar membutuhkan tambahan energi sekitar 400 kalori sehari untuk setiap satu bayi yang disusui.

“Kalori yang dibutuhkan untuk memproduksi i liter ASI, sebanyak 940 kalori. Setiap hari, ibu dapat memproduksi ASI rata-rata 750 ml. Karena itu, pada ibu yang menyusi, mereka memerlukan tambahan sekitar  500 kalori/hari,” ujar Febri.

Febri juga mengimbau agar ibu menghindari makanan yang mengandung trans-asam lemak, seperti crackers, snacks, kue panggang. Hal ini dikarenakan, makanan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler bagi ibu

Meskipun ibu hamil dan menyusi tetap diijinkan untuk berpuasa, namun Febri mengimbau agar ibu tidak memaksakan diri. Karena, bila kondisi ibu kurang baik, dapat berefek buruk pada pertumbuhan bayi.

“Intinya jangan egois, yaitu berpuasa tanpa mempertimbangkan konsisi kesehatan. Jadi kalau capek dan keringatan, puasa harus segera dibatakanl,” ujar Febri. [WS]

Sumber : Gatra

July 13, 2012 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: