ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Cuti tambahan dan tunjangan untuk ibu menyusui

Selasa, 31 Juli 2012 10:00 WIB | 483 Views

// // // //

Kebijakan mengenai cuti ibu menyusui atau mengenai keluangan waktu untuk menyusui belum mendapatkan perhatian yang serius

Jakarta (ANTARA News) – Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi meminta agar pemerintah dapat mengeluarkan sejumlah regulasi yang akan memperkuat kesempatan bagi para ibu-ibu pekerja untuk memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif untuk bayinya.

“Mendesak agar pemerintah mengeluarkan regulasi yang memberi kesempatan kepada ibu pekerja selama pemberian ASI eksklusif untuk cuti menyusui 6 bulan di luar cuti hamil dan melahirkan,” kata Ketua Yayasan Gerakan Masyarat Sadar Gizi, Tirta Prawita Sari, dalam siaran pers Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Selain itu, yayasan tersebut juga menghendaki agar pemerintah membuat regulasi agar ibu menyusui diberi tunjangan menyusui sehingga mampu menyediakan zat gizi untuk keperluan diri ibu dan bayinya.

Pemerintah juga diminta membuat regulasi yang memberi waktu minimal dua jam per hari kerja bagi ibu untuk memberi ASI kepada bayi/anaknya.

Ia memaparkan, hal tersebut karena jumlah wanita yang bekerja di Indonesia sejak tahun 2010 mencapai 39 juta orang dan akan terus bertambah, tetapi angka pemberian ASI eksklusif menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode 2006-2008, persentasenya terus menurun.

“Pada 2006, 64,1 persen ibu memberikan ASI ekslusif kepada bayinya hingga usia 6 bulan. Jumlah itu menurun pada 2007 hingga 62,2 persen dan pada 2008 turun mencapai 56,2 persen,” katanya.

Padahal sejak 2001, ujar dia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan bahwa pemberian ASI ekslusif adalah sangat penting dan mendasar bagi kelangsungan hidup, pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, dan kebutuhan gizi bagi bayi pada pertemuan ke-54 di Geneva.

Untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia, pemberian ASI eksklusif 6 bulan lebih baik daripada 4 bulan karena bermanfaat dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi yang berhubungan dengan infeksi seperti diare dan infeksi saluran nafas atas.

Ia mengemukakan, di Indonesia, pemerintah hanya menetapkan cuti melahirkan sesuai UU Tenaga Kerja Nomor 13 tahun 2003 yaitu selama 3 bulan, sedangkan cuti menyusui hanya dilakukan oleh sedikit institusi bagi pekerjanya.

“Kebijakan mengenai cuti ibu menyusui atau mengenai keluangan waktu untuk menyusui belum mendapatkan perhatian yang serius. Dengan masa cuti yang sangat sempit seperti itu menyebabkan kesempatan ibu untuk kontak menyusui bayi/anaknya juga sangat terbatas,” katanya.
(M040)

 
Sumber : Antara

July 31, 2012 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: