ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Immah Bisa Menyusui Meski Tak Pernah Hamil

Selasa, 28 Agustus 2012 06:45 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
 
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG
– Berawal dari naluri keibuannya yang kuat dan keinginan untuk menjadi seorang ibu, perempuan ini akhirnya bisa menghasilkan Air Susu Ibu (ASI). Ia pun bisa menyusui seorang bayi meski sebelumnya ia tak pernah hamil atau melahirkan.
 
Kebahagiaan sebagai seorang perempuan bagi Himmatul Jazriyah (27) kini terasa lengkap sudah. Berkat perjuangan dan ikhtiar yang tekun, dirinya kini mampu menyusui seorang bayi meski belum pernah hamil sejak menikah dengan suaminya, Solichin (34), tujuh tahun silam.

Walau belum pernah hamil atau melahirkan, dirinya bisa menghasilkan ASI bagi Muhamamd Azzam Al Fadhl, bayi berumur 2 bulan yang diadopsinya.
 
“Ini sebenarnya bukan hal yang mustahil, karena di Jakarta sudah banyak yang seperti saya. Tapi mungkin di Magelang baru saya sendiri,” kata Immah, panggilan akrabnya.
 
Warga dusun Paitan, desa Tirtosari, kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang itu mengadopsi anak dari buliknya (adik dari ibu), Erlina (41) warga Tempuran.

Ketika buliknya masih hamil, Immah memang sudah meminta agar anak yang dikandung bisa diasuhnya. Permintaannya itupun dikabulkan buliknya. Sejak saat itu, segera mempersiapkan diri menerima kedatangan si bayi, termasuk juga memberinya ASI.
 
Perempuan yang berprofesi sebagai guru di TKIT An-Nur Sawangan inipun kemudian rajin browsing internet dan menemukan nama konselor laktasi di Yogyakarta. Namun, dari hasil konsultasI, dirinya tidak diperkenankan minum obat karena memiliki riwayat penyakit maag. Immah dan suaminya tak berputus asa hingga akhirnya bisa konselor di RS Elizabeth Semarang.

Dengan mengendarai sepeda motor, keduanya pun segera berkunjung ke sana. Immah disarankan meminum sejenis obat generik yang hanya seharga Rp. 550 per tablet sebanyak 4 kali sehari.
 
Immah sempat stress ketika ASI tak kunjung keluar dan hanya air saja yang keluar dari payudaranya. Bahkan ketika bayi itu lahir pada 5 Juni 2012, ASI-nya sama sekali tidak keluar.

Namun sungguh tak disangka, sembilan hari setelah mengonsumsi obat itu, air susu Immah pun keluar meskipun masih sedikit. Bahkan keluarnya air susu ibu bertepatan dengan hari pertama bulan Ramadhan kemarin.
 
“Saat pertama kali ASI keluar, ibu saya sampai menangis sesenggukan karena merasa takjub,” kata Immah.
 
Kini, ia rajin memberi ASI kepada Azzam. Jika ditinggal bekerja, ia sudah lebih dulu memompa ASI dan disimpan dalam lemari pendingin. Setelah mengonsumsi ASI, susu formula yang biasa diminum Azzam pun dikurangi, dari sebelumnya 150 mililiter menjadi 120 mililiter. Saat ini, bobot bayi berparas tampan itu sudah 5,5 kg.
 
Immah mengatakan, keinginan kuat untuk memberikan ASI karena bayi yang diadopsinya berjenis kelamin laki-laki. Sebagai muslim yang tahu aturan agama, dia menginginkan agar anak adopsinya bisa menjadi mahrom baginya.

“Caranya dengan memberinya ASI. Ini dorongan terkuat dari saya mengapa saya bertekad ingin memberinya ASI,” tandasnya.(*)

 
Sumber : tribunnews

August 28, 2012 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: